Halloween Costume ideas 2015

Informasi baru islam masa kini.

Articles by "Informasi"

Wisata Menarik di Danau Sebedang Kalimantan Barat

Wisata Menarik di Danau Sebedang, sudah tidak abnormal lagi bagi masyarakat kabupaten Sambas daerah wisata satu ini cukup populer oleh alasannya yaitu itu saya sebagai salah satu penduduk asli Sambas ingin mempublikasikan kepada masyarakat Indonesia semoga mampu melirik keindahan daerah wisata di Kalimantan Barat. Seperti yang kita ketahui bahwa keindahan alam di Kalbar masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia apalagi hingga ke luar Negeri, hal tersebut membuat saya merasa tertarik untuk membangun sebuah berita yang mungkin bermanfaat bagi kita semua, salah satunya yang akan saya bagikan yaitu daerah wisata di Danau Sebedang.


Keberadaan Danau Sebedang terletak di desa Sebedang kabupaten Sambas, provinsi Kalimantan Barat, danau ini memang cukup jauh dari ibukota namun bagi pecinta wisata tentu jarak tempuh tidak kuat bagi mereka, keindahan alam yang alami dan pengalaman di banyak sekali daerah wisata cukup untuk membayar jarak dan biaya yang dikeluarkan oleh pecinta wisata. Oleh alasannya yaitu itu danau ini sering di datangi pengunjung dari banyak sekali daerah apalagi penduduk lokal menikmati liburan di danau ini menjadi pilihan utama bagi mereka. Hal ini menunjukan bahwa Keindahan Danau Sebedang sangat menarik dan banyak diminati bagi masyarakat, hal tersebut cukup untuk menggelitik saya untuk mempublikasikan keindahan danau ini.


Gambar di atas merupakan salah satu penampakan dari keindahan danau dan akan lebih bagus lagi kalau anda melihat pribadi ketika berada di sana. Lihatlah air yang jernih dan luasnya danau yang dikelilingi bukit-bukit pastinya suasana di danau akan menawarkan anda kenyamanan yang cukup memuaskan bagi para pengunjung, di sisi kanan danau ini terdapat hutan lindung yang dikenal dengan gunung Majau. Danau ini juga memiliki daerah berteduh yang memang dibuat khusus untuk pengunjung, konon katanya pada zaman dahulu danau ini pernah dijadikan tempat pemandian raja Sambas mungkin karena air yang jernih dan pemandangan yang bagus membuat raja Sambas tertarik untuk mengakibatkan danau ini sebagai daerah pemandian.

Indahnya Danau Sebedang
Jika anda ingin menikmati indahnya Danau Sebedang tentunya masuk ke Danau ini tidaklah gratis anda harus bayar kalau ingin menikmati keindahan danau ini dengan harga yang sangat bersahabat. Anda juga mampu menyewa banyak sekali perlengkapan menyerupai alat pancing, perahu, perlengkapan selam dan masih banyak lagi yang mampu anda lakukan disini. Menikmati keindahan danau dengan menggunakan perahu maupun memancing yaitu cara yang sangat digemari pengunjung. Tapi ada juga pengunjung yang suka menikmati dengan cara yang lebih extreme lagi yaitu dengan naik ke bukit-bukit yang berada di pinggiran danau tersebut.
Kalau kita membaca Alquran salah, memasang kancing terbalik, Utk hal-hal yg kurang sempurna, maka ucapkanlah subhanallah. Dan ketika melihat kebesaran Tuhan maka ucapkanlah masya Allah.

Perlu diketahui juga bahwa Sebedang memiliki sejarah yang dipercaya pada dari zaman dahulu hingga sekarang yaitu kisah rakyat yang sangat dikenal yaitu cerita Bujang Nadi dan Dare Nangdung cerita ini merupakan kisah Legenda masyarakat Sambas dan sekitarnya, anda juga mampu berkunjung di makam mereka yang tidak jauh dari Danau Sebedang.

Tips Wisata di Danau Sebedang, rute yang akan anda tempuh kalau memulai perjalanan dari ibukota Pontianak anda akan melewati rute kota Singkawang - Sambas. Jika anda ingin pergi kesini pastikan memiliki perlengkapan pancing kalau ingin memancing, selam dan tentunya membawa uang :). Bawalah sahabat atau keluarga semoga anda mampu menikmati keindahan alam bersama mereka dan sempatkan untuk mengambil gambar danau sebedang semoga mampu menyimpang pengalaman ketika berada di sana. Ada satu hal lagi yang terpenting yaitu taatilah peraturan yang berlaku di sana demi kenyamanan bersama kata pepatah "dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung".



PERISTIWA-PERISTIWA DI ALAM KUBUR



Allâh Azza wa Jalla berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan mencicipi mati. Dan bersama-sama pada hari selesai zaman sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imrân/3:185]
Allâh Azza wa Jalla menunjukkan pemberitaan umum kepada seluruh makhluk, bahwa setiap jiwa akan mencicipi kematian. Hanya Allâh Yang Maha Hidup, tidak akan mati. Adapun jin, manusia, malaikat, semua akan mati.
Kematian merupakan hakekat yang menakutkan. Dia akan mendatangi seluruh orang yang hidup dan tidak ada ilahi menolak maupun menahannya. Maut merupakan ketetapan Allâh Azza wa Jalla . Ini yaitu hakekat yang sudah diketahui. Maka sepantasnya kita bersiap diri menghadapinya dengan kepercayaan sejati dan amal shalih yang murni.
Di dalam goresan pena ini insya Tuhan akan kami sampaikan beberapa peristiwa yang terjadi di alam kubur sehingga menimbulkan kita lebih waspada dalam menjalani kehidupan dunia ini supaya selamat di alam kubur.

ALAM KUBUR MENAKUTKAN
Hani’ Radhiyallahu anhu , bekas budak Utsmân bin Affân Radhiyallahu anhu , berkata, “Kebiasaan Utsman Radhiyallahu anhu jikalau berhenti di sebuah kuburan, dia menangis hingga membasahi janggutnya. Lalu dia Radhiyallahu anhu ditanya, ‘Disebutkan wacana surga dan neraka tetapi engkau tidak menangis. Namun engkau menangis dengan alasannya yaitu ini (melihat kubur), (Mengapa demikian?)’ Beliau, ‘Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya) ‘Kubur yaitu persinggahan pertama dari (persinggahan-persinggahan) akhirat. Bila seseorang selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih mudah darinya; bila seseorang tidak selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih berat darinya.’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ‘Aku tidak melihat suatu pemandangan pun yang lebih angker daripada kubur.’” [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah; dihasankan oleh syaikh al-Albâni]
Karena fase setelah kubur lebih mudah bagi yang selamat, maka ketika melihat surga yang disiapkan Allâh Azza wa Jalla dalam kuburnya, seorang Mukmin mengatakan, “Ya Rabb, segerakanlah selesai zaman supaya saya kembali ke keluarga dan hartaku.” Sebaliknya, orang-orang kafir, ketika melihat adzab pedih yang disiapkan Allâh Azza wa Jalla baginya, ia berseru, “Ya Rabb, jangan kau datangkan kiamat.” Karena yang akan datang setelahnya lebih pedih siksanya dan lebih menakutkan.

GELAPNYA ALAM  KUBUR
Hal iniditunjukkan oleh hadits shahih :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ كَانَتْ تَقُمُّ الْمَسْجِدَ – أَوْ شَابًّا – فَفَقَدَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَ عَنْهَا – أَوْ عَنْهُ – فَقَالُوا مَاتَ. قَالَ « أَفَلاَ كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِى ». قَالَ فَكَأَنَّهُمْ صَغَّرُوا أَمْرَهَا – أَوْ أَمْرَهُ – فَقَالَ « دُلُّونِى عَلَى قَبْرِهِ ». فَدَلُّوهُ فَصَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الْقُبُورَ مَمْلُوءَةٌ ظُلْمَةً عَلَى أَهْلِهَا وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَوِّرُهَا لَهُمْ بِصَلاَتِى عَلَيْهِمْ ».
Dari sobat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa seorang wanita hitam -atau seorang pemuda- biasa menyapu masjid Nabawi pada masa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mendapatinya sehingga dia Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakannya. Para sobat menjawab, ‘Dia telah meninggal’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?’ Abu Hurairah berkata, ‘Seolah-olah mereka meremehkan urusannya’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tunjukkan kuburnya kepadaku’. Lalu mereka menunjukkannya, dia pun kemudian menyalati wanita itu, lalu bersabda, “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi para penghuninya, dan bersama-sama Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyinarinya bagi mereka dengan shalatku terhadap mereka.” [HR. Bukhari, Muslim, dll]

HIMPITAN ALAM KUBUR
Setelah jenazah diletakkan di dalam kubur, maka kubur akan menghimpit dan menjepit dirinya. Tidak seorang pun yang dapat selamat dari himpitannya. Beberapa hadits membuktikan bahwa kubur menghimpit Sa’ad bin Muadz Radhiyallahu anhu , padahal kematiannya membuat ‘arsy bergerak, pintu-pintu langit terbuka, serta malaikat sebanyak tujuh puluh ribu menyaksikannya. Dalam Sunan an-Nasâ’i diriwayatkan dari Ibn Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
هَذَا الَّذِى تَحَرَّكَ لَهُ الْعَرْشُ وَفُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَشَهِدَهُ سَبْعُونَ أَلْفًا مِنَ الْمَلاَئِكَةِ لَقَدْ ضُمَّ ضَمَّةً ثُمَّ فُرِّجَ عَنْهُ
Inilah yang membuat ‘arsy bergerak, pintu-pintu langit dibuka, dan disaksikan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh ia dihimpit dan dijepit (oleh kubur), akan tetapi kemudian dibebaskan.” [Dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah ; Lihat Misykâtul Mashâbîh 1/49; Silsilah ash-Shahîhah, no. 1695]
Dalam Musnad Ahmad diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ لِلْقَبْرِ ضَغْطَةً وَلَوْ كَانَ أَحَدٌ نَاجِياً مِنْهَا نَجَا مِنْهَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ
Sesungguhnya kubur memiliki himpitan yang bila seseorang selamat darinya, maka (tentu) Saad bin Muâdz telah selamat. [HR. Ahmad, no. 25015; 25400; Dishahihkan oleh Syaikh al-Albâni di dalam Shahîhul Jâmi’ 2/236]
Himpitan kubur in akan menimpa semua orang, termasuk anak kecil. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَوْ أَفْلَتَ أَحَدٌ مِنْ ضَمَّةِ الْقَبْرِ لَنَجَا هَذَا الصَّبِيُّ
Seandainya ada seseorang selamat dari himpitan kubur, maka bocah ini pasti selamat [Mu’jam ath-Thabrani dari Abu Ayyub Radhiyallahu anhu dengan sanad shahih dan riwayat ini dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Jâmi, 5/56]

FITNAH (UJIAN) KUBUR
Jika seorang hamba telah diletakkan di dalam kubur, dua malaikat akan mendatanginya dan menunjukkan pertanyaan-pertanyaan. Inilah yang dimaksud dengan fitnah (ujian) kubur. Dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad rahimahullah dari sobat al-Barro bin ‘Azib Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ:فَيَقُولَانِ لَهُ : مَنْ رَبُّكَ ؟ فَيَقُولُ: رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ : مَا دِينُكَ ؟ فَيَقُولُ: دِينِيَ الْإِسْلَامُ فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ ؟ فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولَانِ لَهُ : وَمَا يُدْرِيْكَ ؟ فَيَقُولُ: قَرَأْتُ كِتَابَ اللَّهِ فَآمَنْتُ بِهِ وَصَدَّقْتُ فَيُنَادِي مُنَادٍ فِي السَّمَاءِ: أَنْ قَدْ صَدَقَ عَبْدِيفَأَفْرِشُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ (وَأَلْبِسُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ) وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ , قَالَ: فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ قَالَ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ فَيَقُولُ : أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ , فَيَقُولُ لَهُ : مَنْ أَنْتَ , فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ, فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ, فَيَقُولُ: رَبِّ أَقِمِ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي
Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, lalu keduanya bertanya, “Siapakah Rabbmu ?” Dia (si mayyit) menjawab, “Rabbku yaitu Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apa agamamu?”Dia menjawab: “Agamaku yaitu al-Islam”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kau ini?” Dia menjawab, “Beliau utusan Allâh”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah ilmumu?” Dia menjawab, “Aku membaca kitab Allâh, saya mengimaninya dan membenarkannya”.
Lalu seorang penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) benar, berilah dia hamparan dari surga, (dan berilah dia pakaian dari surga), bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga.
Maka datanglah kepadanya basi dan wangi surga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah ganteng kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan, “Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (kebaikan)”. Maka ruh orang Mukmin itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu yaitu wajah yang membawa kebaikan?” Dia menjawab, “Aku yaitu amalmu yang shalih”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, tegakkanlah hari kiamat, sehingga saya akan kembali kepada istriku dan hartaku”.
Pertanyaan ini juga dilontarkan kepada orang kafir, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ : مَنْ رَبُّكَ؟ فَيَقُولُ : هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا دِينُكَ ؟ فَيَقُولُ : هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَافْرِشُوا لَهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوءُكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ, فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ
Kemudian ruhnya dikembalikan di dalam jasadnya. Dan dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya. Kedua malaikat itu bertanya, “Sipakah Rabbmu?” Dia menjawab: “Hah, hah, saya tidak tahu”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah agamamu?” Dia menjawab, “Hah, hah, saya tidak tahu”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kau ini?”Dia menjawab: “Hah, hah, saya tidak tahu”.
Lalu penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) dusta, berilah dia hamparan dari neraka, dan bukakanlah sebuah pintu untuknya ke neraka.” Maka panas neraka dan asapnya datang mendatanginya. Dan kuburnya disempitkan, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan.
Dan datanglah seorang laki-laki berwajah buruk kepadanya, berpakaian buruk, beraroma busuk, lalu mengatakan, “Terimalah kabar yang menyusahkanmu ! Inilah harimu yang telah dijanjikan (keburukan) kepadamu”. Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu yaitu wajah yang membawa keburukan?” Dia menjawab, “Aku yaitu amalmu yang buruk”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, janganlah Engkau tegakkan hari kiamat”. [Lihat Shahîhul Jâmi’ no: 1672]
Dari hadits yang telah dikemukakan di atas menunjukkan bahwa pertanyaan dalam kubur berlaku untuk umum, baik orang Mukmin maupun kafir.

ADZAB DAN NIKMAT KUBUR
Banyak sekali hadits yang menjelaskan eksistensi adzab dan nikmat kubur. Hal ini telah disepakati oleh Ahlus Sunnah wal Jamâ’ah. Imam Ibnu Abil ‘Izzi rahimahullah , penulis kitab al-Aqîdah ath-Thahâwiyah, berkata, “Telah mutawatir hadits-hadits dari Rasûlullâh wacana eksistensi adzab dan nikmat kubur bagi orang yang berhak mendapatkannya; Demikian juga pertanyaan dua malaikat. Oleh karena itu, wajib meyakini dan mengimani kepastian ini. Dan kita tidak membicarakan bagaimana caranya, karena logika tidak memahami bagaimana caranya, karena keadaan itu tidak dikenal di dunia ini. Syari’at tidaklah datang membawa perkara yang mustahil bagi akal, tetapi terkadang membawa perkara yang membingungkan akal. Karena kembalinya ruh ke jasad (di alam kubur) tidaklah dengan cara yang diketahui di dunia, namun ruh dikembalikan ke jasad dengan cara yang berlainan dengan yang ada di dunia.” [Kitab Syarah al-Aqîdah ath-Thahâwiyah, hlm.450; al-Minhah al-Ilâhiyah fii Tahdzîb Syarh ath-Thahâwiyah, hlm. 238]
Kalangan atheis dan orang-orang Islam yang mengikuti pendapat para filosof mengingkari adanya adzab kubur. Mereka beralasan bahwa setelah membongkar kubur, mereka tidak melihat sama sekali apa yang diberitakan oleh nash-nash syariat. Mereka semua tidak mempercayai apa yang di luar jangkauan ilmu mereka. Mereka menduga bahwa penglihatan mereka dapat melihat segala sesuatu dan indera pendengaran mereka dapat mendengar segala sesuatu, padahal kita ketika ini telah mengetahui beberapa belakang layar alam yang oleh penglihatan dan indera pendengaran kita tidak dapat menangkapnya.
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan membenarkan berita-Nya.
Di dalam al-Qur’ân terdapat isyarat-isyarat yang menunjukkan adanya adzab kubur. Antara lain yaitu Firman Allâh Azza wa Jalla wacana Fir’aun dan kaumnya :
وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ ﴿٤٥﴾ النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ
Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras”. [al-Mukmin/40: 45-46]
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata wacana ayat ini, “Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk”, yaitu karam di lautan, kemudian pindah ke neraka Jahim. “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang”, bersama-sama ruh-ruh mereka dihadapkan ke neraka pada waktu pagi dan petang hingga hari kiamat. Jika hari selesai zaman telah terjadi ruh dan jasad mereka berkumpul di neraka. Oleh karena inilah Allâh Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “dan pada hari terjadinya kiamat. (dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras”, yaitu kepedihannya lebih dahsyat dan siksanya lebih besar. Dan ayat ini merupakan fondasi yang besar dalam pengambilan dalil Ahlus Sunnah terhadap adanya siksaan barzakh di dalam kubur, yaitu firmanNya ‘Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang’. [Tafsir surat al-Mukmin/40: 45-46]
Imam al-Qurthubi t mengatakan, “Mayoritas Ulama menyatakan bahwa penampakan nereka itu terjadi di barzakh, dan itu merupakan dalil penetapan adanya siksa kubur”. [Fathul Bâri 11/233]

SEBAB-SEBAB SIKSA KUBUR
1 )
Sebab-sebab yang menimbulkan seseorang menerima siksa kubur ada dua bagian, mujmal (global) dan mufash-shal (rinci). Sebabnya secara mujmal (global), yaitu kebodohan terhadap Allâh Azza wa Jalla , menyia-nyiakan perintah-Nya, dan menerjang larangan-Nya. Sedangkan sebabnya secara mufash-shal (rinci), yaitu perkara-perkara yang dijelaskan oleh nash-nash sebagai alasannya yaitu siksa kubur.
Di sini akan kami sebutkan di antara alasannya yaitu mufash-shal sehingga kita mampu menjauhinya:
1. Namimah, yaitu memberikan perkataan seseorang kepada orang lain untuk merusak relasi mereka.
2. Tidak menutupi diri ketika buang hajat.
3. Ghulul, yaitu mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi oleh imam.
4. Dusta.
5. Memahami al-Qur’ân namun tidak mengamalkannya.
6. Zina
7. Riba
8. Mayit yang ditangisi keluarganya, jikalau jenazah tersebut tidak melarang sebelumnya.





1.Perjalanan sejarah sambas
Sejak tanggal 15 juli 1999,kota Sambas telah kembali bangun menjadi ibukota Kabupaten Sambas.Sebelumnya,kotaSambas hanya menjadi ibukota kecamatan,salah satu kecamatan dalam kabupaten Daerah Tingkat II sambas yang beribukota di Singkawang (sejak tahun 1957-1999).
Kalau kita lihat ke belakang,sejarah kesultanan Sambas,adalah sebuah kerajaan kesultanan besar di Kalimantan maupun di nusantara Indonesia.Kesultanan Sambasterkenal besar semenjak sultan sambas yang pertamalSultan Muhammad Syafiuddin I (1631-1668).Kejayaan kesultanan sambas telah membesarkan nama negri Sambas,sampai pada Sultan Sambas ke-15 yaitu Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin (1931-1943).Kerajaan Sambas sirna saat Sultan ke-15 ini wafat alasannya yakni ditangkap dan di bunuh oleh tentara pendudukan jepang tahun 1943.Kekejaman facisme jepang meruntuhkan kejayaan Sambas.
Nama dan kejayaan Sambas bekerjsama tidak hanya dimulai dari Sultan Muhammad Syafiuddin I (1631-1668).Sejak kurun ke-13 masehi sudah ada kekuasaan raja-raja Sambas.Bermula dari kedatangan prajurit majapahit di Paloh.Kemudian sentra kerajaan Sambas berpindah ke kota lama di Teluk keramat.Dari kota lama berpindah ke kota bangun di sungai Sambas Besar.Dari kota bangun pindah lagi ke kota Bandir dan kemudian pindah lagi ke Lubuk Madung.Konon menurut cerita,rombongan Raden Sulaiman pernah singgah di Tebas.Mereka sempat menebas kawasan ini tetapi kumudian ditinggalkan.Dinamakanlah kawasan itu tebas.
Barulah pada masa sultan sambas ke-2 yaitu Raden Bima gelar Sultan Muhammad Tajuddin (1668-1708) sentra Kesultanan Sambas dibangun di Muara Ulakan,di pertemuan 3 sungai yaitu sungai Sambas Kecil,sungai Subah dan sungai Tebarau.Sejak tahun 1668 Kota Sambas itu meliputi kawasan Pemangkat, Singkawang dan kawasan Sambas sendiri , yang kaya akan emas.
Sejak jaman pendudukan Jepang dan NICA (1942-1950),integritas Kerajaan Sambas telah sirna alasannya yakni terlibat dengan pergolakan perang Dunia II.Ketika kawasan Sambas atau Kalimantan Barat kembali bernaung dibawah Negara Kesatuan Repulik Indonesia pada tahun 1950, dan dibentuknya pemerintahan administrative Kabupaten Sambas, rakyat sambas bekerjsama menuntut biar kota Sambas tetap menjadi ibukota kabupaten Sambas.Keinginan rakyat Sambas ini yakni sebagai upaya melanjutkan kembali kejayaan negri Sambas semenjak pemerintahan para Sultan Sambas dari tahun 1631-1943.
Allhamdullillah, harapan rakyat sambas menyebabkan kota sambas sebagai ibukota Kabupaten Sambas terwujud juga semenjak tanggal 15 juli 1999.Pemerintahan kabupaten Sambas berkedudukan di kota Sambas, yang telah sirna semenjak tahun 1943-1999,lima puluh tahun kemudian.
2.Purba sejarah Sambas
Riwayat kerajaan dan para Sultan Sambas berdasarkan catatan tertulis dan benda peninggalan secara terang dimulai pada awal berdirinya kesultanan islam Sambas pada awal kurun ke-17.Sumber tertulis utama ihwal kesultanan Sambas,adalah goresan pena Sultan Muhammad Syafiuddin II berjudul “Silsilah Raja-raja Sambas” yang tertulis sendiri oleh Sultan Sambas ke-13 itu pada bulan Desember 1903.
Sumber tertulis utama dari Negara Brunai Darussalam yakni kitab “Silsilah Raja-Raja Brunai”.Sumber sejarah kesultanan Sambas berkaitan dengan kerajaan Brunai telah diterbitkan dalam tiga buah buku oleh Pusat sejarah Brunai.Ketiga buku tersebut adalah:
“Tarsilah Brunai,sejarah awal dan perkembangan islam”(thn 1990).
“Raja tengah, Sultan Serawak Pertama dan Terakhir”(thn 1995).
“Tarsilah Brunai, Zaman kegemilangan dan Kemashuran”(thn 1997).
Didalam sejarah Raja-raja Brunai maupun Silsilah Raja-Raja Sambas, riwayat kesultana Sambas dijelaskan mulai masa Raja tengah,Raja Serawak yang selam 40 thn berada di Sukadana dan Sambas (1600-1641).Raden Sulaiman yakni putera Raja Tengah dari perkawinan Raja Tengah dgn Puteri Surya Kusuma,puteri sultan Matan/Sukadana,Sultan Muhammad Syafiuddin.Kemudian Raden Sulaiman yakni Sultan Sambas pertama: 1631-1668.
Namun Sejarah Sambas sudah bermula jauh sebelum Raden Sulaiman berkuasa.Walaupun tidak didapatkan catatan tertulis ihwal purba sejarah Sambas,dari catatan kerajaan Majapahit dan Kronik-kronik Kaisar Cina,disebutkan bahwa Sambas sudah ada sejajar dengan kerajaan-kerajaan di Kalimantan,Jawa,Sumatera,Malaka dan Brunai serta Kekaisaran Cina pada kurun ke-13 dan ke-14.
Masa purba sejarah Sambas dan Kalimantan masih diliputi kabut ketidakpastian alasannya yakni tidak banyak data dan gosip yang diperoleh.namun kawasan episode Barat Kalimantan telah banyak dikenal oleh para pelancong dan pedagang abnormal dari Cina,India dan Arab semenjak kurun ke-10.


Dua Dosa yang Tetap Mengalir Meski Sudah Meninggal



Sebagian insan mampu dengan mudah melaksanakan perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Karena seringnya dilakukan, tindakan tersebut terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa menyerupai dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main.

Balasannya mutlak neraka yang sudah disiapkan Tuhan SWT bagi hamba-Nya yang ingkar. Ternyata, setelah meninggal tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja.

Selama perbuatan maksiat tersebut masih berdampak dan besar lengan berkuasa kepada orang lain, maka dosanya akan tetap mengalir kepada pelakunya meski Ia sudah meninggal. Apa saja dosa-dosa tersebut? Berikut ulasannya.

Jika biasanya kita mengenal amal jariyah yang pahalanya mengalir meski sudah meninggal, maka ada juga dosa jariyah yang di janjikan Tuhan SWT akan diterima manusia. Saat sudah meninggal, seseorang akan tetap mendapatkan dosa sebab perbuatannya semasa di dunia masih besar lengan berkuasa buruk terhadap orang lain.

Padahal di alam barzah insan sangat membutuhkan limpahan pahala sebagai sumbangan mereka menunggu hari kiamat. Namun sebab dosa jariyah ini mereka justru harus menanggung dosa-dosa yang dilakukan orang lain, akhir pengaruh atas tindakan maksiat yang pernah Ia lakukan semasa hidup.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang faktual (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Lantas apa saja dosa yang akan terus mengalir ini?

1. Menjadi Pelopor Maksiat
Pelopor merupakan orang yang pertama melaksanakan suatu tindakan sehingga yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia memalsukan baik dengan paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini akan sangat mengagumkan kalau menjadi penggagas untuk tujuan yang baik. Namun bagaimana kalau menjadi penggagas maksiat?

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka ia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melaksanakan keburukan itu sebab ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang yang menjadi penggagas ini sama sekali tidak mengajak orang di lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tidak memperlihatkan motivasi kepada orang lain untuk mengikutinya. Namun sebab perbuatannya ini Ia berhasil menginsipirasi orang lain melaksanakan maksiat serupa.

Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang membunuh insan harus bertangungjawab atas semua kasus pembunuhan di alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa sebab pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya).

Tidak mampu dibayangkan, bagaimana dosa yang akan ditanggung penggagas dan pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno dan masih banyak tindak maksiat lainnya. Sebagai penggagas dosa mereka akan terus mengalir sampai hari final zaman kelak.

2. Mengajak Orang lain Melakukan Kesesatan dan Maksiat
Berbeda dengan penggagas yang hanya menginspirasi orang lain, orang yang satu ini dengan faktual mengajak orang lain untuk melaksanakan kesesatan dan tindakan maksiat. Merekalah merupakan juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.

Dalam Quran Tuhan SWT menceritakan bagaimana orang kafir kelak akan mendapatkan dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan dosa-dosa orang-orang yang juga mereka sesatkan.

“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).”(QS. an-Nahl: 25)

Ayat ini memiliki makna yang sama dengan  hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, ia mendapatkan dosa, menyerupai dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Contoh mudah terkait hadist ini ialah orang-orang yang menjadi propaganda kesesatan, mereka berbagi pemikiran-pemikiran yang menyimpang, mengajak masyarakat untuk berbuat kesyirikan dan bid’ah.

Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka? Selama masih ada insan yang mengikuti apa yang mereka serukan, maka selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun ia sudah dikubur tanah.

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun ia sendiri tidak melakukannya, namun ia tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya.

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih banyak melaksanakan amal shaleh dibanding dosa-dosa maksiat. Karena hidup tidak hanya semata di dunia lalu selesai saat sudah meninggal. Namun perjalanan masih panjang untuk menuju kehidupan yang kekal.

Na’udzubillah..

Setan merupakan salah satu makhluk ciptaan Yang Mahakuasa SWT yang diciptakan dari api dan memiliki misi untuk menyesatkan insan sehingga menjadi temannya ketika di neraka kelak. Tipu daya setan sungguh licik sehingga bisa mengelabui manusia, bahkan setan bisa membungkus keburukan menjadi seperti kebaikan sehingga bisa menipu manusia. Bahaya akan muslihat setan ini dapat diminimalisir dengan mengamalkan amalan yang telah diajarkan oleh Rosulullah SAW.


Cukup Dengan 1 Bacaan Ini Anda Bisa Membuat Puluhan Iblis Kocar Kacir Ketakutan... Silahkan di Coba...!!!

Dalam Islam terdapat banyak amalan yang memiliki banyak manfaat untuk setiap muslim amalkan. Masing-masing amalan yang diajarkan dalam Islam memiliki kelebihan dan manfaat masing-masing, salah satunya yakni untuk mengalahkan setan yang selalu mengganggu manusia. Amalan apakah yang dapat mengalahkan setan?

Rosulullah selalu mengajarkan banyak sekali amalan yang dapat membawa kebaikan bagi setiap muslim, selain itu amalan tersebut juga bisa mengalahkan setan yang akan menarik hati kita. Amalan apa yang dapat mengalahkan 70 setan? Ternyata amalan sederhana yang bisa mengalahkan 70 setan yakni berzakat dan menjalankan semua perintah Yang Mahakuasa SWT serta menjauhi segala larangan-Nya. Makara kalahkan 70 setan dengan satu amalan ini ya…

Amalan ini memang merupakan amalan yang sangat sederhana, tetapi masih banyak umat Islam yang belum menjalankannya dan bahkan berat untuk melaksanakannya. Bersedekah tidak hanya dapat mengalahkan setan saja tetapi juga membawa banyak manfaat bagi setiap muslim yaitu sebagai pembuka pintu rejeki, pelindung dari segala bencana alam dan penyakit, serta sebagai rasa syukur atas segala rejeki yang telah Yang Mahakuasa SWT berikan dengan banyak sekali cara kepada orang yang membutuhkan.

Rosulullah selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berzakat sesuai dengan kemampuannya untuk membantu orang lain dan meningkatkan kesadaran akan hidup bersosialisasi dan tolong menolong dengan sesama. Bersedekah dapat dilakukan meskipun hanya dengan sebiji kurma tetapi yang harus ditekankan bahwa sedekah dilakukan dengan tulus tanpa mengharap kebanggaan dari orang lain. Sudahkah Anda siap mengalahkan 70 setan dengan amalan ini?

Menurut pendapat ulama besar syeikh Ibnu bahwa insan selalu diganggu oleh 70 jenis setan setiap harinya. Setan-setan tersebut mengerubungi seluruh anggota badan insan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki biar insan melaksanakan hal yang dilarang oleh aliran Islam.

Maka tak heran jikalau kekuatan muslihat setan sangat besar dan dikala ini banyak sekali insan yang telah terjebak dengan tipuan setan dan bahkan telah melaksanakan banyak sekali hal larangan Islam secara terang-terangan tanpa memperdulikan bahaya yang telah Yang Mahakuasa SWT jelaskan dalam Al-Quran yaitu neraka.

Setiap orang masih merasa berat untuk berzakat alasannya yakni mereka selalu berpikir masih dalam kekurangan, padahal sedekah tidak harus dilakukan dalam jumlah yang besar tetapi sesuai dengan kemampuan masing-masing orang.

Jika sampai dikala ini kita masih berat untuk melaksanakan amalan sederhana untuk kalahkan 70 setan yaitu bersedekah, belum terlambat untuk memperbaikinya. Kebiasaan berzakat dapat ditanamkan dalam diri dengan melaksanakan latihan yaitu mulailah berzakat dengan hal kecil secara rutin misalnya sebulan sekali mengeluarkan sedekah sepuluh ribu rupiah. Jika hal ini telah rutin dilakukan maka tingkatkan frekuensinya yaitu seminggu sekali, dan akan lebih baik lagi jikalau ditingkatkan setiap hari meskipun hanya seribu rupiah saja.

Jika dipikirkan dengan seksama, kita bisa membeli barang mahal tetapi mengapa kita tidak bisa mengeluarkan sedekah yang jumlahnya tidak sebanding dengan barang mewah yang kita beli. Padahal semua kemewahan yang kita dapatkan di dunia ini bersifat sementara dan tidak dibawa mati tetapi malah justru harus dipertanggungjawabkan dihadapan Yang Mahakuasa SWT kelak di akhirat.

Demikian gosip seputar amalan sederhana berzakat dan jikalau amalkan 1 amalan ini maka Anda bisa kalahkan 70 setan.

Inilah Ciri Orang yang Menjadi Sahabat dan Dicintai Malaikat

Malaikat merupakan makhluk mulia yang diciptakan oleh Yang Mahakuasa SWT. Mereka yakni bangsa yang senantiasa patuh akan perintah-Nya dan tidak pernah melaksanakan perbuatan dosa.. Yang Mahakuasa menugaskan para malaikat untuk mendampingi kehidupan insan selama hidup di dunia.

Tidak hanya itu, ada pula malaikat yang bertugas di dalam surga dan neraka. Dalam kesehariannya, para malaikat ini tidak makan, minum apalagi menikah. Hal ini dikarenakan mereka tidak diberikan karunia berupa nafsu ataupun pikiran.


Akan tetapi, banyak orang yang belum tahu bahwa ternyata para malaikat ini memilih insan untuk dijadikan sobat untuk mereka. Namun, sudah pasti mereka yakni orang pilihan dari Yang Mahakuasa SWT. Lantas, siapakah orang yang dijadikan sobat serta dicintai oleh para malaikat ini? Berikut gosip selengkapnya.

Orang pilihan yang menjadi sobat dan dicintai oleh para malaikat Yang Mahakuasa yakni orang yang beriman. Yang Mahakuasa SWT menugaskan kepada para malaikay untuk senantiasa melimpahkan rasa aman ke dalam hati orang yang beriman.

Tidak cukup hingga di situ, para malaikat ini juga diperintahkan untuk memberikan kabar besar hati wacana surga kepada kaum beriman serta loyal kepada mereka di dalam kehidupan dunia ataupun akhirat.
Allah SWTberfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kau takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Yang Mahakuasa kepadamu”. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kau memperoleh apa yang kau inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kau minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Fushshilat: 30-32)

Beriman di sini dalam artian bukan hanya sekedar perkataan “Tuhan kami yakni Allah. Namun lebih dari itu, hal terpenting yakni konsistensi dari perkatan tersebut. Selain ia beriman dengan perkataan, keimanan tersebut juga harus berasal dari hati nuraninya serta perilaku selama orang tersebut hidup di dunia.

Orang-orang yang konsisten dengan keimanannya serta tabah dalam menghadapi cobaan dan tidak mudah terlena dengan kenikmatan yang diberikan Yang Mahakuasa inilah yang berhak menerima kenikmatan abadi di sisi Yang Mahakuasa SWT. Bahkan orang yang memiliki ciri ini juga berhak menerima persahabatan dengan para malaikat dan cinta dari mereka.

Apabila sudah merasa memiliki keimanan kepada Yang Mahakuasa SWT dengan hati, ekspresi dan perbuatannya, maka ia tidak perlu takut dan bersedih hati perihal kehidupannya di ahirat kelak. alasannya Yang Mahakuasa SWT akan senantiasa melindungi mereka ketika berada di dunia ataupun kehidupan setelahnya.

Tidak cukup hingga di situ, orang yang beriman juga dijanjikan akan menerima surga dikala di alam abadi kelak. Di dalam surga inilah orang yang termasuk ke dalam golongan ini akan menerima apapun yang ia inginkan. Yang Mahakuasa SWT juga akan menunjukkan kenikmatan yang tiada terkira kepada mereka yang bertakwa.

biar kita semua termasuk golongan tersebut...amin amin ya robballalamin..


Inilah Dosa yang 1000 Kali Lebih Besar dari Berzina


Perilaku zina merupakan salah satu perbuatan dosa besar yang sangat dibenci Allah. Begitu banyak ayat dalam Quran menjelaskan wacana hukuman yang akan diterima para pelakunya  baik ketika di dunia maupun ketika di akhirat.

Jika dilakukan oleh orang yang belum menikah, maka pelaku zina harus dirajam di hadapan penduduk sebanyak seratus kali. Sementara bagi yang sudah menikah namun melaksanakan zina dengan yang bukan muhrimnya, maka hukumannya dirajam hingga mati.

Bahkan dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nabi Musa as tidak memaafkan pelaku zina alasannya yakni dianggap sangat hina. Ia mengusir wanita pelaku zina yang ingin bertaubat dan  meminta petunjuk darinya. Hal ini mengambarkan bahwa zina merupakan dosa besar yang sulit diampuni.

Meski demikian besar bahaya dosa yang akan diterima oleh pelaku zina, namun ternyata ada dosa yang besarnya 1000 kali lebih besar dari dosa ini. Ancaman bagi pelaku dosa tersebut yakni hukuman dan kemurkaan Tuhan serta menerima kehinaan di dunia dan akhirat. Apakah dosa yang 1000 kali lebih besar dibanding zina? Berikut ulasannya.

Ternyata dosa yang sedemikian besar tersebut yakni dosa orang yang sengaja meninggalkan salat lima waktu. Salat merupakan kewajiban utama umat Islam yang menjadi pondasi dasar agama Tuhan ini. Meninggalkannya sama dengan meruntuhkan tiang agama dan membuat Tuhan SWT menjadi murka. Tidak hanya ketika di dunia, hukuman bagi orang yang meninggalkan salat, di darul abadi juga sangat pedih.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja yakni dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Tuhan serta menerima kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)

“Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menimbulkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).

Dalam riwayat yang lain juga dijelaskan bagaiamana kejamnya siksaan bagi mereka yang meninggalkan shalat. Ibnu Abbas r.a. berkata Jika langit sudah terbuka, maka malaikat akan datang dengan membawa rantai sepanjang 7 hasta. Rantai ini akan digantungkan kepada orang yang tidak melaksanakan shalat. Kemudian dimasukkan dalam mulutnya dan akan keluar dari duburnya. Kemudian malaikat mengumumkan, “ini yakni jawaban orang yang menyepelekan perintah Allah.” (Ibnu Abbas r.a).

Nisbah dosa yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat yakni antara lain yakni sebagai berikut:

Jika satu kali meninggalkan shalat subuh, maka hukumannya yakni masuk neraka selama 30 tahun, sedangkan satu hari di neraka sama dengan  60.000 tahun di dunia. Artinya satu kali tidak melaksanakan salat subuh, maka kita akan mendekam 60 ribu tahun di neraka.
Meninggalkan satu kali salat zuhur, sama dosanya dengan dosa membunuh  1.000 umat Islam
Dosa satu kali meninggalkan shalat ashar sama dengan dosa meruntuhkan Ka’bah
Dosa satu kali meninggalkan shalat maghrib sama dengan dosa berzina dengan ibunya (jika laki-laki) atau berzina dengan ayahnya (jika perempuan)
Satu kali meninggalkan shalat isya, tidak akan di-ridhoi oleh Tuhan untuk tinggal di Bumi dan akan didesak mencari bumi atau kawasan hidup yang lain.


Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa mendirikan salat, melaksanakannya sempurna waktu, biar sholat kita diterima oleh allah swt ,,amin amin yarobballalamin...

Kisah Tentang Keajaiban Istighfar yang Menggetarkan

Lafadz Istighfar merupakan salah satu dzikir untuk memohon ampun kepada Allah. Biasanya setelah salat, umat muslim tidak akan melewatkan untuk mengucapkan kalimat Astagfirullah Hal Adzim tersebut.

Harapannya, Istighfar bisa menghapuskan dosa-dosa yang diperbuat. Ternyata, tidak hanya untuk memohon ampunan, kalimat dzikir yang sering diucapkan Nabi Muhammad ini juga memiliki banyak keutamaan lain kalau diamalkan.


Kisah-kisah berikut menceritakan bagaimana ajaibnya amalan Istighfar dalam kehidupan. Mulai dari kisah pedagang roti yang ingin bertemu dengan Imam Ahmad, hingga nenek bau tanah renta yang mengharapkan pertolongan dokter untuk menyembuhkan cucunya. Bagaimana lengkapnya? Berikut ulasannya.

1. Kisah Ajaib Pedagang Roti
Imam Ahmad rahimahullah merupakan salah satu ulama madzhab 4 yang namanya mahsyur hingga dikala ini. Pada zamannya, Ia begitu dielu-elukan oleh banyak orang. Dalam sebuah kisah yang ditulis Imam al Jauzi rahimahullah dalam buku wacana Imam Ahmad dikisahkan bahwa dikala sang Imam memasuki usia senja dia begitu ingin pergi ke Negeri Syam.

Namun anehnya Imam Ahmad sama sekali tidak memiliki tujuan yang terperinci kenapa Ia ingin pergi ke kawasan itu. Padahal Ia harus menempuh perjalanan jauh dari kediamannya di Baghdad menuju Syam. Sesampainya di Syam, Imam Ahmad berhenti untuk menunaikan salat dzuhur. Tidak ada yang mengenalinya, mengingat zaman dahulu teknologi tidak secanggih dikala ini.

Ia menunggu di masjid tersebut hingga menjelang salat Ashar. Setelah Ashar, sang Imam membaca Quran untuk menunggu waktu Magrib dan Isya. Setelah habis malam, Imam Ahmad kemudian ingin tidur dan beristirahat di masjid tersebut.

Namun penjaga masjid tidak mengizinkan Ia tidur disana.

“Wahai syekh, anda tidak boleh tidur disini, ini peraturan silahkan pergi,” kata penjaga

Namun Imam Ahmad menolak, “Saya musafir, saya ingin istirahat disini” jawab sang Imam.

Namun sang penjaga tetap menolak dan memintanya untuk keluar lalu kemudian mengunci pintu masjid. Setelah penjaga tersebut pergi, Imam Ahmad kembali beristirahat di pelataran masjid.

Tapi, sang penjaga kembali datang dan lagi-lagi mengusirnya hingga mendorongnya menuju ke jalanan. Lalu ada tukang roti yang rumahnya tidak jauh dari masjid melihat kondisi tersebut. Tukang Roti tersebut memanggilnya

“Hai syekh, kemarilah beristirahatlah di toko ku, ”

Kemudian Iman Ahmad masuk ke toko roti tersebut. “Rumahku tidak jauh dari sini, ini toko roti ku, dibelakang sana, ada ruangan  untuk beristirahat. Beristirahatlah malam ini dan besok pagi engkau bisa melanjutkan perjalanan lagi”

Setelah masuk ke toko tersebut, Imam Ahmad kemudian memperhatikan acara sang penjual roti. Dan ada satu hal yang paling menarik perhatian dia dari lelaki ini. Yakni ucapan dzikir dan doa istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus semenjak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.

Imam Ahmad yang kagum lalu bertanya “Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti menyerupai ini?”

Ia menjawab, “Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi.”

Lalu Imam Ahmad bertanya lagi “Lantas apa hasilnya”

“Ya, Tuhan mengabulkan semua undangan ku” Jawabnya.

“Lalu apa permintaanmu yang belum dikabulkan Allah?” tanya Sang Imam.

Si lelaki saleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata, “Sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Tuhan untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau yaitu Imam Ahmad bin Hanbal!”

“Allahu Akbar! karena  Istighfarmu lah Tuhan SWT mendatangkan saya datang ke kota mu ini tanpa alasan yang jelas, alasannya yaitu Istighfarmu lah Marbot Masjid melarang saya tidur di Masjid, alasannya yaitu Istighfarmulah engkau menunjukkan saya istirahat ditempatmu. Saya lah Ahmad bin Hanbal…

Masya Allah, Tuhan SWT mendatangkan Imam Ahmad ke rumahnya alasannya yaitu Istighfarnya.

2. Ajaibnya Istighfar Seorang Ibu
Kisah selanjutnya belum lama terjadi yang bercerita wacana seorang ibu yang berada di tinggal wilayah Khasmir. Ibu ini memiliki anak perempuan yang memiliki penyakit tulang. Si Ibu selalu berdoa kepada Tuhan SWT sambil beristighfar. Pasalnya dia sudah membawa anaknya ke dokter di sekitar wilayahnya namun tidak mendapatkan hasil.

Mereka hanya bilang bahwa hanya ada satu dokter yang bisa menangani penyakit ini. Dokter tersebut seorang muslim shli seorang jago tulang, namun sayangnya Ia tinggal sangat jauh yakni di India.

Sang Ibu mengetahui kalau dirinya tidak memiliki kemampuan untuk pergi ke India membeli tiket pesawat, makan selama di sana dan biaya berobatnya. Maka ibu ini hanya memperbanyak doa dan Istighfar.

Ringkas cerita, dokter yang menjadi target keluar dari India untuk mengisi sebuah program dan melewati wilayah Khasmir.

Tiba-tiba pilotnya bilang tidak bisa terbang alasannya yaitu ada hujan tornado dan harus turun di wilayah ini. Setelah turun tiba-tiba berkata “saya harus menghadiri seminar, berapa jauh lagi wilayah ini dari kawasan tujuan”

Ternyata waktu yang diperlukan untuk hingga sekitar empat jam, sehingga sang dokter memilih untuk menyewa kendaraan beroda empat alasannya yaitu waktu untuk seminar sekitar enam jam lagi.

Akhirnya ia meninggalkan Bandara untuk menuju lokasi seminar. Namun sayang, gres sebentar meninggalkan bandar hujan semakin lebat sehingga supir tidak bisa melanjutkan perjalanan. Karena kalau dipaksakan maka mereka akan menghadapi badai.

Akhirnya dokter menyetujui untuk beristirahat dengan mendatangi rumah penduduk setempat. Rumah tersebut tampak bau tanah yang terbuat dari kayu yang reot. Lalu dokternya mengetuk pintu, mengucapkan salam dan meminta pemberian semoga sang pemilik rumah menyampaikan tumpangan.

Lalu sang dokter masuk dan si ibu mengambilkan minuman. Ketika sang dokter berada di ruang tamu, anak si ibu ini menangis kesakitan dikamar. Lalu dokter bertanya

“Kenapa anak ibu menangis” tanya dokter

“Sakit tulang” jawab sang ibu

“Kenapa tidak dibawa ke dokter?”

”Sudah, tapi kata dokter mereka tidak bisa menyembuhkan. Yang bisa menyembuhkan hanya dokter yang berjulukan si Fulan,”

Dokternya lalu berkata segala puji bagi Tuhan yang mendatangkan saya ke rumah ibu. Saya ini dokter yang ibu maksud. Tuhan datangkan ke rumahnya justru hanya dengan Istighfar, tanpa biaya dan gratis. Masya Allah.

3. Berkah Merutinkan Istighfar Selamat dari Fitnah 
Kisah selanjutnya datang dari dokter seorang jago jantung yang berjulukan Dr. Khalid Jubai. Ia mengalami keajaiban Istighfar dalam hidupnya. Pada suatu ketika, Dr. Khalid Jubai mendapat fitnah dari rekan sekantornya. Jika fitnah tersebut berhasil dibuktikan, maka sang dokter ternacam dipensiunkan dini dari rumah sakit.

Hal ini membuatnya gusar hingga begitu tersiksa batin.  Meski demikian, ia berjuang untuk memulihkan nama baik. Tapi upayanya tidak cukup untuk bisa melawan rekan sekantornya yang menebar fitnah. Kondisi ini sempat membuatnya putus asa hingga beberapa saat.

Namun keajaiban mulai terjadi ketika Ia mendatangi masjid. Setelah salat, ia teringat sesuatu yang mengubah pemikirannya.  Selama ini semua orang yang sakit datang kepadaku dengan impian besar semoga saya mengobati mereka, tapi mengapa sekarang saya sendiri justru tidak mampu,” pikir beliau.

Selanjutnya tiba-tiba dia teringat keutamaan istighfar, dan mencicipi adanya dorongan yang sangat berpengaruh untuk melakukannya. Maka sepanjang perjalanan pulang beliaupun mulai mengulang-ulang bacaan istighfar ini:

“Astaghfirullahal-ladzi la ilaha illa Huwal-Hayyul-Qayyum, wa atubu ilaih”

(Aku bersitighfar memohon ampun kepada Allah, Yang tiada dewa yang berhak diibadahi selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Maha Mengurus, dan saya bertobat kepada-Nya) HR. Al-Hakim dari Ibnu Mas’ud dan At-Tirmidzi dari Bilal bin Yasar bin Zaid.

Sesampainya di rumah, ada perasaan lega yang begitu dasyat. Ia mengalami semacam pengalaman spiritual yang merasuk ke dalam hati beliau. Sehingga beliaupun tak henti membaca lafadz istighfar tersebut, setiap dikala dan dalam segala kondisi.

Singkat cerita, hingga pada suatu waktu, semua tuduhan yang menjadi rumor buruk terhadapnya ternyata tidak terbukti. Tentu saja dia terkejut sekaligus bersyukur mengetahui kabar ini. Dengan begitu dia menjadi bebas dari sanksi pemberhentian kerja dan namanya pun menjadi bersih kembali.

Tak cukup hingga disitu, akhir fitnah yang dialamatkan kepada dia tidaklah terbukti, 5 koleganya yang melaporkan dia itu pun turut mendapatkan konsekuensi atas tuduhan yang tidak berdasar tersebut, diantara mereka ada yang dimutasi dari kawasan dan posisi kerjanya semula, ada yang justru dipensiundinikan, ada yang mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada dia dan instansi terkait.

Maka dari itu hendaklah kita selalu ingat sabda Nabi SAW jikalau bersama istighfar ada fasilitas dari permasalahan yang mendera kita. Dan amalan pembuka pintu rezeki yang mujarab dari Al-Qur'an dan Hadist.
Subhanallah...

Semoga kita semua dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari..amin..

Larangan Mencela Penyakit Demam

Semua orang pasti sangat menginginkan jasmani dan rohaninya dalam keadaan sehat. Namun tetap saja, dalam kondisi tertentu insan tidak bisa mengelak dari penyakit tertentu. Kondisi tersebut membuat tubuh lemah dan lesu sehingga tidak bisa melaksanakan kegiatan atau ibadah.

Salah satu penyakit yang pasti pernah dialami oleh insan yakni demam. Kondisi tubuh yang panas membuat pengecap tidak enak menelan sesuatu. Alhasil, dalam beberapa waktu seseorang harus istirahat jikalau menderita sakit ini.




Meski semua rasa makanan pahit, tubuh panas sampai menggigil, namun insan tidak boleh mencela penyakit yang satu ini. Pasalnya ada keistimewaan  yang jarang diketahui dari penyakit demam. Bahkan Rasulullah SAW marah ketika ada orang yang mencela demam. Mengapa demikian?

Manusia memang sulit untuk berbaik sangka terhadap bencana alam yang diberikan Tuhan SWT kepadanya. Seperti misalnya ketika mengalami sakit demam. Memang kondisi ini membuat tubuh begitu tidak enak.

Suhu tubuh tinggi dan menjadikan rasa meriang, rasa makanan tidak enak, serta lemah dan lesu merupakan hal-hal yang dialami ketika mengalami sakit demam. Namun tidak dapat dipungkiri, jikalau insan pasti akan mendapatkan jatah penyakit ini.

“demam yakni adegan jatah seorang mukmin dari neraka” Dari Munad Ibnu Syihab dan dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari

Tidak jarang beberapa diantara kita begitu marah ketika mengalami sakit ini. Misalnya dengan pernyataan-pernyataan berikut ini.

“Kenapalah harus demam, lagi banyak kerjaan, sekarang jadinya tidak bisa apa-apa”

“Ya Tuhan gak enak sekali rasa tubuh ini, gak mau sakit ini lagi ya Allah, ”

Dan masih banyak lagi pernyataan yang diungkapkan ketika mengalami sakit demam. Mungkin hal ini menjadi salah satu ungkapan alasannya yakni sudah cukup stres mencicipi demam.

Namun jikalau kita bisa bersabar, sebetulnya ada begitu banyak kebaikan yang Tuhan berikan pada penyakit ini. Seperti kata Rasulullah SAW dalam hadist riwayat Muslim berikut ini.

Jabir ra. menginformasikan bahwa Nabi Muhammad SAW masuk ke rumah Ummu Saib atau Ummu Musyyab, lalu bertanya . “Mengapa engkau menggigil wahai Ummu Saib?”

“Sakit pnas, ya Rasulullah” Jawab Ummu Saib. Lalu katanya “Semoga Allag tidak memberkahinya”

“Janganlah engkau mencela penyakit demam,” cegah Rasul “Sebab sesungguhnya penyakit itu dapat menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tiupan api pande (tukang las) dapat menghilangkan karat-karat besi” (HR Muslim).

Berdasarkan pendapat ulama, hadist ini terang mengatakan bahwa demam yakni penggugur dosa. Sehingga sangat sombong sekali insan jikalau mencela penyakit ini. Namun demikian, kita tidak diharuskan pasrah begitu saja tanpa ikhtiar untuk berobat. Rasul juga  menunjukkan obat atau penawar ketika insan mengalami demam.

"Demam berasal dari kepanasan api neraka yang mendidih, maka padamkanlah ia dengan air". (Hadith riwayat Bukhari dan Muslim)

Jika sudah ditakdirkan sembuh, Tuhan pasti akan mengangkat penyakit tersebut serta mengangkat dosa-dosa kita. Secara medis, demam juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Dan telah terbukti secara ilmiah bahwa ketika demam kadar zat interferon meningkat dengan persentase yang besar. Sebagaimana terbukti pula bahwa zat yang diproduksi oleh sel darah putih ini dapat mematikan virus yang menyerang tubuh dan menjadikan tubuh lebih bisa untuk membentuk antibodi yang melindungi tubuh (dari penyakit).

Selain itu, telah terbukti bahwa zat interferon, yang keluar dalam umlah yang berlimpah selama demam tidak hanya membersihkan tubuh dari virus dan kuman saja, akan tetapi ia meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan (meningkatkan) kemampuannya untuk membasmi sel-sel kanker semenjak awal sebelum kemunculannya, yang pada jadinya hal tersebut melindungi tubuh dari munculnya (tumbuhnya) sel-sel kanker yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

Semoga kita selalu berprasangka baik terhadap takdir Tuhan termasuk ketika diberi cobaan dengan penyakit demam.
Semoga bermanfaat untuk kita semua amin
Wallahua’lam...



Shalat Tahajud termasuk salat sunah yang dikerjakan oleh Rasulullah saw. Banyak ulama berpendapat bahwa dasar pelaksanaan salat tahajud adalah 
Surat Al-isra’ Ayat 79

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kau sebagai suatu ibadah embel-embel bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kau ke kawasan yang Terpuji.”(Al-Isra : 79)

Ibnu Katsir dikala menafsirkan ayat tersebut mengatakan bahwa ayat tersebut mengambarkan perintah Yang Mahakuasa kepada kaum muslimin untuk mengerjakan shalat malam yang dikerjakan rutin semoga mendapat derajat yang tinggi di hadapan Allah.


Tata Cara Shalat Tahajud


Adapun tata cara pelaksanaan shalat tahajjud yang dilaksanakan oleh Rasulullah, tergambar di dalam beberapa hadis berikut

Pertama, Hadis yang diriwayatkan oleh Qatadah. Ia menuturkan sebagai berikut,

“Rasulullah salat delapan rakaat, dia tidak duduk, kecuali pada rakaat kedelapan. Beliau duduk sambil berzikir kepada Allah, kemudia dia berdoa, lalu salam hingga kami dapat mendengar salamnya. Kemudian dia salat lagi dua rakaat sambil duduk, kemudian salam, lalu dia salat satu rakaat sehingga jumlahnya menjadi sebelas rakaat” (HR Abu Daud)

Hadis ini memperlihatkan bahwa Rasulullah saw menunaikan salat malam (Tahajjud) delapan rakaat sekaligus dengan sekali salam pada rakaat yang kedelapan dan Rasulullah saw duduk pada rakaat yang kedelapan dan diakhiri salam. Kemudian Rasulullah saw melanjutkan salat dua rakaat sambil duduk. Setelah salam, Rasulullah saw melaksanakan salat satu rakaat sehingga jumlahnya menjadi sebelas rakaat.

Kedua, Hadis riwayat Abdullah bin Abi Qais, yaitu tatkala ia bertanya kepada Aisyah perihal salat malam Rasulullah saw, Aisyah menjelaskan,

“Rasulullah saw salat witir empat rakaat dan tiga rakaat atau enam rakaat dan tiga rakaat atau delapan rakaat dan tiga rakaat atau sepuluh rakaat dan tiga rakaat. Rasulullah saw tidak pernah salat witir kurang dari tujuh rakaat dan tidak tidak pernah lebih dari tiga
Advertisement
belas rakaat” (HR Abu Daud)

Ketiga, Hadis riwayat Aisyah. Ia menuturkan,

“Rasulullah saw salat malam tiga belas rakaat, dia salat witir lima rakaat dengan tidak duduk dalam rakaat manapun, kecuali pada rakaat yang terakhir” (HR Bukhari dan Musllim)

Keempat, Hadis Abu Salamah yang mengatakan,

“Rasulullah saw salat tiga belas rakaat, dia salat delapan rakaat, kemudian salat witir satu rakaat, kemudian salat lagi dua rakaat sambil duduk. Jika dia hendak ruku’, dia berdiri dan ruku, kemudian dia salat lagi dua rakaat di antara azan dan iqamah salat subuh” (HR Bukhari dan Muslim)

Beberapa Hadis Aisyah,

“Ketika Rasulullah saw bertambah berat badannya alasannya yaitu sakit, dia mengerjakan salat witir itu tujuh rakaat, dia tidak duduk kecuali pada rakaat yang keenam (tasyahud awal) dan pada rakaat tang ketujuh (untuk tasyahud akhir) dan tidak salam, kecuali pada rakaat yang ketujuh. Kemudian dia salat lagi dua rakaat sambil duduk, maka jadilah sembilan rakaat” (HR Abu Daud)

“Maka dia telah berusia lanjut dan lemah, dia salat witir tujuh rakaat, tidak duduk kecuali pada rakaat yang keenam kemudian bangun dan tidak salam, kemudian dia salat lagi untuk rakaat yang ketujuh, kemudian salam. Lalu dia salat lagi dua rakaat sambil duduk” (HR Nasa’i)

“Dan dia salat sembilan rakaat tidak duduk, kecuali pada rakaat yang kedelapan, dia berzikir kepada Allah, memuji-Nya dan berdoa, kemudian dia bangun tidak salam, kemudian dia berdiri untuk melaksanakan rakaat yang kesembilan. Kemudian dia duduk berzikir kepada Allah, memuji-Nya, dan berdoa, lalu salam hingga kami mendengar salamnya, kemudian dia salat dua rakaat sambil duduk sehingga semuanya menjadi sebelas rakaat” (HR Muslim)


Semoga kita dapat mengamalkannya amin..…


Inilah Wanita yang Doanya Mampu Tembus Langit Ketujuh

Kisah ini terjadi pada masa kehidupan Nabi Muhammad SAW. Salah seorang wanita dengan tingkat keimanan tinggi datang menemui Manusia kecintaan Yang Mahakuasa ini. Ia menghadapi satu kondisi yang mengharuskannya mendapatkan pencerahan.

Namun ternyata, kala itu Nabi belum bisa menjawab alasannya belum ada wahyu yang diturunkan Yang Mahakuasa terkait hal itu. Namun, ini tak lantas membuat si wanita menyerah, Ia berdoa dan memohon kepada Yang Mahakuasa biar memberi jalan keluar atas permasalahan hidupnya.


Ternyata doa ini pribadi dihijabah Allah. Seketika Nabi mendapatkan Surat Al-Mujadalah sehingga bisa menjawab permasalahan wanita tersebut. Siapa dia sebenarnya? Mengapa doanya dapat  menembus langit ke tujuh dengan demikian cepat?

Nama lengkap wanita ini ialah Khaulah binti Tsa’labah bin Ashram bin Farah bin Tsa’labah Ghanam bin ‘Auf. Ia merupakan istri dari Aus bin Shamit bin Qais dan dari kesepakatan nikah mereka lahir seorang putra yang diberi nama Rabi’.

Kisah dikala doanya yang bisa menembus langit ini bermula ketika terjadi permasalahan antara dirinya dan suaminya. Dalam kondisi marah, sang suami kemudian mengeluarkan kalimat yang membuatnya merasa cemas dan perlu memperjelasnya kepada Nabi.

Kalimat yang dilontarkan suaminya tersebut ialah “Bagiku engkau ini menyerupai punggung ibuku”. Meski setelah itu suaminya berlalu pergi bersama sahabat-sahabatnya, namun tidak serta merta membuat Khaulah melupakan perkataan tersebut begitu saja.

Baginya perkataan tersebut menyerupai talak dari sang suami kepada dirinya. Sepulangnya dari berkumpul dari sahabatnya, sang suami kemudian menginginkan kekerabatan suami istri dengan Khaulah.

Namun, Khaulah menolak alasannya perasaannya yang begitu tidak bisa mendapatkan atas ucapan Aus sang suami. Khaulah berkata, “Tidak… jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku alasannya engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkan terhadapku sehingga Yang Mahakuasa dan Rasul-Nya lah yang memutuskan hukum perihal peristiwa yang menimpa kita.”

Setelah peristiwa tersebut, Khaulah kemudian menemui Rasulullah SAW. Ia pun menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sang Nabi. Ia berharap Nabi menunjukkan pencerahan terhadap apa yang sudah dialami. Namun, Ia harus kecewa, pasalnya pada masa itu, belum ada kejadian yang dihadapi umat dan gres Khaulah yang mengalaminya. Sehingga belum turun firman Yang Mahakuasa yang menjelaskan perihal hal  ini.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan urusanmu tersebut … saya tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.”

Ini artinya, kekerabatan mereka sudah tidak diperbolehkan lagi. Namun, hati kecil Khaulah pun masih bergejolak, mengingat jikalau Ia berpisah dengan sang suami, maka akan sulit baginya menghidupi diri dan anaknya Rabi’. Namun Rasulullah Shalalahu ‘alaihi wasallam tetap menjawab, “Aku tidak melihat melainkan engkau telah haram baginya.”

Setelah peristiwa ini, wanita tersebut terus berdoa memohon kepada Yang Mahakuasa biar memberi petunjuk terkait permasalahannya. Kedua matanya meneteskan air mata dan perasaan menyesal. Tiada henti-hentinya Ia berdoa ini berdo’a yang kemudian dikabulkan Allah.

“Yaa Yang Mahakuasa sesungguhnya saya mengadu kepada-Mu perihal peristiwa yang menimpa diriku.”.

Ternyata doa ini dihijabah Allah. Rasulullah SAW seketika pingsan menyerupai biasa dikala mendapatkan wahyu. Kemudian setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sadar kembali, dia bersabda, “Wahai Khaulah, sungguh Yang Mahakuasa Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan ayat Al-Qur’an perihal dirimu dan suamimu, kemudian dia membaca firman QS. Al-Mujadalah: 1-4, yang artinya:

“Sesungguhnya Yang Mahakuasa telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kau perihal suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Yang Mahakuasa mendengar soal jawab antara kau berdua. Sesungguhnya Yang Mahakuasa Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Orang-orang yang menzhihar (menganggap isterinya sebagai ibunya, atau menyamakan istrinya dengan ibunya sebagaimana ucapan Aus di alinea kedua di atas,  Red) isterinya di antara kau padahal tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang munkar dan dusta. Dan sesungguhnya Yang Mahakuasa Maha Pema`af lagi Maha Pengampun.
Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Yang Mahakuasa Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan.
Maka barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kau beriman kepada Yang Mahakuasa dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang sangat pedih. (QS. Al-Mujadilah : 1-4)
Setelah turun ayat ini, barulah Rasulullah SAW bisa menjelaskan perihal permasalahan yang dihadapi Khaulah. Baginda Rasulullah SAW kemudian menjelaskan kepada Khaulah perihal kafarat (tebusan) Zhihar:

Nabi SAW: “Perintahkan kepadanya (suami Khaulah) untuk memerdekakan seorang budak!”

Khaulah: “Ya Rasulullah dia tidak memiliki seorang budak yang bisa dia merdekakan.”

Nabi SAW: “Jika demikian perintahkan kepadanya untuk shaum dua bulan berturut-turut.”

Khaulah: “Demi Yang Mahakuasa dia ialah laki-laki yang tidak besar lengan berkuasa melaksanakan shaum.”

Nabi SAW: “Perintahkan kepadanya memberi makan dari kurma sebanyak 60 orang miskin.”

Khaulah: “Demi Yang Mahakuasa ya Rasulullah dia tidak memilikinya.”

Nabi SAW: “Aku bantu dengan separuhnya.”

Khaulah: “Aku bantu separuhnya yang lain wahai Rasulullah.”

Nabi SAW: “Engkau benar dan baik maka pergilah dan sedekahkanlah kurma itu sebagai kafarat baginya, kemudian bergaullah dengan anak pamanmu itu secara baik.”
Semoga kita dapat mengamalaknnya amin..

Silakan dicoba...

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget