Halloween Costume ideas 2015

Informasi baru islam masa kini.

Latest Post

HUKUM MEMAKAI PARFUM-PARFUM YANG MENGANDUNG ALKOHOL

Hukum asal penggunaan parfum dan wewangian yang biasanya dipakai oleh orang-orang yakni halal kecuali parfum yang memang sudah diketahui bahwa ia mengandung sesuatu yang mencegah penggunaannya dikarenakan kondisinya memabukkan, memabukkan bilamana sudah banyak, terdapat Janis atau semisalnya.
Sebab bila tidak demikian, pada dasarnya parfum-parfum yang banyak dipakai oleh orang-orang menyerupai kayu cendana, anbar, kasturi dan lain-lain yakni halal.
Bila seseorang mengetahui bahwa ada parfum yang mengandung materi yang memabukkan atau bernajis sehingga mencegah penggunaannya, maka hendaknya ia meninggalkan hal itu, di antaranya yakni jenis Eau De Cologne karena berdasarkan kesaksian para dokter telah terbukti ia tidak luput dari komposisi materi yang memabukkan. Di dalam komposisinya terdapat aneka macam materi dari spritus yang memabukkan.
Maka, yakni wajib meninggalkannya kecuali seseorang menerima ada jenis lain yang terhindar dari itu.
Sebenarnya, parfum-parfum yang telah dihalalkan oleh Tuhan sudah lebih dari cukup, alhamdulillah. Demikian pula bahwa minuman atau makanan yang dapat meyebabkan mabuk, wajib ditinggalkan.
Dalam hal ini, kaedah yang berlaku adalah
 “Sesuatu yang menjadikan mabuk yakni haram, baik ia banyak ataupun sedikit”.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Sesuatu yang (dalam jumlah) banyak dapat memabukkan, maka (dalam jumlah) sedikitnya pun haram hukumnya”.
[ Sunan An-Nasa’i, kitab Al-Asyribah 5607, Sunan Ibnu Majah, kitab Al-Asribah 3394]

Parfum beralkohol yang berbentuk minyak dengan kadar alkohol rendah bukanlah najis, tetapi mampu menjadi haram. Hukumnya menjadi haram jikalau kadar alkohol pada minyak bau ini tinggi sehingga mampu memabukkan. Dan jikalau hukumnya menjadi haram, maka meproduksi dan menjual belikannya pun ikut haram, sebagaimana dalam hadits-hadits shahih.
Untuk parfum yang masuk kategori haram tidak boleh dipakai dan diperjual-belikan. Karena secara umum terkena larangan berdasarkan firman Tuhan Subhanahu wa Ta’ala:
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan”.
[Al-Ma’idah : 2]
Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَعَنَ اللَّهُ فِي الْخَمْرِ عَشَرَ ةً : شَارِبَهَا وَسَاقِيْهَا وَمُستَقِيْهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُوْلَةَ إِلَيْهِ وَبَائِعَهَا وَمُسْتَرِيْهَا
“Allah melaknat sepuluh (orang) dalam perkara khamar : Yang minum, yang menuangkan, yang minta dituangkan, yang membawa, yang minta dibawakan, penjualnya, pembelinya .. dst”
Oleh karena itu kami nasihatkan untuk menjauhi perdagangan minyak bau beralkohol, terutama jikalau kadarnya mencapai 60%, 70% dan seterusnya. Sebab besar kemungkinan akan berkembang menjadi minuman yang memabukkan.
Di dalam syari’at terdapat kaidah yang disebut “saddu dzaraai” (menutup sarana-sarana yang menuju perbuatan haram). Dan pengharaman khamar walaupun dalam jumlah yang sedikit termasuk dalam kaidah tersebut.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَاأَسْكَرَ كَشِيْرُهُ فَقَلِيْلُهُ حَرَامٌ
“Apa yang dalam jumlah banyak dapat memabukkan, maka sedikitnya pun haram”.
Ringkasnya, tidak boleh menjual minyak bau yang kadar alkoholnya tinggi.
[Disalin dari kitab Majmu’at Fatawa Al-Madinah Al-Munawarah, Penulis Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Syaikh Nashiruddin Al-Albani, Penerbit Media Hidayah].

Demikianlah sedikit artikel yang membahas wacana hukum memakai farpum yang mengandung alkohol dalam Islam, supaya bermanfaat, untuk kita semua..
Silahkan di baca dan di share kan keteman2 ..!!!




Tips Mengatasi Rasa Malas
Mengerjakan Shalat


Siang tadi seorang mahasiswi yang kebetulan pernah berguru di sekolah tempatku mengajar mengajak chating via instagram. “Pak ingin curhat lagi,” katanya. “Boleh, biar simple, via inbox massanger aja yah?” jawabku. “Pak simpulan akibat ini saya malas mengerjakan shalat”. Demikian kesimpulan keluhannya yang disampaikan di facebook massanger.
Jawaban dari chating itu balasannya saya ramu menjadi sebuah goresan pena sederhana, alasannya yakni mampu jadi, apa yang dialami oleh mahasiswi tadi juga dialami banyak orang. Satu hal yang patut disyukuri saat menyadari bahwa rasa malas mengerjakan shalat itu sudah tidak menyenangkan, itu yakni hal yang positif. Banyak orang malas mengerjakan shalat tapi justeru tidak sadar akan hal itu. Mereka menikmati rasa malas itu berlarut-larut hingga balasannya menjadi penyakit akut.
Semua orang mungkin akan mengalami hal berbeda sehingga rasa malas mengerjakan shalat bercokol dalam dirinya. Dengan demikian tips mengatasi rasa malas mengerjakan shalat sejatinya membongkar akar rasa malas itu muncul apalagi alasannya yakni terkait ibadah. Berikut tps mengatasi rasa malas mengerjakan shalat:
PERTAMA
kurangi pikiran perihal hal duniawi.Ada banyak hal yang kita perbuat dalam keseharian. Sayangnya hampir semua untuk urusan badani, dan duniawi kita. Urusan itu membuat pikiran kita diporsir jauh dan lebih banyak dibanding urusan darul abadi secara langsung. Tak tanggung, bukan hanya rasa malas yang muncul, tapi juga pikiran kita akan kehidupan darul abadi dilupakan.
Sejak berdiri memikirkan kuliah, pekerjaan, makanan, make up, gadget, dan urusan lain. Kita lupa kalau semua itu akan fana dan akan binasa. Kehidupan kekal hanyalah di akhirat. Jika diibaratkan dunia yakni tangan, coba letakkan tangan terlalu akrab dengan mata, jangankan hal lain, tangan itu sendiri juga bakal tak akan kelihatan.

KEDUA
 antisipasi hawa nafsu baik nafsu makan, nafsu marah, dan nafsu lainnya.
“Inna Nafsa la ammaratun bi suu’i”, bekerjsama hawa nafsu mengajak kita kepada keburukan. Keburukan itu bukan hanya rasa malas tapi juga lupa akan kehadiraNya, lupa akan kemahakuasaaNya. Musuh terbesar kita yakni hawa nafsu. Melalui nafsulah setan akan mudah memengaruhi kita ke arah keburukan.
Terkadang banyak orang yang tak sadar bahwa mereka telah jauh dari jalan kebenaran. Jika ditegur justeru melawan dan berargumen selayaknya orang cerdas. Tipe mirip ini yakni tanda kedurhakaan yang sumbernya dari hawa nafsu. Jauhi hal tersebut, alasannya yakni tidak hanya terkait urusan rasa malas mengerjakan shalat, tapi jauh pada hal fatal lainnya.

KETIGA
Tekad berpengaruh dan mantapkan kepercayaan bahwa shalat yakni kewajiban.
Shalat terbagi dalam 3 tingkatan. Pertama shalat itu dipandang sebagai kewajiban. Ini yakni tingkatan terendah seorang hamba dalam melakukan shalat. Kedua, shalat sudah dianggap sebagai kebutuhan. Ini jenjang kedua. Pada tahap ini shalat akan bersanding bersama kebutuhan pokok lainnya, jadi akan sulit ditinggalkan. Dan ketiga, shalat yakni kenikmatan. Tak ada yang membuang kenikmatan dengan sia-sia, kenikmatan akan dikejar dengan sekuat tenaga.
Hal ini akan sulit kalau poin pertama dan kedua tidak teratasi. Jika perhatian terhadap dunia, dan hawa nafsu masih menguasai, tekad untuk melakukan kewajiban juga akan sulit dilaksanakan. Laksanakan kewajiban shalat sebisa mungkin. Meski dilaksanakan dengan cepat, tergesa, kesiangan, dll. Yakinkan shalat itu yakni kewajiban semoga kelak shalat itu menjadi kenikmatan.
KEEMPAT
 jangan mencoba menunda meski sekali.Ala mampu alasannya yakni biasa. Kesadaran bahwa shalat yakni wajib dan harus dilakukan akan mampu luntur dengan menunda shalat lalu meninggalkannya. Kok bisa? Ini duduk perkara kebiasaan dan iblis berperan di dalamnya. Saat sibuk, “biarlah tunda sejenak” Itu dalam pikiran kita. Pekerjaan sukses. Munculah dalam pikiran kita, “kemaren shalat ditunda gk apa apa kok, tunda lagi ahhh.” Begitu seterusnya.


KELIMA
 Lakukan shalat sunnah terutama shalat sunnah rawatib.
Shalat mirip makanan. Shalat fardhu itu makanan pokok. Ibarat makanan shalat fardhu itu nasi. Tentu tak enak makan kalau cuma nasi. Kita butuh sayur, ikan, kerupuk, sambal, dll. Nah, hadirlah makanan bukan pokok atau makanan sunnah. Demikian pula dalam shalat. Kenikmatan ada pada shalat sunnah. Rasa nikmatnya shalat kalau yang pokok dibarengi dengan yang sunnah.
Selain itu, shalat sunnah juga akan melatih diri melawan kekuatan besar rasa malas. Rasa malas akan dihilangkan dengan pekerjaan berat pada awalnya. Shalat sunnah akan terasa sulit, selain banyak juga menambah jumlah rakaat, tapi di situlah belakang layar membungkam rasa malas itu.

Demikianlah sedikit artikel yang membahas perihal tips mengatasi rasa malas mengerjakan sholat, semoga dengan tips ini rasa malas untuk mengerjakan sholat...supaya tidak malas lagi amin..
Silahkan di coba .. ..!!!




1. Makan Tamar ‘Ajwah dan Tamar Madinah.
Amalkan memakan tamar (kurma) ‘ajwah dan jikalau boleh makan bersama tamar madinah. Sekiranya anda tidak boleh mendaptkan kedia-dua jenis tamar tersebut, makanlah apa-apa jenis tamar yang ada supaya menepati sabda Rasulullah s.a.w yang berbunyi:
“Barang siapa yang memakan tujuh biji tamar’ajwah, ia tidak akan mendapat sebarang kemudaratan racun atau sihir yang terkena pada hari itu”.
(Hadis Riwayat Al Bukhari)
2. Berwuduk Sebelum tidur
Sihir tidak akan memberi sebarang kesan terhadap seseorang muslim yang mempunyai wuduk. Setiap muslim yang berwuduk akan sentiasa dikawal ketat oleh para Malaikat sebagaimana diperintahkan oleh Tuhan S.W.T kepada meraka. Sabda Rasulullah SAW maksudnya: “Sucikanlah jasad-jasad ini mudah-mudahan Tuhan akan menyucikan kamu, Kerana bersama-sama tiada seorang pun dari mereka yang bersuci terlebih dahulu sebelum tidur, melainkan anda bersamanya”  
Jika Lelaki Soleh Mendapat Bidadari Di Syurga, Maka Wanita Solehah Mendapat Apa di Syurga? Kita sering mendengar wacana lelaki mendapat bidadari di syurga, lalu wanita dapat apa?
Setiap insan tentu mempunyai impian terbaik wacana nantinya setelah ia mati, iaitu menginginkan kawasan yang paling indah, mendapat kebahagiaan awet dan kenikmatan yang tidak ada habisnya. Tentu insan boleh berharap dan bertujuan menyerupai itu kerana memang syurga Tuhan SWT sangat mengagumkan dan itulah alasan mengapa insan dalam hidupnya mengamalkan perbuatan baik dan beribadah dengan taat semoga boleh mencapai syurga nantinya di hari akhirat. Lalu, kalau bidadari syurga yaitu apa yang akan di perolehi oleh lelaki, yang menjadi pertanyaan adakah wanita akan mendapat juga kenikmatan tersebut?
Penyiksaan api neraka tentu menjadi hal yang dijauhi oleh insan manapun kerana mereka tidak akan mahu terjerumus ke kawasan itu, tapi memang disayangkan kerana kebanyakan insan hanya ingin masuk syurga dan berangan-angan tanpa benar-benar menjalankan ibadah dengan baik.
Beramal soleh pun tidak, dan malah menempuh jalan yang tidak sesuai dengan perintah Tuhan SWT sehingga pada jadinya tujuan simpulan yaitu neraka. Syurga bukan untuk orang-orang sembarangan, syurga yaitu ganjaran bagi hamba-hamba Tuhan yang selama hidupnya beriman dan bertakwa di mana larangan Tuhan dijauhi dan segala perintah-Nya dipatuhi. 

1. Berdoa kepada Allah
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selalu berdoa memohn rezeki setiap selesai solat subuh, kenapa kita tidak melakukannya?
“Ya Allah, saya memohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima” [HR. Ahmad]
2. Perbanyak istighfar dan taubat
Istighfar membuka pintu rezeki, kenapa kita tidak pernah memperbanyak istighfar? Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengucapkan istigfar kepada Tuhan sangat banyak, setiap hari. Sementara baginda yaitu insan yang sudah dijamin syurga.
Nabi Nuh ‘alaihis salam pernah berkata kepada kaumnya sebagaimana dikatakan oleh Tuhan dalam al-Quran:
فَقُل فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (١٠) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (١١) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
Maksudnya : “Maka saya katakan kepada mereka, “Beristighfarlah kepada Rabb-mu, bersama-sama Dia yaitu Maha Pengampun, nescaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan melengkapkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan pula di dalamnya sungai-sungai.” (Surah Nuh (71) ayat 10-12)
Allah menjelaskan lebih detail mengenai kekerabatan rezeki dengan istighfar menyerupai dalam ayat diatas. Didukung dengan hadits nabi yang menyatakan hal yang sama.
Demikian artikel wacana 9 amalan hindar sihir dan gangguan syaitan, semoga bermanfaat dan dapat diamalkan dalam sehari-hari amin ...
Silahkan di coba...!!!



TUJUH KEUTAMAAN BERDZIKIR “LAA ILAAHA ILLAALLAH”


IBNU Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Kalimat tauhid (Laa ilaaha illallah) memiliki keutamaan yang sangat agung yang tidak mungkin mampu dihitung.” Tapi kebanyakan kita tidak tahu keutamaan kalimat tauhid atau tahlil ini.
Berikut yaitu beberapa keutamaan kalimat tahlil “Laa ilaaha illallah.”
1. Kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ merupakan harga surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Barangsiapa yang final perkataannya sebelum meninggal dunia yaitu ‘laa ilaaha  illallah,’ maka dia akan masuk surga,” (HR. Abu Dawud no. 1621).
2. Kalimat ‘Laa ilaaha ilallah’ yaitu kebaikan yang paling utama, Abu Dzar berkata,”Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajarilah saya amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau melaksanakan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan alasannya dengan melaksanakan kebaikan itu engkau akan menerima sepuluh yang semisal.” Lalu Abu Dzar berkata lagi, “Wahai Rasulullah, apakah ‘laa ilaaha illallah’ merupakan kebaikan?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Kalimat itu (laa ilaaha illallah) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan banyak sekali dosa dan kesalahan.”
3. Kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ yaitu dzikir yang paling utama. Dari Jabir rodhiyallohu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dia bersabda: “Dzikir yang paling utama yaitu laa ilaaha illallah, dan doa yang paling utama yaitu alhamdulillah,” (HR. Ibnu Majah, An Nasa’I Shohih Targhib wa Tarhib: 1526 ).
4. Kalimat ‘Laa ilaaha ilallah’ yaitu pelindung api neraka. Dari Umar radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh saya akan mengajarkan sebuah kalimat, tidaklah seorang hamba mengucapkannya dengan benar dari hatinya, lalu ia mati diatas keyakinan itu, kecuali (Allah) mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Yaitu kalimat laa ilaaha illallah,” (HR. Hakim-Shohih Targhib wa Tarhib: 1528).
Suatu dikala Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam mendengar muadzin mengucapkan ‘Asyhadu allaa ilaaha illallah.’ Lalu dia mengatakan pada muadzin tadi, “Engkau terbebas dari neraka,” (HR. Muslim no. 873).
5. Kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ yaitu dzikir dan perantara doa. Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dia bersabda, Musa berkata: Wahai Tuhanku ajarkanlah kepadaku sesuatu, yang saya akan berdzikir dan berdoa kepadaMu dengannya. Tuhan berfirman: Wahai Musa ucapkanlah Laa ilaaha illallah. Musa berkata: Wahai Tuhanku seluruh hambaMu mengucapkan kalimat ini. Tuhan berfirman: Wahai Musa! Seandainya langit tingkat tujuh dan apa yang ada didalamnya serta bumi tingkat tujuh selain Aku diletakkan di suatu timbangan, dan laa ilaaha illallah diletakkan di timbangan yang lain, maka akan berat timbangan laa ilaaha illallah,” (HR. Ibnu Hibban, Hakim-Fathul Bari: 11/28).
6. Kalimat ‘Laa ilaaha ilallah’ menunda kiamat. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan terjadi final zaman (apabila) masih ada orang yang menyebut laa ilaaha illallah,” (HR. Ibnu Hibban, Ta’liqotul Hisan: 6809, Ash Shohihah: 3016).
7. Dzikir Laa ilaaha illallah pahalanya paling banyak. Sebagaimana terdapat dalam shohihain (Bukhari-Muslim) dari Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia bersabda, “Barangsiapa mengucapkan ‘laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syay-in qodiir’ (tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu) dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang sampai sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu,” (HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018).
Dan masih banyak lagi keagungan–keagungan dzikir tahlil “Laa ilaaha illaallah.” Marilah kita berdzikir “laa ilaaha illaallah” sebanyak–banyaknya dengan hati yang tulus tulus diwaktu pagi dan petang, sebagaimana firman Tuhan “Wahai orang–orang beriman, berdzikirlah kepada Allah, sebanyak–banyaknya,” (Al- Ahdzab: 41).
Demikian artikel perihal 7 keutamaan dzikir “laailaa hailallah “, biar bermanfaat dan mampu diamalkan dalam kehidupan sehari –hari dan biar diberkahi allah SWt amin amin yarobballalamin...

Silahkan dicoba dan diamalkan...!!!

JIN, TAK BERANI BERHADAPAN DENGAN ORANG INI



APAKAH Anda merasa takut kalau jin akan terus menarik hati atau menakuti diri Anda? Ya, kebanyakan orang memang merasa takut terhadap jin, apalagi kepada jin yang jahil. Dialah jin yang selalu usil menakuti manusia, sampai insan merasa dirinya berada dalam kondisi tidak aman.
Padahal, sebagai insan kita memiliki kedudukan yang lebih mulia daripada jin. Lihat saja dalam Al-Quran, dikisahkan bahwa jin dan setan diperintahkan untuk sujud pada manusia. Inilah yang menjadi alasan berpengaruh untuk tidak lagi takut pada jin. Sebab, apa yang mau ditakuti. Toh, seharusnya dialah yang harus takut kepada kita.
Meskipun begitu, memang ada jin yang memiliki keberanian besar, sampai insan itu takut pada jin. Akan tetapi, jin bernyali besar itu juga mampu ditaklukan. Ia juga mampu mencicipi takut yang luar biasa pada orang-orang tertentu. Pada siapa?
Salah satunya kepada Umar bin Khaththab. Ya, jin begitu menakuti salah seorang teman Rasulullah  tersebut, sebab ada hal yang membuat dirinya begitu kuat. Apa itu? Yakni keimanan yang tangguh.
Iman yang telah tertancap berpengaruh dalam diri Umar membuat jin dan setan enggan berpapasan dengannya. Bahkan, dalam suatu riwayat dikatakan bahwa saat jin berpapasan dengannya, jin lebih memilih jalan lain sebab tidak berani menatap wajah Umar. Hingga akhirnya, jin lebih memilih lari dari Umar.
Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda kepada Umar:
 “Sesungguhnya setan sangat takut olehmu, wahai Umar,” (HR. Turmudzi).
Ternyata, jin bukan hanya takut pada Umar. Lantas pada siapa lagi? Yakni, pada orang-orang mukmin yang memiliki keimanan yang kuat. Dalam al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir pernah mengutip sebuah hadis, “Sesungguhnya orang mukmin akan dapat mengendalikan (mengalahkan) syaithannya sebagaimana salah seorang dari kalian yang dapat mengendalikan untanya saat bepergian,” (HR. Ahmad).
Jadi, kalau Anda ingin jin tidak mengganggu Anda, maka Anda harus mampu mengendalikan jin. Dengan kekuatan iman, jin mampu dikendalikan dengan baik. Sehingga, Anda tak perlu cemas dengan gangguan jin. Sebab, jin akan takut kepada kita, yang memiliki ketangguhan iman. Wallahua’lam...
Semoga artikel ini mampu menguatkan kepercayaan kita kepada allah SWT amin amin yarobballamin...


TANDA LEMAHNYA IMAN DAN MEMPERBAHARUI ISLAM



Sedikit saya bahas ihwal lemahnya doktrin dan cara memperbaharui doktrin kita biar dengan penjelasan yang singkat ini kita semua bisa mengambil hikmahnya dari uraian-uraian yang saya paparkan dibawah ini, sekaligus mengamalkannya dan mengkaji serta mentafakuri dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita bisa mengintropeksi diri apakah keadaan doktrin kita menurun atau naik Keimanan Manusia tidak menyerupai Malaikat, pun juga menyerupai Iblis La’natullah. Keimanan Manusia selalu dinamis, naik dan turun sebagaimana sabda Nabi Muhammad, “Al Imanu yajiidu wa yangus jadiidu” yang artinya : doktrin itu kadang naik dan kadang turun, maka perbaharuilah selalu doktrin itu.
Berikut tanda-tanda lemahnya doktrin seseorang :
Terus – menerus melaksanakan dosa dan tidak merasa bersalah.
Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca Al-Qur’an.
berlambat – lambat dalam melaksanakan kebaikan, menyerupai terlambat untuk melaksanakan shalat.
Meninggalkan sunnah.
Memiliki suasana hati yang goyah, menyerupai bosan dalam kebaikan
Tidak mencicipi apapun saat mendengarkan ayat Al-Qur’an dibacakan, menyerupai saat Yang Mahakuasa mengingatkan ihwal hukumanNya dan akad – janjiNya ihwal kabar baik.
Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah.
Tidak merasa risau saat keadaan berjalan bertentangan dengan syari’ah.
Menginginkan jabatan dan kekayaan.
Kikir dan bakhil, tidak mau membagi rezeki yang dikaruniakan oleh Allah.
Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya.
Merasa senang saat urusan orang lain tidak berjalan semestinya.
Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram dan tidak menghindari yang makruh.
Mengolok – olok orang yang berbuat kebaikan kecil, menyerupai membersihkan masjid
Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin.
Tidak merasa bertanggung jawab untuk melaksanakan sesuatu demi kemajuan Islam.
Tidak bisa mendapatkan bencana alam yang menimpanya, menyerupai menangis dan meratap-ratap
Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan tanpa memiliki bukti.
Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupan duniawi menyerupai merasa galau hanya saat kehilangan sesuatu bahan kebendaan.
Merasa asyik (ujub) dan terobsesi pada diri sendiri.
Hal – hal berikut yang dapat meningkatkan keimanan kita.
Tilawatil Al-Qur’an dan mentafakuri maknanya, tenang dan dengan bunyi yang lembut tidak tinggi, maka Insya Yang Mahakuasa hati kita akan lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, yakinkan bahwa Yang Mahakuasa sedang berbicara dengan kita.
Menyadari keagungan Allah, segala sesuatu berada dalam kekuasaannya banyak hal disekitar kita yang kita lihat, yang menerangkan keagungannNya kepada kita, segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakNya. Yang Mahakuasa maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan seekor semut hitam yang bersembunyi dibalik watu hitam dalam kepekatan malam sekalipun.
Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, menyerupai cara berwudlu dengan benar, mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah, orang-orang yang bertakwa yaitu mereka yang berilmu.
Menghadiri majelis-majelis dzikir yang mengingat Allah. Malaikat mengelilingi majelis-majelis menyerupai itu.
Selalu menambah perbuatan baik, sebuah perbuatan baik akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Yang Mahakuasa akan memudahkan jalan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan secara kontinyu/terus-menerus.
Merasa takut kepada ajal yang buruk. Mengingat ajal akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia.
Mengingat fase-fase kehidupan akhirat. Fase saat kita diletakan dalam kubur, fase saat kita diadili, fase saat kita dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga atau Neraka.
Berdo’a, menyadari bahwa kita membutuhkan Allah. Merasa kecil dihadapan Allah.
Cinta kita kepada Yang Mahakuasa SWT harus kita tunjukan dalam aksi. Kita harus berharap biar Yang Mahakuasa berkenan mendapatkan shalat-shalat kita dan senantiasa merasa takut akan melaksanakan kesalahan. Malam hari sebelum tidur seyogyanya kita bermuhasabah memperhitungkan perbuatan kita sepanjang hari itu.
Menyadari akhir dari berbuat dosa dan pelanggaran. Iman seseorang akan bertambah dengan melaksanakan kebaikan dan menurun dengan melaksanakan perbuatan buruk.
Semua yang terjadi yaitu alasannya yaitu Yang Mahakuasa menghendaki hal itu terjadi. Ketika bencana alam menimpa kita itupun dari Allah.
Semoga penjelasan saya diatas ada hikmahnya ada manfaatnya sehingga kita bisa mawas diri jangan hingga lupa diri sehingga menjadikan kita menjadi kufur dan menjadi doktrin kita terkikis oleh nafsu kita yang tidak terkendali, mudah-mudahan Yang Mahakuasa menunjukkan kepada kita semua taufik hidayahnya dan kita bisa mengamalkan dan mengingatnya uraian diatas.

Amin amin yarobballalamin..!!!

Persaudaraan Dalam Islam



“Dan berpeganglah kau semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kau bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Tuhan kepadamu dikala kau dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Tuhan mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kau alasannya nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kau telah berada di tepi jurang neraka, lalu Tuhan menyelamatkan kau dari padanya. Demikianlah Tuhan pertanda ayat-ayat-Nya kepadamu, semoga kau mendapat petunjuk.” 
(Ali ‘Imran: 103)
“Dan hendaklah ada di antara kau segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali ‘Imran: 104)
“Kamu yaitu umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka yaitu orang-orang yang fasik.” (Ali ‘Imran: 110)
Menurut Islam dalam kehidupan ini, terdapat dua jenis korelasi yaitu korelasi antara insan dan khalik atau penciptanya, dan korelasi antar sesama insan ciptaan Allah. Kedua korelasi ini saling tali temali dimana korelasi yang pertama selalu menjadi landasan korelasi yang kedua yang menentukan nilai derajat korelasi itu disisi Allah. Firman Tuhan di atas tadi, menggambarkan menyatunya kedua jenis korelasi tersebut. Hubungan antara sesama insan dan sesama umat muslim haruslah dilandasi oleh anutan Allah. Karena dengan berpegang teguh kepada anutan Tuhan ini, insan khususnya umat muslim tidak akan tersesat. Rasulullah memberikan hal ini dalam khutbah wada’berikut ini:
Aku tinggalkan kepada kau semua, dua hal yang apabila kau berpegang teguh kepada dua hal ini, kau tidak akan tersesat selama-lamanya : Kitab Tuhan dan Sunah Rasulullah.(Al Hadist)
Marilah kita cermati bersama korelasi antar sesama manusia. Hubungan antar sesama insan ini disebut ukhuwwah basyariah atau persaudaraan sesama manusia. Persaudaraan sesama muslim di sebut ukhuwah Islamiah. Persaudaraan inilah yang mengikat sesama muslim untuk bersatu padu dengan kokoh. Kesatu paduan ini dilandasi oleh anutan Tuhan termasuk cinta dan kasih sayang. Untuk apakah persaudaraan itu dibangun dalam kehidupan bermasyarakat? Tujuan utama yaitu untuk saling berafiliasi dan saling tolong menolong untuk berbuat kebajikan dan kebenaran dan bukan untuk bermusuhan atau melaksanakan perbuatan mungkar. Dengan berafiliasi dan saling tolong menolong inilah masyarakat yang penuh dengan kebajikan, kejujuran, kemakmuran dan kedamaian dapat terwujud. Namun dalam perjalanannya banyak tantangan, kesulitan yang harus diatasi dan alasannya itu umat muslim dalam perjalanan hidupnya harus selalu dinamis, selalu melihat kepada umat muslim yang menjadi saudara seagama. Apabila diantara mereka menghadapi kesulitan maka saudara datang membantu. Dalam upaya mewujudkan persaudaraan inilah setiap muslim tidak pernah statis, tidak pernah tidak berbuat atau hanya melihat dan menonton, tapi berbuat dan melaksanakan sesuatu. Dalam Islam hakikat hidup itu yaitu perjuangan alasannya itu setiap muslim haruslah menjadi pejuang untuk mewujudkan kehidupan yang penuh dengan ridho Allah. Karena itu pula setiap muslim harus menjaga ketentraman, kedamaian dan keadilan, dan dilarang untuk menebar kerusakan, kesengsaraan dan kemungkaran di muka bumi ini.
Persaudaraan atau ukhuwah atau brotherhood dalam islam bukan hanya dititik beratkan kepada keterikatan atau kesatupaduan, tapi lebih dari itu. Ukhuwah atau persaudaraan atau brotherhood yaitu kesadaran atas kesamaan dan kebersamaan untuk mewujudkan rahmat Tuhan bagi seluruh alam ini. Persaudaraan mengandung makna sebagai instrument perjuangan yang mulia dan sebagai taktik yang bersifat universal untuk menciptakan kemakmuran, keadilan dan kedamaian bagi insan di alam semesta ini. Karena itu pula mengapa dalam Islam umat haruslah menjadi penguasa (khalifah) di muka bumi ini, tanpa menjadi khalifah filardh, tujuan yang amat mulia ini mustahil dapat diwujudkan.
Saya ingin mencermati makna yang terkandung dalam konsep persaudaraan dalam islam ini lebih jauh. Apa yang telah diuraikan mencerminkan banyak sekali unsur yang merupakan kandungan dari makna persaudaraan. Apakah makna persaudaraan dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara pada periode 21 ini? Apakah values dari anutan persaudaraan ini mengandung arti yang memiliki kegunaan dalam kehidupan pada periode 21 ini?
Persaudaraan yaitu ikatan psikologis, ikatan spiritual, ikatan kemanusiaan yang tumbuh dan berkembang amat dalam di dalam hati nurani setiap orang, melekat dan terintegrasi menjadi satu kesatuan dalam berpikir, bersikap dan bertindak. Ikatan persaudaraan ini muncul alasannya kesamaan iman, kesamaan contoh fikir, kesamaan mind set, kesamaan aspirasi, kesamaan kebutuhan, dan kesamaan harapan dan harapan dalam hidup bermasyarakat. Persaudaraan dengan demikian yaitu force yang menilai eksistensi masyarakat sebagai sistem sosial, eksistensi Negara, eksistensi bangsa, eksistensi organisasi apapun. Persaudaraan ini kental dengan values yang menjadi dasar dinamika kehidupan seseorang, kelompok, dan masyarakat.
Ciri-ciri kehidupan bermasyarakat dan pada periode 21 ini adalah: kehidupan tanpa batas, saling pengaruh mensugesti secara global. Batas antar negara, batas geografis, batas kewarganegaraan, batas sosial kultural, sudah tidak berarti lagi dalam kehidupan praktis keseharian. Kemajuan ilmu pengetahuandan teknologi telah memecahkan semua keterbatasan yang selama berabad-abad menjadi hambatan dan permasalahan manusia. Tranparansi, kebebasan yang acapkali tanpa kendali, menjadi icon kehidupan. Kebebasan pasar, persaingan bebas, kebendaan, mendominasi segala kegiatan dalam kehidupan. Kehidupan penuh dengan pragmatisme dan matrialisme. Kebendaan, kemewahan dan kebutuhan yang bersifat matrialistik amat mendominasi kehidupan keseharian tersebut. Nilai-nilai moral, nilai kemanusiaan masih menjadi sebutan, walaupun dipergunakan untuk menarik simpati dan perhatian belaka. Fenomena kehidupan menyerupai inilah ciri masyarakat pada periode 21 ini. Kehidupan menyerupai ini merupakan kontribusi dari dinamika perubahan sosial termasuk proses globalisasi yang tak terkendali. Manusia hilang sifat kemanusiaannya. Hubungan antar orang, antar kelompok, antar bangsa, antar negara, banyak dipengaruhi oleh fenomena global ini, alasannya itu pertentangan, peperangan, tindak kekerasan, perseteruan, korupsi meraja lela. Kesengsaraan tersebar luas dimana-mana.
Umat muslim tersebar luas di muka bumi ini. Mereka tersebar di banyak sekali negara, di Asia, Afrika, Amerika, Canada, Eropa, Inggris, dan banyak sekali negara lainnya. Dimanapun mereka, siapapun mereka, begitu kita mendengar bahwa di antara mereka ditimpa bencana alam atau bencana, atau tindak kekerasan yang bertentangan dengan hukum, maka rasa persaudaraan kitapun bangun dan terinspirasi, terdorong untuk berupaya dan berbuat sesuatu dengan banyak sekali cara guna membantu mereka semoga keluar dari bencana alam atau bencana yang menimpa mereka. Persaudaraan mengandung makna kesadaran, rasa tanggung jawab, kepedulian atau solidaritas untuk membantu, atas dasar kesamaan kepercayaan dan taqwa, kesamaan dan kebersamaan sebagai manusia, makhluk cipataan Tuhan yang paling mulia dan sempurna, rasa empati dan kasih sayang yang mendalam yang tumbuh menjadi satu keperibadian muslim yang utuh. Fikiran dan daya dihimpun dan dimobilisir dalam satu upaya bersama untuk melaksanakan sesuatu yang dapat mengeluakan mereka dari bencana alam dan bencana tersebut. Inilah esensi makna praktis dari values yang terkandung dalam persaudaraan itu.
Persaudaraan dalam Islam ternyata tidak exclusive tapi inclusive. Karena itu persaudaraan bersifat universal tanpa mengenal perbedaan, tanpa mengenal daerah dan waktu.

Demikian artikel perihal persaudaraan dalam islam, semoga bermanfaat untuk kita semua, dan semoga menerima rahmat dari allah SWT, amin amin aminyarobballalamin...!!!

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget