Halloween Costume ideas 2015

Informasi baru islam masa kini.

Latest Post

KEUTAMAAN DAN KEAMPUHAN AYAT 1000 DINAR
Ayat 1000 Dinar dikenal sebagai amalan termasyhur dalam masalah yang berkaitan dengan rezeki dan juga bantuan diri. Banyak orang mengamalkan ayat ini sebagai tujuan meminta kepada Yang Mahakuasa SWT semoga dikaruniai rezeki yang berlimpah, akomodasi dan penyelesaian setiap masalah yang dihadapi. Agar tercapainya tujuan tersebut, haruslah diamalkan dengan niat yang nrimo dan secara istiqamah.



Barang siapa yang bertaqwa kepada Yang Mahakuasa (dengan mengerjakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya), niscaya akan diberikannya kelapangan (jalan keluar dari segala perkara yang menyusahkannya). Dan diberikannya rezeki yang tidak disangka-sangka. Dan (ingatlah), sesiapa yang bertawakal (berserah diri bulat-bulat) kepada Allah, maka dicukupkan baginya (keperluan untuk menolong dan menyelamatkannya). Sesungguhnya Yang Mahakuasa tetap melaksanakan segala yang di kehendaki-Nya. Yang Mahakuasa telah menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu. (Ayat 2 & 3 Surah At-Talaq)

Pendapat Ulama Mengenai Keutamaan Ayat 1000 Dinar
Sebagai umat Islam kita tidak boleh menafikan kelebihan ayat 1000 dinar. Para ulama pun menganjurkan semoga kita selalu mengamalkan ayat ini dalam kehidupan sehari-hari untuk memperoleh kejayaan dan keuntungan. Walaupun terdapat perselisihan dan saingan dari para alim ulama’ akan kelebihan dan kesahihan sumbernya, bersedekah dengan ayat-ayat Yang Mahakuasa tidak akan merugikan siapapun bahkan Yang Mahakuasa SWT akan mengkaruniainya dengan kelebihan yang banyak.

Jika diperhatikan dalam setiap makna dan ayat yang ada, memang benar dan sempurna sekali bahwa ayat ini sangatlah penting untuk diamalkan oleh setiap umat islam. Hal ini ditujukan semoga lebih tingginya kebergantungan seseorang kepada Yang Mahakuasa SWT dalam setiap gerak-gerik dan tindak tanduk perbuatannya.

Dalam kajiannya, ayat 1000 dinar mengandung dua macam pengajaran, adalah supaya kita bertaqwa dan bertawakkal kepada Yang Mahakuasa SWT dalam setiap urusan rezeki dan kebergantungan. Hanya Yang Mahakuasa lah yang Maha Berkuasa menentukan rezeki dan jalan keluar dari semua masalah dalam hidup setiap hambaNya.‎ Apabila keyakinan itu ditanamkan dalam hati dan pikiran kita, maka sudahlah tentu Yang Mahakuasa lah daerah penentu kesudahan.

Amalan Ayat 1000 Dinar
1. Jika ayat ini diamalkan setiap kali setelah tamat shalat sebanyak 3x, maka InsyaAllah akan memperoleh 1000 faedah.

2. Bagi siapa yang mengamalkan ayat ini, niscaya Yang Mahakuasa SWT akan memberikannya jalan keluar dari segala dilema dan kesulitan. Yang Mahakuasa SWT akan membukakannya pintu rezeki yang sangat banyak dan tidak disangka-sangka jalan masuknya rezeki tersebut. Yang Mahakuasa SWT akan menjawab dan mengabulkan setiap permintaannya dan dijauhkan dari segala mara ancaman baik itu di darat maupun di laut. Namun harus dengan keyakinan dan bersedekah yang sungguh -sungguh untuk meraihnya.

3. Jika ayat ini dibacakan kepada orang yang sedang sakit sebanyak 3x dan dihembuskan pada orang yang sakit tadi dan dijampi pada air sebanyak 3x diberi minum, Insya Yang Mahakuasa dengan pertolongan Yang Mahakuasa orang yang sakit tadi akan diberikan kesembuhan padanya.

4. Jika kita mempunyai masalah yang cukup berat, menyerupai kesusahan dikarenakan kezaliman orang-orang tamak, huru hara, peperangan. Maka dengan mengamalkan ayat ini selepas shalat 5 waktu, segala kesusahan yang dialami akan dipermudah dan senantiasa menerima bantuan dari Yang Mahakuasa SWT.

5. Jika sedang berada dalam sebuah medan pertempuran melawan musuh Allah, maka tidak akan binasa disebabkan terbakar, tidak mempan dengan pukulan besi, dan tidak merasa sakit dengan benda berbahaya lainnya. Untuk itu Hendaklah mengamalkan ayat ini dan bertawakkal kepada Yang Mahakuasa SWT.

Subhanllah...semoga kita dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari amin amin yarobballalamin...


Hukum Memakai Behel dalam Islam



Untuk tampil menarik, dan disukai mampu dikata takdir seorang wanita. Sayangnya, penampilan itu terkadang “over” dan didefenisikan berdasarkan pandangan wanita yang bersangkutan. Padahal keliru, karena menarik, cantik, simpatik, ialah penilaian orang kedua dan ketiga, atau siapa yang melihat. Sikap over itulah yang membuat wanita mencoba segala hal, memperhalus kulit, memperindah bulu mata, hingga memasang behel.
bahwa kepolisian Balikpapan, menciduk empat perempuan yang masih berstatus pelajar sekolah menengah atas dan kejuruan dari banyak sekali daerah berbeda di Balikpapan, ahad lalu. Keempat pelajar itu terlibat menjual kegadisan hanya untuk memakai kawat gigi (behel). Begitu besar pengaruh ingin tampil menarik melalui pemasangan behel, hingga rela melaksanakan yang jelas-jelas dilarang secara agama dan moral.
Lahir dengan hidung pesek, gigi meluber keluar, menciptakan definisi tersendiri dari sebuah penampilan menarik. “Meski hidung sedikit pesek, yang penting gigi tidak offside”. Seloroh siswaku mengenai gigi tonggos itu. mampu jadi hal inilah yang menginspirasi Celcus pada tahun 25 SM mengemukakan teori, bahwa gigi dapat digerakkan dengan menunjukkan tekanan dengan tangan, sehingga diciptakan peralatan sederhana yang didesain untuk mengatur gigi geligi oleh para arkeolog bangsa Mesir, Yunani, dan Suku Maya di Meksiko kala itu.
Trobosan gres muncul pada kala ke-20 dengan ditemukannya Rubber Appliance oleh Calvin S. Case dan H. A. Baker, dan menjelma Braces (Bracket), dan selanjutnya dikenal dengan istilah behel. Sebuah temuan, pasti ada manfaatnya. Sebuah manfaat pasti berefek pada perbaikan, dan hal itu disarankan agama. Namun, bagaiman hukum memakai behel menurut padangan Islam.
Tak satupun dari ciptaan Tuhan yang dinamakan manusia, tidak sempurna. Kesempurnaan dalam definisi Tuhan sebagai yang Maha Pencipta. Gigi nongol ialah kesempurnaan, karena Omas tidak mungkin setenar sekarang jika bukan karena pesona giginya yang nongol.
Allah SWT berfirman dalam (QS. At-tin ayat 4 ):

 “Sesungguhnya Kami telah menciptakan insan dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. at-Tin, ayat 4).

Dengan kecerdikan sederhana, sesuatu yang tepat kemudian dirubah, maka perubahan yang terjadi meniscayakan ketidaksempurnaan.

 Itulah sebabnya Rasulullah saw melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit. (HR. Ahmad).

Tak satupun teks baik dalam al-Quran maupun hadis menyebutkan kata “behel” atau larangan menekan gigi semoga tidak kelihatan tonggos. Namun, beberapa hadis mampu dijadikan perumpamaan akan hal itu.
seperti hadis Nabi saw bersabda:

 “Dilaknat perempuan-perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang mengubah ciptaan Allah.”(HR Bukhari dan Muslim).

Beberapa ulama :
 hadis menganggap larangan memakai behel itu dilarang karena dua hal. Pertama; karena merubah ciptaan Allah, sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya; dan kedua, bahwa perbuatan ini dianggap mengelabui orang lain.
Beda masa beda trend. Pada masa Jahiliyah, musim yang berkembang ialah menjarangkan gigi, semoga wanita inging dianggap cantik. Beda dengan hari ini, kebanyakkannya sudah menukar ‘style’ mereka kepada merapatkan gigi menggunakan “braces” yang yang bertujuan mencantikkan susunan gigi. Maka, dikala menjarangkan gigi diharamkan oleh Nabi saw, maka hukum memakai behel juga haram.

Perlu juga dijadikan sebagai materi pertimbangan, bahwa beberapa ulama menghukumi pemakaian behel sebagai “mubah”, atau boleh, dengan syarat; pemakaian behel semoga terhindar dari ejekan, yang mana usikan tersebut sudah mengakibatkan kemudharatan yang besar; kedua, apabila pemakaian behel, bukan untuk merubah ciptaan Allah, mempercantik diri, dan mengelabui, tapi semata-mata memperbaiki susunan gigi tanggapan perubahan yang terjadi karena kecelakaan, dan sejenisnya. “semua kembali kepada niat.
Sebagai khulasah, dalam celoteh saya ini. Perlu didingat, Tuhan Maha Adil. Keadilan Tuhan terhadap semua hal, termasuk ciptaannya. Jika insan diciptakan sebaik-baik bentuk, maka bentuk yang baik itu, tidak perlu didefinisikan ulang dengan membandingkan apa yang dimiliki oleh bentuk fisik orang lain.
Demikian informasi, ihwal hukum memakai behel, semoga bermanfaat untuk kita semua amin amin yarobballalamin....

Silahkan di baca!!!

Hukum Mencukur Alis Dalam Islam


A. Pendahuluan
Kecantikan dan keindahan, identik dengan kaum hawa. Untuk melaksanakan itu semua, mereka berlomba-lomba melaksanakan perawatan secara teratur, bahkan mereka rela merogoh kocek dalam-dalam untuk ke salon biar memperoleh hasil maksimal, Apalagi bagi wanita yang akan menikah, Saat pernikahan, mereka harus tampil maksimal, alasannya yaitu itu yaitu momen yang barang kali hanya seumur hidup sekali. Uang tidak masalah, asalkan sebanding dengan hasilnya. Bagi mereka, menjaga itu semua yaitu sebuah kewajiban biar dapat tampil menarik. Banyak cara dilakukan biar tampak cantik, Salah satunya yaitu mencukur alis mata. Agar tampak cantik, mereka merapikan alis mata dengan cara mencukurnya sebagian biar terlihat lebih rapi dan menarik.

B. Bagaimanakah hukum mencukur alis dalam Islam?

C. dalil –dalil

 Allah SWT berfirman :
“Sungguh saya (Syaithan) akan memerintahkan mereka biar merubah ciptaan Allah.”  [QS. An-Nisa’: 119]

Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, ia berkata: 
“Semoga Tuhan melaknat tukang tatto,dan orang yang di tatto, dah Al-Mutanammishaat, dan orang yang merenggangkan giginya dikarenakan untuk keindahan, yang mengubah ciptaan Allah.”
 [HR. Bukhari: 4886, dan Muslim: 2125]

Imam An-Nawawi mengatakan: 
“An-Namishah yaitu orang yang menghilangkan rambut wajah. Sedangkan Al-Mutanammishaah yaitu orang yang meminta dicabutkan rambut wajahnya. Hukum An-Namsh adalah haram, kecuali apabila terdapat jenggot atau kumis pada wanita itu, maka tidak mengapa dihilangkan, bahkan sunnah”
[Syarah Shahih Muslim: 14/106].
Syekh Ibnu Utsaimin berkata:
 “Perbuatan ini (Mencabut alis) termasuk dosa besar, terutama bagi kaum wanita, alasannya yaitu wanitalah yang sebagian besar melakukannya untuk mempercantik diri, akan tetapi, jikalau laki-laki melakukannya , maka mereka pun akan tetap di laknat, meskipun caranya tidak dengan di cabut, akan tetapi dengan gunting (di cukur) atau pisau cukur (dikerok), alasannya yaitu sebagian Ulama berpendapat bahwa hal itu sama dengan dicabut, itu semua termasuk merubah ciptaan Allah.”
 [Fatawa As-Syekh Ibnu Utsaimin: 2/ 830-831].
D. Kesimpulan
Melihat dalil-dalil dan pendapat para Ulama di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum mencukur, mencabut, ataupun mengerok alis hukumnya haram, entah itu bagi laki-laki ataupun wanita, sebagaimana anutan dari Syekh Ibnu Utsaimin, bahkan Syekh Ibnu Utsamin mengatakan bahwa mencukur,mencabut, ataupun mengerok alis yaitu sebagian dari dosa besar, karena itu termasuk dari merubah ciptaan Allah (taghyirulkhalqi), yang mana itu (taghyirulkhalqi) merupakan dosa besar.
Demikianlah sedikit artikel yang membahas ihwal hukum mencukur alis dalam Islam, semoga bermanfaat, untuk kita semua..
Silahkan di baca dan di share kan keteman2 ..!!!


HUKUM MEMAKAI PARFUM-PARFUM YANG MENGANDUNG ALKOHOL

Hukum asal penggunaan parfum dan wewangian yang biasanya dipakai oleh orang-orang yakni halal kecuali parfum yang memang sudah diketahui bahwa ia mengandung sesuatu yang mencegah penggunaannya dikarenakan kondisinya memabukkan, memabukkan bilamana sudah banyak, terdapat Janis atau semisalnya.
Sebab bila tidak demikian, pada dasarnya parfum-parfum yang banyak dipakai oleh orang-orang menyerupai kayu cendana, anbar, kasturi dan lain-lain yakni halal.
Bila seseorang mengetahui bahwa ada parfum yang mengandung materi yang memabukkan atau bernajis sehingga mencegah penggunaannya, maka hendaknya ia meninggalkan hal itu, di antaranya yakni jenis Eau De Cologne karena berdasarkan kesaksian para dokter telah terbukti ia tidak luput dari komposisi materi yang memabukkan. Di dalam komposisinya terdapat aneka macam materi dari spritus yang memabukkan.
Maka, yakni wajib meninggalkannya kecuali seseorang menerima ada jenis lain yang terhindar dari itu.
Sebenarnya, parfum-parfum yang telah dihalalkan oleh Tuhan sudah lebih dari cukup, alhamdulillah. Demikian pula bahwa minuman atau makanan yang dapat meyebabkan mabuk, wajib ditinggalkan.
Dalam hal ini, kaedah yang berlaku adalah
 “Sesuatu yang menjadikan mabuk yakni haram, baik ia banyak ataupun sedikit”.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Sesuatu yang (dalam jumlah) banyak dapat memabukkan, maka (dalam jumlah) sedikitnya pun haram hukumnya”.
[ Sunan An-Nasa’i, kitab Al-Asyribah 5607, Sunan Ibnu Majah, kitab Al-Asribah 3394]

Parfum beralkohol yang berbentuk minyak dengan kadar alkohol rendah bukanlah najis, tetapi mampu menjadi haram. Hukumnya menjadi haram jikalau kadar alkohol pada minyak bau ini tinggi sehingga mampu memabukkan. Dan jikalau hukumnya menjadi haram, maka meproduksi dan menjual belikannya pun ikut haram, sebagaimana dalam hadits-hadits shahih.
Untuk parfum yang masuk kategori haram tidak boleh dipakai dan diperjual-belikan. Karena secara umum terkena larangan berdasarkan firman Tuhan Subhanahu wa Ta’ala:
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan”.
[Al-Ma’idah : 2]
Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَعَنَ اللَّهُ فِي الْخَمْرِ عَشَرَ ةً : شَارِبَهَا وَسَاقِيْهَا وَمُستَقِيْهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُوْلَةَ إِلَيْهِ وَبَائِعَهَا وَمُسْتَرِيْهَا
“Allah melaknat sepuluh (orang) dalam perkara khamar : Yang minum, yang menuangkan, yang minta dituangkan, yang membawa, yang minta dibawakan, penjualnya, pembelinya .. dst”
Oleh karena itu kami nasihatkan untuk menjauhi perdagangan minyak bau beralkohol, terutama jikalau kadarnya mencapai 60%, 70% dan seterusnya. Sebab besar kemungkinan akan berkembang menjadi minuman yang memabukkan.
Di dalam syari’at terdapat kaidah yang disebut “saddu dzaraai” (menutup sarana-sarana yang menuju perbuatan haram). Dan pengharaman khamar walaupun dalam jumlah yang sedikit termasuk dalam kaidah tersebut.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَاأَسْكَرَ كَشِيْرُهُ فَقَلِيْلُهُ حَرَامٌ
“Apa yang dalam jumlah banyak dapat memabukkan, maka sedikitnya pun haram”.
Ringkasnya, tidak boleh menjual minyak bau yang kadar alkoholnya tinggi.
[Disalin dari kitab Majmu’at Fatawa Al-Madinah Al-Munawarah, Penulis Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Syaikh Nashiruddin Al-Albani, Penerbit Media Hidayah].

Demikianlah sedikit artikel yang membahas wacana hukum memakai farpum yang mengandung alkohol dalam Islam, supaya bermanfaat, untuk kita semua..
Silahkan di baca dan di share kan keteman2 ..!!!




Tips Mengatasi Rasa Malas
Mengerjakan Shalat


Siang tadi seorang mahasiswi yang kebetulan pernah berguru di sekolah tempatku mengajar mengajak chating via instagram. “Pak ingin curhat lagi,” katanya. “Boleh, biar simple, via inbox massanger aja yah?” jawabku. “Pak simpulan akibat ini saya malas mengerjakan shalat”. Demikian kesimpulan keluhannya yang disampaikan di facebook massanger.
Jawaban dari chating itu balasannya saya ramu menjadi sebuah goresan pena sederhana, alasannya yakni mampu jadi, apa yang dialami oleh mahasiswi tadi juga dialami banyak orang. Satu hal yang patut disyukuri saat menyadari bahwa rasa malas mengerjakan shalat itu sudah tidak menyenangkan, itu yakni hal yang positif. Banyak orang malas mengerjakan shalat tapi justeru tidak sadar akan hal itu. Mereka menikmati rasa malas itu berlarut-larut hingga balasannya menjadi penyakit akut.
Semua orang mungkin akan mengalami hal berbeda sehingga rasa malas mengerjakan shalat bercokol dalam dirinya. Dengan demikian tips mengatasi rasa malas mengerjakan shalat sejatinya membongkar akar rasa malas itu muncul apalagi alasannya yakni terkait ibadah. Berikut tps mengatasi rasa malas mengerjakan shalat:
PERTAMA
kurangi pikiran perihal hal duniawi.Ada banyak hal yang kita perbuat dalam keseharian. Sayangnya hampir semua untuk urusan badani, dan duniawi kita. Urusan itu membuat pikiran kita diporsir jauh dan lebih banyak dibanding urusan darul abadi secara langsung. Tak tanggung, bukan hanya rasa malas yang muncul, tapi juga pikiran kita akan kehidupan darul abadi dilupakan.
Sejak berdiri memikirkan kuliah, pekerjaan, makanan, make up, gadget, dan urusan lain. Kita lupa kalau semua itu akan fana dan akan binasa. Kehidupan kekal hanyalah di akhirat. Jika diibaratkan dunia yakni tangan, coba letakkan tangan terlalu akrab dengan mata, jangankan hal lain, tangan itu sendiri juga bakal tak akan kelihatan.

KEDUA
 antisipasi hawa nafsu baik nafsu makan, nafsu marah, dan nafsu lainnya.
“Inna Nafsa la ammaratun bi suu’i”, bekerjsama hawa nafsu mengajak kita kepada keburukan. Keburukan itu bukan hanya rasa malas tapi juga lupa akan kehadiraNya, lupa akan kemahakuasaaNya. Musuh terbesar kita yakni hawa nafsu. Melalui nafsulah setan akan mudah memengaruhi kita ke arah keburukan.
Terkadang banyak orang yang tak sadar bahwa mereka telah jauh dari jalan kebenaran. Jika ditegur justeru melawan dan berargumen selayaknya orang cerdas. Tipe mirip ini yakni tanda kedurhakaan yang sumbernya dari hawa nafsu. Jauhi hal tersebut, alasannya yakni tidak hanya terkait urusan rasa malas mengerjakan shalat, tapi jauh pada hal fatal lainnya.

KETIGA
Tekad berpengaruh dan mantapkan kepercayaan bahwa shalat yakni kewajiban.
Shalat terbagi dalam 3 tingkatan. Pertama shalat itu dipandang sebagai kewajiban. Ini yakni tingkatan terendah seorang hamba dalam melakukan shalat. Kedua, shalat sudah dianggap sebagai kebutuhan. Ini jenjang kedua. Pada tahap ini shalat akan bersanding bersama kebutuhan pokok lainnya, jadi akan sulit ditinggalkan. Dan ketiga, shalat yakni kenikmatan. Tak ada yang membuang kenikmatan dengan sia-sia, kenikmatan akan dikejar dengan sekuat tenaga.
Hal ini akan sulit kalau poin pertama dan kedua tidak teratasi. Jika perhatian terhadap dunia, dan hawa nafsu masih menguasai, tekad untuk melakukan kewajiban juga akan sulit dilaksanakan. Laksanakan kewajiban shalat sebisa mungkin. Meski dilaksanakan dengan cepat, tergesa, kesiangan, dll. Yakinkan shalat itu yakni kewajiban semoga kelak shalat itu menjadi kenikmatan.
KEEMPAT
 jangan mencoba menunda meski sekali.Ala mampu alasannya yakni biasa. Kesadaran bahwa shalat yakni wajib dan harus dilakukan akan mampu luntur dengan menunda shalat lalu meninggalkannya. Kok bisa? Ini duduk perkara kebiasaan dan iblis berperan di dalamnya. Saat sibuk, “biarlah tunda sejenak” Itu dalam pikiran kita. Pekerjaan sukses. Munculah dalam pikiran kita, “kemaren shalat ditunda gk apa apa kok, tunda lagi ahhh.” Begitu seterusnya.


KELIMA
 Lakukan shalat sunnah terutama shalat sunnah rawatib.
Shalat mirip makanan. Shalat fardhu itu makanan pokok. Ibarat makanan shalat fardhu itu nasi. Tentu tak enak makan kalau cuma nasi. Kita butuh sayur, ikan, kerupuk, sambal, dll. Nah, hadirlah makanan bukan pokok atau makanan sunnah. Demikian pula dalam shalat. Kenikmatan ada pada shalat sunnah. Rasa nikmatnya shalat kalau yang pokok dibarengi dengan yang sunnah.
Selain itu, shalat sunnah juga akan melatih diri melawan kekuatan besar rasa malas. Rasa malas akan dihilangkan dengan pekerjaan berat pada awalnya. Shalat sunnah akan terasa sulit, selain banyak juga menambah jumlah rakaat, tapi di situlah belakang layar membungkam rasa malas itu.

Demikianlah sedikit artikel yang membahas perihal tips mengatasi rasa malas mengerjakan sholat, semoga dengan tips ini rasa malas untuk mengerjakan sholat...supaya tidak malas lagi amin..
Silahkan di coba .. ..!!!




1. Makan Tamar ‘Ajwah dan Tamar Madinah.
Amalkan memakan tamar (kurma) ‘ajwah dan jikalau boleh makan bersama tamar madinah. Sekiranya anda tidak boleh mendaptkan kedia-dua jenis tamar tersebut, makanlah apa-apa jenis tamar yang ada supaya menepati sabda Rasulullah s.a.w yang berbunyi:
“Barang siapa yang memakan tujuh biji tamar’ajwah, ia tidak akan mendapat sebarang kemudaratan racun atau sihir yang terkena pada hari itu”.
(Hadis Riwayat Al Bukhari)
2. Berwuduk Sebelum tidur
Sihir tidak akan memberi sebarang kesan terhadap seseorang muslim yang mempunyai wuduk. Setiap muslim yang berwuduk akan sentiasa dikawal ketat oleh para Malaikat sebagaimana diperintahkan oleh Tuhan S.W.T kepada meraka. Sabda Rasulullah SAW maksudnya: “Sucikanlah jasad-jasad ini mudah-mudahan Tuhan akan menyucikan kamu, Kerana bersama-sama tiada seorang pun dari mereka yang bersuci terlebih dahulu sebelum tidur, melainkan anda bersamanya”  
Jika Lelaki Soleh Mendapat Bidadari Di Syurga, Maka Wanita Solehah Mendapat Apa di Syurga? Kita sering mendengar wacana lelaki mendapat bidadari di syurga, lalu wanita dapat apa?
Setiap insan tentu mempunyai impian terbaik wacana nantinya setelah ia mati, iaitu menginginkan kawasan yang paling indah, mendapat kebahagiaan awet dan kenikmatan yang tidak ada habisnya. Tentu insan boleh berharap dan bertujuan menyerupai itu kerana memang syurga Tuhan SWT sangat mengagumkan dan itulah alasan mengapa insan dalam hidupnya mengamalkan perbuatan baik dan beribadah dengan taat semoga boleh mencapai syurga nantinya di hari akhirat. Lalu, kalau bidadari syurga yaitu apa yang akan di perolehi oleh lelaki, yang menjadi pertanyaan adakah wanita akan mendapat juga kenikmatan tersebut?
Penyiksaan api neraka tentu menjadi hal yang dijauhi oleh insan manapun kerana mereka tidak akan mahu terjerumus ke kawasan itu, tapi memang disayangkan kerana kebanyakan insan hanya ingin masuk syurga dan berangan-angan tanpa benar-benar menjalankan ibadah dengan baik.
Beramal soleh pun tidak, dan malah menempuh jalan yang tidak sesuai dengan perintah Tuhan SWT sehingga pada jadinya tujuan simpulan yaitu neraka. Syurga bukan untuk orang-orang sembarangan, syurga yaitu ganjaran bagi hamba-hamba Tuhan yang selama hidupnya beriman dan bertakwa di mana larangan Tuhan dijauhi dan segala perintah-Nya dipatuhi. 

1. Berdoa kepada Allah
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selalu berdoa memohn rezeki setiap selesai solat subuh, kenapa kita tidak melakukannya?
“Ya Allah, saya memohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima” [HR. Ahmad]
2. Perbanyak istighfar dan taubat
Istighfar membuka pintu rezeki, kenapa kita tidak pernah memperbanyak istighfar? Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengucapkan istigfar kepada Tuhan sangat banyak, setiap hari. Sementara baginda yaitu insan yang sudah dijamin syurga.
Nabi Nuh ‘alaihis salam pernah berkata kepada kaumnya sebagaimana dikatakan oleh Tuhan dalam al-Quran:
فَقُل فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (١٠) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (١١) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
Maksudnya : “Maka saya katakan kepada mereka, “Beristighfarlah kepada Rabb-mu, bersama-sama Dia yaitu Maha Pengampun, nescaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan melengkapkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan pula di dalamnya sungai-sungai.” (Surah Nuh (71) ayat 10-12)
Allah menjelaskan lebih detail mengenai kekerabatan rezeki dengan istighfar menyerupai dalam ayat diatas. Didukung dengan hadits nabi yang menyatakan hal yang sama.
Demikian artikel wacana 9 amalan hindar sihir dan gangguan syaitan, semoga bermanfaat dan dapat diamalkan dalam sehari-hari amin ...
Silahkan di coba...!!!



TUJUH KEUTAMAAN BERDZIKIR “LAA ILAAHA ILLAALLAH”


IBNU Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Kalimat tauhid (Laa ilaaha illallah) memiliki keutamaan yang sangat agung yang tidak mungkin mampu dihitung.” Tapi kebanyakan kita tidak tahu keutamaan kalimat tauhid atau tahlil ini.
Berikut yaitu beberapa keutamaan kalimat tahlil “Laa ilaaha illallah.”
1. Kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ merupakan harga surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Barangsiapa yang final perkataannya sebelum meninggal dunia yaitu ‘laa ilaaha  illallah,’ maka dia akan masuk surga,” (HR. Abu Dawud no. 1621).
2. Kalimat ‘Laa ilaaha ilallah’ yaitu kebaikan yang paling utama, Abu Dzar berkata,”Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajarilah saya amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau melaksanakan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan alasannya dengan melaksanakan kebaikan itu engkau akan menerima sepuluh yang semisal.” Lalu Abu Dzar berkata lagi, “Wahai Rasulullah, apakah ‘laa ilaaha illallah’ merupakan kebaikan?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Kalimat itu (laa ilaaha illallah) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan banyak sekali dosa dan kesalahan.”
3. Kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ yaitu dzikir yang paling utama. Dari Jabir rodhiyallohu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dia bersabda: “Dzikir yang paling utama yaitu laa ilaaha illallah, dan doa yang paling utama yaitu alhamdulillah,” (HR. Ibnu Majah, An Nasa’I Shohih Targhib wa Tarhib: 1526 ).
4. Kalimat ‘Laa ilaaha ilallah’ yaitu pelindung api neraka. Dari Umar radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh saya akan mengajarkan sebuah kalimat, tidaklah seorang hamba mengucapkannya dengan benar dari hatinya, lalu ia mati diatas keyakinan itu, kecuali (Allah) mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Yaitu kalimat laa ilaaha illallah,” (HR. Hakim-Shohih Targhib wa Tarhib: 1528).
Suatu dikala Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam mendengar muadzin mengucapkan ‘Asyhadu allaa ilaaha illallah.’ Lalu dia mengatakan pada muadzin tadi, “Engkau terbebas dari neraka,” (HR. Muslim no. 873).
5. Kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ yaitu dzikir dan perantara doa. Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dia bersabda, Musa berkata: Wahai Tuhanku ajarkanlah kepadaku sesuatu, yang saya akan berdzikir dan berdoa kepadaMu dengannya. Tuhan berfirman: Wahai Musa ucapkanlah Laa ilaaha illallah. Musa berkata: Wahai Tuhanku seluruh hambaMu mengucapkan kalimat ini. Tuhan berfirman: Wahai Musa! Seandainya langit tingkat tujuh dan apa yang ada didalamnya serta bumi tingkat tujuh selain Aku diletakkan di suatu timbangan, dan laa ilaaha illallah diletakkan di timbangan yang lain, maka akan berat timbangan laa ilaaha illallah,” (HR. Ibnu Hibban, Hakim-Fathul Bari: 11/28).
6. Kalimat ‘Laa ilaaha ilallah’ menunda kiamat. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan terjadi final zaman (apabila) masih ada orang yang menyebut laa ilaaha illallah,” (HR. Ibnu Hibban, Ta’liqotul Hisan: 6809, Ash Shohihah: 3016).
7. Dzikir Laa ilaaha illallah pahalanya paling banyak. Sebagaimana terdapat dalam shohihain (Bukhari-Muslim) dari Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia bersabda, “Barangsiapa mengucapkan ‘laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syay-in qodiir’ (tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu) dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang sampai sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu,” (HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018).
Dan masih banyak lagi keagungan–keagungan dzikir tahlil “Laa ilaaha illaallah.” Marilah kita berdzikir “laa ilaaha illaallah” sebanyak–banyaknya dengan hati yang tulus tulus diwaktu pagi dan petang, sebagaimana firman Tuhan “Wahai orang–orang beriman, berdzikirlah kepada Allah, sebanyak–banyaknya,” (Al- Ahdzab: 41).
Demikian artikel perihal 7 keutamaan dzikir “laailaa hailallah “, biar bermanfaat dan mampu diamalkan dalam kehidupan sehari –hari dan biar diberkahi allah SWt amin amin yarobballalamin...

Silahkan dicoba dan diamalkan...!!!

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget