Halloween Costume ideas 2015

Informasi baru islam masa kini.

Latest Post

Petunjuk Solat Istikharah

Soalan : Ustaz. adakah lepas solat istikarah, kita akan nampak petunjuk dalam mimpi? Bukankah mimpi itu mainan tidur. Selain dari mimpi, adakah petunjuk lain? Minta pencerahan dari ustaz.
Jawaban :
Bukan semua mimpi mainan tidur kerana mimpi itu ada 3 keadaan. Rasulullah S.A.W bersabda maksudnya ; “Mimpi itu ada tiga, mimpi daripada Yang Mahakuasa (mimpi yang baik), mimpi daripada syaitan (mimpi buruk) dan mimpi daripada dirinya yang kerana terjadi sesuatu kemudian beliau bermimpi.”
Menurut ahli-ahli takbir, mimpi ada tiga macam:
1. Mimpi daripada Yang Mahakuasa S.W.T. iaitu mimpi yang baik untuk dunia dan akhirat, merupakan khabar bangga atau satu peringatan daripada Yang Mahakuasa S.W.T. supaya tidak melaksanakan maksiat kepada-Nya. Sabda Rasulullah S.A.W. maksudnya : “Mimpi yang benar itu ialah sebahagian daripada empat puluh enam sifat kenabian.” (Hadis Riwayat Muslim)
Nabi S.A.W. bersabda maksudnya : “Mimpi baik itu daripada Yang Mahakuasa dan mimpi buruk itu daripada syaitan, maka dikala salah seorang daripada kau mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri tiga kali, kemudian minta pemberian kepada Allah, maka mimpinya tidak akan mengkhuatirkan.” (Hadis Riwayat Muslim)
2. Mimpi yang batil atau permainan syaitan, iaitu mimpi yang tidak dapat diperincikan oleh orang yang bermimpi. Ertinya orang yang bermimpi itu tidak sanggup mengingat tertib atau jalan kisah mimpi itu. Mimpi ibarat ini dianggap batil dan tidak mempunyai sebarang makna atau takwil. Atau mimpi buruk yang tidak menyenangkan ibarat kedatangan mala petaka, musibah, permusuhan, kesedihan, kesengsaraan, kemelaratan, penderitaan dan sebagainya.

Dalam riwayat yang lain Nabi S.A.W. bersabda maksudnya : “Apabila seseorang darimu melihat mimpi yang menggembirakannya maka hendaklah ia mengucapkan ‘alhamdulillah’ dan ceritakannya kepada orang yang lain, dan sebaliknya apabila ia melihat mimpi yang menduka citakannya, maka mimpi itu yaitu dari syaitan, kerana itu hendaklah ia mengucapkan isti’azah (a’uuzubillahi minasysyaitoonir roojiim) dan jangan ceritakannya kepada orang lain kerana mimpi itu tidak mendatangkan mudarat kepada nya.”(Hadis Riwayat Bukhari dari Abi Sa’id).
3. Keinginan nafsu. Seperti kita ketahui nafsu ada tiga, iaitu nafsu mutmainnah, nafsu lawwamah dan nafsu ammarah. Mimpi ibarat ini terjadi kerana pengaruh fikiran seseorang. Sesuatu yang beliau lakukan atau beliau khayalkan siang hari atau menjelang tidurnya selalu berubah menjadi dikala tidurnya. Atau mimpi makan dikala diri sedang lapar, mimpi di aniayai orang dikala sedang sakit dan sebagainya. Mimpi ibarat ini tidak mempunyai erti sama sekali.
Alamat atau tanda daripada Yang Mahakuasa SWT apabila kita melaksanakan solat istikaharah bukan saja petunjuk itu datang di dalam mimpi saja tetapi ianya juga datang daripada aneka macam cara. Berkemungkinan perasaan dan hati kita lebih condong kepada salah satu yang kita sedang buat pilihan. Mungkin kebaikan salah satu pilihan kita menonjol dan dapat kita melihat kebaikannya, atau keburukkannya juga terserlah sampai kita tak minat pada yang satu. Berkemugkinan juga kedua-duanya tak baik untuk kita diberinya pula pilihan ke tiga dan ianya lebih baik dan sesuai.
Bagaimana Yang Mahakuasa SWT menjawab permohonan ini?
Al-Quran menawarkan bahawa Yang Mahakuasa SWT akan memberi inspirasi kepada peminta itu, sama ada baik atau buruk, ibarat dalam Surah al-Syams ayat 7-8, bermaksud: “Demi jiwa insan dan yang menyempurnakannya. Maka Yang Mahakuasa mengilhamkan kepada jiwanya perihal buruk dan baiknya.”
Ilham yaitu pemberitahuan Yang Mahakuasa kepada insan biasa. Ia akan datang pada bila-bila masa sahaja. Ada juga hadis yang menyebutkan alamat itu datang melalui mimpi.
Hendaklah mengerjakan solat istikharah 7 kali berturut. Panduan supaya solat istikharah dibuat sebanyak 7 kali datang dari sebuah hadis yang maksudnya : “Apabila kau inginkan sesuatu maka beristikharahlah kepada Tuhanmu sebanyak 7 kali kemudian perhatilah petanda atau perasaan yang datang terlebih dahulu(dominan) di dalam hatimu”
(Hadis Riwayat Ibn Sunni dari Anas, Al-Hafidz Al-‘Iraqi, An-Nawawi)
Terdapat juga ulama yang mencadangkan si pembuat istikharah supaya jangan mempunyai kecenderungan tertentu kepada salah satu antara dua (atau lebih pilihannya) sebelum membuat istikharah. Demikian pandangan Ibn Hajar Al-‘Asqolani.
Galakkan menuruti tanda istikharah juga datang dari riwayat hadis Nabi SAW .maksudnya : “ Salah satu sumber kebahagian anak Adam yaitu beristikharah kepada Yang Mahakuasa dan redha dengan apa yang ditentukan kepadanya, dan daripada keburukkan anak Adam yaitu meninggalkan istikharah kepada Yang Mahakuasa dan membenci apa yang telah ditentukan kepadanya”
(Hadis Riwayat Ahmad, At-Tirmidzi)
Oleh itu jadikanlah solat dua rekaat itu sebagai amalan yang berterusan di dalam apa saja urusan. Kerana Nabi SAW dan sahabat-sahabat apabila menghadapi apa juga masaalah kehidupan atau sesuatu kebuntuan untuk menyelesaikan sesuatu perkara mereka akan solat dua rekaat. Salah satu solat sunat yang tidak ditinggalkan sahabat-sahabat Rasulullah SAW yaitu solat istikharah.
Demikian informasi perihal “petunjuk sholat istikharah”, semoga bermanfaat untuk kita semua, amin amin yarobballalamin...
Wallahua’lam....

Silakan di coba...


Terhindar Dari Adzab Kubur Karena Sering Wudhu



Air wudhu tidak hanya berkhasiat sebagai syarat untuk kita mendirikan shalat, tapi juga memiliki manfaat lain untuk diri kita. Beberapa di antaranya yaitu dapat membuat wajah semakin bersinar. Kisah kali ini menceritakan bahwa ada salah seorang laki-laki yang berjulukan Sulaiman bin Mihrain Al-A’masy. Ia senantisa menjaga kesucian dirinya dari banyak sekali hal yang dapat membatalkan wudhu. Saat ia batal dari wudhu, maka ia dengan segera mengambil air wudhu kembali.


Ia mengenakan pakaian yang tampak sederhana, bahkan sangat sederhana. Saat seorang tabi’in mendatangi majelis, tampilannya menjadi sentra perhatian orang banyak. Ia yaitu Sulaiman bin Mihrain yang merupakan seorang ulama yang tidak memperhatikan penampilannya dengan baik.

Sulaiman terkenal sebagai sosok yang unik sehingga membuat banyak orang kebingungan, bahkan sering juga yang meremehkan dirinya. Pernah pada suatu hari Sulaiman mendatangi majelis dengan Ibnu Abi Laila, seluruh pandangan pun tertuju pada Sulaiman dengan pakaian lusuh yang tak bernilai itu.

Salah seorang di majelis itu menanyakan pada Ibnu Abi, mengapa ia membawa seseorang menyerupai ini (dengan pakaian lusuh) untuk menghadiri majelis fiqih. Ibnu pun mengatakan bahwa Sulaiman Al A’masy yaitu guru kita.

Setelah mendengar tanggapan dan penjelasan Ibnu Abi, semua orang yang datang di majelis itu pun tertunduk malu. Rasa bersalah muncul sebab mereka telah meremehkan orang yang merupakan andal hadits dimana ia telah hafal sekitar 4 ribu hadits.

Hampir tujuh tahun, Sulaiman tidak pernah ketinggalan dalam takbiratul ikhram rekaat pertama di shalat berjamaah. Ia juga berada di shaf pertama ketika shalat berjamaah.

Begitu halnya dalam berwudhu, ia hampir tidak melupakan wudhu apabila wudhunya sudah batal. Diriwayatkan bahwa ketika Sulaiman terbangun dari tidurnya dan tidak sempat berwudhu maka ia senantiasa bertayamun. Keutamaan mengambil wudhu ini selalu membuatnya melaksanakan ketika wudhunya batal.

Sebuah riwayat mengatakan bahwa ulama yang sederhana ini meninggal dunia pada bulan Rabi’ul Awal tahun 148 hijriyah di usianya 87 tahun.

Jarir meriwayatkan bahwa setelah Sulaiman wafat, ia pernah memimpikan beliau. Jarir pun bertanya dalam mimpi mengenai keadaan Sulaiman sekarang. Dalam mimpi tersebut, Sulaiman mengatakan bahwa ia telah selamat dengan pengampunan Tuhan Ta’ala dan segala puji bagi Tuhan Tuhan seluruh alam.

Ternyata, Sulaiman menerima nikmat di alam kubur sebab seluruh amal ibadahnya selama masih hidup di dunia. Salah satu amalan itu ialah, dalam hidupnya ia selalu membuat tubuhnya dalam keadaan suci dengan air wudhu. Tidak hanya ketika akan shalat, tapi kita mampu mengambil air wudhu untuk membuat diri segar dalam melaksanakan banyak sekali aktivitas.

Berdasarkan penjelasan di atas, kita tahu bahwa wudhu memperlihatkan pengaruh penting dalam amalan kita. Seperti yang kita tahu, bahwa sebelum mendirikan shalat maka kita diwajibkan untuk berwudhu untuk mensucikan diri. Dalam berwudhu terdapat rukun yang harus kita lakukan dengan benar. Selain untuk mensucikan diri, manfaat wudhu menurut Islam yang lain, yakni membuat wajah semakin bersinar dengan sinar orang yang beriman. Selain itu, wudhu juga dapat menjaga kesabaran kita dan menghindarkan diri dari amarah. Seperti yang kita tahu bahwa ketika kita marah maka kita diminta untuk berwudhu. Oleh sebab itu, semangat bersedekah dan beriman harus kita rujukan dari sosok Sulaiman.

Subhanallah.....semoga kita termasuk golongan menyerupai itu amin ...

Canda Rasulullah Kepada Seorang Wanita Tua


Hidup tanpa humor akan terasa sangat sunyi dan sepi karena tidak adanya senyum dan tawa. Mereka yang dapat menghibur orang lain merupakan salah satu amalan baik. Untuk itulah kita mampu mencontoh canda Rasulullah SAW. Kisah mengenai candaan Rasulullah kepada seorang wanita renta yang ditemuinya ini memperlihatkan bahwa Rasul juga memiliki sense of humor.

Rasulullah ialah insan mulia yang memiliki sikap dan perilaku yang terpuji. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang tegas, ayah dan suami yang penyayang dan hamba yang taat. Meskipun dia dikenal dengan banyak sekali tauladannya, ternyata dia juga memiliki rasa untuk bercanda. Beliau mampu menempatkan dimana ketika yang sempurna untuk bercanda dan kapan untuk serius. Beliau juga bercanda tanpa melukai hati seseorang sehingga tidak melampaui batas. Rasa humor inilah yang membuat dia semakin disayangi oleh banyak orang.

Sudah seharusnya setiap orang memiliki sense of humor ibarat Rasul ini. Dapat kita bayangkan bila di dunia ini tidak ada canda tawa maka akan ibarat apa kehidupan ini, membosankan. Rasa humor dirasa perlu dimiliki oleh para ulama atau penyampai dakwah untuk menarik perhatian umat muslim semoga mendengarkan apa yang kita sampaikan dengan seksama. Terkadang, sesuatu yang kita sampaikan dengan humor dapat lebih mudah dipahami.

Suatu hari ada seorang wanita renta menghampiri Rasulullah dan mengatakan bahwa semoga Rasulullah mendoakannya supaya mampu masuk surga.

Rasulullah kemudian menjawab bahwa di surga tidak akan ada orang renta ibarat wanita itu.

Mendengarnya, nenek itu pun menangis karena merasa bila ia tidak dapat masuk ke dalam surga ia pun menyesal akan hal itu. Melihat sang nenek menangis, Rasulullah justru tersenyum dan mengatakan bahwa orang renta ibarat nenek itu memang tidak akan masuk surga karena di dalamnya semua orang yang renta akan diubah menjadi gadis-gadis perawan yang menawan.

Setelah itu, Rasulullah membacakan firman Yang Mahakuasa yang artinya bahwa sebetulnya Yang Mahakuasa menciptakan bidadari-bidadari secara eksklusif dan menimbulkan mereka gadis-gadis perawan.

Mendengar hal tersebut, sang nenek pun gres mengerti atas canda Rasulullah. Ia mengatakan, bila ia beriman maka di alam abadi kelak ia akan terlebih dahulu dijadikan gadis perawan sebelum masuk surga. Dan tertawalah sang nenek dengan gigi yang ompong.

Berdasarkan dongeng humor Rasulullah di atas, memperlihatkan bahwa meskipun Rasulullah seorang pemimpin yang tegas dalam berdakwah dan tangguh dalam berperang, dia juga memiliki rasa canda yang dapat membuat orang-orang di sekitarnya tertawa. Selain ketaatan dia kepada Allah, kita mampu mencontoh rasa humor Nabi tersebut. Jika kita mampu menghadirkan tawa pada orang lain maka mereka akan lebih senang terhadap kita. Membuat orang bahagia dan tersenyum dapat dikatakan sebagai amalan.

Meskipun demikian, kita perlu menggaris bawahi bila candaan kita tidak menyinggung hati orang lain. Dengan niat bercanda pun kita juga harus tahu batasannya, ibarat tidak mengolok-olok. Jangan dengan alasan bercanda kita dapat mengejek atau mengatakan segala keburukan perihal orang lain karena bercanda tidak harus membuka keburukan orang lain. Untuk itu, waspadalah ketika kita akan bercanda karena salah-salah tidak akan mendapat pahala tapi justru dosa karena sudah menyakiti hati orang lain.

Semoga bermanfaat untuk kita semua amin...

DENGAN SEDEKAH, ORANG INI DIHAJIKAN MALAIKAT

Sedekah merupakan salah satu amalan yang akan mendatangkan manfaat, mirip pertolongan Tuhan dikala susah. Sedekah tidak melulu dalam bentuk uang atau harta lainnya, dengan tersenyum maka kita sudah mengamalkan sedekah ini. Kisah orang saleh yang dihajikan malaikat ini bermula dari seorang pria yang tinggal di sebuah desa di Arab, yang berjulukan Abdullah bin Mubarok. Ia memiliki niat untuk naik haji di tahun depan. Untuk itulah ia selalu menabung dari jauh-jauh hari untuk bekalnya berangkat haji.



Ketika trend haji datang, ia pergi ke pasar dengan uang 500 dinar yang dibawanya untuk membeli unta. Tapi ternyata uang itu masih kurang untuk membeli seekor unta. Ia pun kembali pulang ke rumahnya.

Di tengah perjalanan, ia melihat seorang wanita di erat daerah sampah yang sedang membersihkan bulu ayam. Inilah awal kisah orang yang dihajikan malaikat Allah.

Abdullah penasaran dan mendatangi wanita itu. Tapi wanita tersebut justru membelakangi Abdullah. Ia pun semakin penasaran dan ingin tahu apa yang dilakukan wanita itu. Betapa terkejutnya ketika melihat bila wanita itu sedang membersihkan bangkai ayam. Tak ada bekas kepingan di leher ayam dan muncul bacin busuk.

Abdullah bertanya pada wanita tersebut, untuk apa ia membersihkan bangkai ayam. Ternyata wanita itu akan memakannya. Abdullah mengingatkan bukankah Tuhan telah mengharamkan kita memakan bangkai ayam.

Wanita itu menjawab bahwa mungkin bangkai ini haram untuk Abdullah tapi tidak untuknya. Abdullah pun bertanya kenapa demikian.

Awalnya sang wanita tidak ingin menjawabnya dan justru mengusir Abdullah semoga tidak mencampuri urusannya. Tapi Abdullah juga terus mengejar penjelasan sang wanita dengan menyebut nama Allah.

Akhirnya, wanita itu menjelaskan masalahnya bahwa ia dan anak-anaknya sudah tidak makan sampai tiga hari, kecuali hanya sedikit minum. Suaminya telah wafat di jalan Tuhan dan suaminya tidak meninggalkan harta warisan yang dapat digunakan untuk menyambung hidup. Sementara, wanita itu aib bila harus meminta-minta. Ia mencari makan ke sana dan ke mari namun tidak juga mendapatkannya kecuali bangkai ayam itu.

Betapa sedihnya hati Abdullah mendengar kisah wanita itu. Sungguh bukan hal yang benar bila ia membiarkan wanita dan anak-anaknya itu dalam kesusahan. Ia kemudian menunduk dan berkata dalam hati bahwa tidak ada haji yang lebih mabrur daripada menolong keluarga wanita itu.

Tanpa berpikir panjang, Abdullah pribadi menyerahkan semua uang yang dibawanya itu pada sang wanita. Padahal uang itu akan digunakannya untuk membeli unta sebagai pengangkut bekal naik haji.

Abdullah mengatakan bahwa bangkai ayam itu sekarang haram untuknya dan ia meminta wanita itu untuk segera memberi anak-anaknya makan.

Betapa senangnya sang wanita, ia mendapatkan dukungan itu sambil mendoakan Abdullah semoga Tuhan merahmatinya.

Setelah trend haji selesai, Abdullah ikut menyambut rombongan haji dengan para kerabat haji. Para haji mengungkapkan bahwa ketika mereka haji mereka bertemu dengan Abdullah. Tapi Abdullah justru terheran alasannya yaitu ia tidak ikut haji.

Malam harinya, ia bermimpi bertemu Rasulullah, dia mengatakan bahwa Abdullah telah merelakan bekal hajinya untuk menolong sanak keturunan Rasul semoga terbebas dari kesulitan. Untuk itulah Tuhan mengutus malaikat untuk pergi haji mirip dirinya setiap tahun alasannya yaitu sedekah orang ini dihajikan malaikat. Dan pahalanya akan diterima Abdullah sampai hari akhir.
Subhanallah semoga apa yang kita baca tadi diterima oleh allah amin amin ya robball alamin...

Semoga bermanfaat !!!

KEUTAMAAN DAN KEAMPUHAN AYAT 1000 DINAR
Ayat 1000 Dinar dikenal sebagai amalan termasyhur dalam masalah yang berkaitan dengan rezeki dan juga bantuan diri. Banyak orang mengamalkan ayat ini sebagai tujuan meminta kepada Yang Mahakuasa SWT semoga dikaruniai rezeki yang berlimpah, akomodasi dan penyelesaian setiap masalah yang dihadapi. Agar tercapainya tujuan tersebut, haruslah diamalkan dengan niat yang nrimo dan secara istiqamah.



Barang siapa yang bertaqwa kepada Yang Mahakuasa (dengan mengerjakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya), niscaya akan diberikannya kelapangan (jalan keluar dari segala perkara yang menyusahkannya). Dan diberikannya rezeki yang tidak disangka-sangka. Dan (ingatlah), sesiapa yang bertawakal (berserah diri bulat-bulat) kepada Allah, maka dicukupkan baginya (keperluan untuk menolong dan menyelamatkannya). Sesungguhnya Yang Mahakuasa tetap melaksanakan segala yang di kehendaki-Nya. Yang Mahakuasa telah menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu. (Ayat 2 & 3 Surah At-Talaq)

Pendapat Ulama Mengenai Keutamaan Ayat 1000 Dinar
Sebagai umat Islam kita tidak boleh menafikan kelebihan ayat 1000 dinar. Para ulama pun menganjurkan semoga kita selalu mengamalkan ayat ini dalam kehidupan sehari-hari untuk memperoleh kejayaan dan keuntungan. Walaupun terdapat perselisihan dan saingan dari para alim ulama’ akan kelebihan dan kesahihan sumbernya, bersedekah dengan ayat-ayat Yang Mahakuasa tidak akan merugikan siapapun bahkan Yang Mahakuasa SWT akan mengkaruniainya dengan kelebihan yang banyak.

Jika diperhatikan dalam setiap makna dan ayat yang ada, memang benar dan sempurna sekali bahwa ayat ini sangatlah penting untuk diamalkan oleh setiap umat islam. Hal ini ditujukan semoga lebih tingginya kebergantungan seseorang kepada Yang Mahakuasa SWT dalam setiap gerak-gerik dan tindak tanduk perbuatannya.

Dalam kajiannya, ayat 1000 dinar mengandung dua macam pengajaran, adalah supaya kita bertaqwa dan bertawakkal kepada Yang Mahakuasa SWT dalam setiap urusan rezeki dan kebergantungan. Hanya Yang Mahakuasa lah yang Maha Berkuasa menentukan rezeki dan jalan keluar dari semua masalah dalam hidup setiap hambaNya.‎ Apabila keyakinan itu ditanamkan dalam hati dan pikiran kita, maka sudahlah tentu Yang Mahakuasa lah daerah penentu kesudahan.

Amalan Ayat 1000 Dinar
1. Jika ayat ini diamalkan setiap kali setelah tamat shalat sebanyak 3x, maka InsyaAllah akan memperoleh 1000 faedah.

2. Bagi siapa yang mengamalkan ayat ini, niscaya Yang Mahakuasa SWT akan memberikannya jalan keluar dari segala dilema dan kesulitan. Yang Mahakuasa SWT akan membukakannya pintu rezeki yang sangat banyak dan tidak disangka-sangka jalan masuknya rezeki tersebut. Yang Mahakuasa SWT akan menjawab dan mengabulkan setiap permintaannya dan dijauhkan dari segala mara ancaman baik itu di darat maupun di laut. Namun harus dengan keyakinan dan bersedekah yang sungguh -sungguh untuk meraihnya.

3. Jika ayat ini dibacakan kepada orang yang sedang sakit sebanyak 3x dan dihembuskan pada orang yang sakit tadi dan dijampi pada air sebanyak 3x diberi minum, Insya Yang Mahakuasa dengan pertolongan Yang Mahakuasa orang yang sakit tadi akan diberikan kesembuhan padanya.

4. Jika kita mempunyai masalah yang cukup berat, menyerupai kesusahan dikarenakan kezaliman orang-orang tamak, huru hara, peperangan. Maka dengan mengamalkan ayat ini selepas shalat 5 waktu, segala kesusahan yang dialami akan dipermudah dan senantiasa menerima bantuan dari Yang Mahakuasa SWT.

5. Jika sedang berada dalam sebuah medan pertempuran melawan musuh Allah, maka tidak akan binasa disebabkan terbakar, tidak mempan dengan pukulan besi, dan tidak merasa sakit dengan benda berbahaya lainnya. Untuk itu Hendaklah mengamalkan ayat ini dan bertawakkal kepada Yang Mahakuasa SWT.

Subhanllah...semoga kita dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari amin amin yarobballalamin...


Hukum Memakai Behel dalam Islam



Untuk tampil menarik, dan disukai mampu dikata takdir seorang wanita. Sayangnya, penampilan itu terkadang “over” dan didefenisikan berdasarkan pandangan wanita yang bersangkutan. Padahal keliru, karena menarik, cantik, simpatik, ialah penilaian orang kedua dan ketiga, atau siapa yang melihat. Sikap over itulah yang membuat wanita mencoba segala hal, memperhalus kulit, memperindah bulu mata, hingga memasang behel.
bahwa kepolisian Balikpapan, menciduk empat perempuan yang masih berstatus pelajar sekolah menengah atas dan kejuruan dari banyak sekali daerah berbeda di Balikpapan, ahad lalu. Keempat pelajar itu terlibat menjual kegadisan hanya untuk memakai kawat gigi (behel). Begitu besar pengaruh ingin tampil menarik melalui pemasangan behel, hingga rela melaksanakan yang jelas-jelas dilarang secara agama dan moral.
Lahir dengan hidung pesek, gigi meluber keluar, menciptakan definisi tersendiri dari sebuah penampilan menarik. “Meski hidung sedikit pesek, yang penting gigi tidak offside”. Seloroh siswaku mengenai gigi tonggos itu. mampu jadi hal inilah yang menginspirasi Celcus pada tahun 25 SM mengemukakan teori, bahwa gigi dapat digerakkan dengan menunjukkan tekanan dengan tangan, sehingga diciptakan peralatan sederhana yang didesain untuk mengatur gigi geligi oleh para arkeolog bangsa Mesir, Yunani, dan Suku Maya di Meksiko kala itu.
Trobosan gres muncul pada kala ke-20 dengan ditemukannya Rubber Appliance oleh Calvin S. Case dan H. A. Baker, dan menjelma Braces (Bracket), dan selanjutnya dikenal dengan istilah behel. Sebuah temuan, pasti ada manfaatnya. Sebuah manfaat pasti berefek pada perbaikan, dan hal itu disarankan agama. Namun, bagaiman hukum memakai behel menurut padangan Islam.
Tak satupun dari ciptaan Tuhan yang dinamakan manusia, tidak sempurna. Kesempurnaan dalam definisi Tuhan sebagai yang Maha Pencipta. Gigi nongol ialah kesempurnaan, karena Omas tidak mungkin setenar sekarang jika bukan karena pesona giginya yang nongol.
Allah SWT berfirman dalam (QS. At-tin ayat 4 ):

 “Sesungguhnya Kami telah menciptakan insan dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. at-Tin, ayat 4).

Dengan kecerdikan sederhana, sesuatu yang tepat kemudian dirubah, maka perubahan yang terjadi meniscayakan ketidaksempurnaan.

 Itulah sebabnya Rasulullah saw melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit. (HR. Ahmad).

Tak satupun teks baik dalam al-Quran maupun hadis menyebutkan kata “behel” atau larangan menekan gigi semoga tidak kelihatan tonggos. Namun, beberapa hadis mampu dijadikan perumpamaan akan hal itu.
seperti hadis Nabi saw bersabda:

 “Dilaknat perempuan-perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang mengubah ciptaan Allah.”(HR Bukhari dan Muslim).

Beberapa ulama :
 hadis menganggap larangan memakai behel itu dilarang karena dua hal. Pertama; karena merubah ciptaan Allah, sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya; dan kedua, bahwa perbuatan ini dianggap mengelabui orang lain.
Beda masa beda trend. Pada masa Jahiliyah, musim yang berkembang ialah menjarangkan gigi, semoga wanita inging dianggap cantik. Beda dengan hari ini, kebanyakkannya sudah menukar ‘style’ mereka kepada merapatkan gigi menggunakan “braces” yang yang bertujuan mencantikkan susunan gigi. Maka, dikala menjarangkan gigi diharamkan oleh Nabi saw, maka hukum memakai behel juga haram.

Perlu juga dijadikan sebagai materi pertimbangan, bahwa beberapa ulama menghukumi pemakaian behel sebagai “mubah”, atau boleh, dengan syarat; pemakaian behel semoga terhindar dari ejekan, yang mana usikan tersebut sudah mengakibatkan kemudharatan yang besar; kedua, apabila pemakaian behel, bukan untuk merubah ciptaan Allah, mempercantik diri, dan mengelabui, tapi semata-mata memperbaiki susunan gigi tanggapan perubahan yang terjadi karena kecelakaan, dan sejenisnya. “semua kembali kepada niat.
Sebagai khulasah, dalam celoteh saya ini. Perlu didingat, Tuhan Maha Adil. Keadilan Tuhan terhadap semua hal, termasuk ciptaannya. Jika insan diciptakan sebaik-baik bentuk, maka bentuk yang baik itu, tidak perlu didefinisikan ulang dengan membandingkan apa yang dimiliki oleh bentuk fisik orang lain.
Demikian informasi, ihwal hukum memakai behel, semoga bermanfaat untuk kita semua amin amin yarobballalamin....

Silahkan di baca!!!

Hukum Mencukur Alis Dalam Islam


A. Pendahuluan
Kecantikan dan keindahan, identik dengan kaum hawa. Untuk melaksanakan itu semua, mereka berlomba-lomba melaksanakan perawatan secara teratur, bahkan mereka rela merogoh kocek dalam-dalam untuk ke salon biar memperoleh hasil maksimal, Apalagi bagi wanita yang akan menikah, Saat pernikahan, mereka harus tampil maksimal, alasannya yaitu itu yaitu momen yang barang kali hanya seumur hidup sekali. Uang tidak masalah, asalkan sebanding dengan hasilnya. Bagi mereka, menjaga itu semua yaitu sebuah kewajiban biar dapat tampil menarik. Banyak cara dilakukan biar tampak cantik, Salah satunya yaitu mencukur alis mata. Agar tampak cantik, mereka merapikan alis mata dengan cara mencukurnya sebagian biar terlihat lebih rapi dan menarik.

B. Bagaimanakah hukum mencukur alis dalam Islam?

C. dalil –dalil

 Allah SWT berfirman :
“Sungguh saya (Syaithan) akan memerintahkan mereka biar merubah ciptaan Allah.”  [QS. An-Nisa’: 119]

Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, ia berkata: 
“Semoga Tuhan melaknat tukang tatto,dan orang yang di tatto, dah Al-Mutanammishaat, dan orang yang merenggangkan giginya dikarenakan untuk keindahan, yang mengubah ciptaan Allah.”
 [HR. Bukhari: 4886, dan Muslim: 2125]

Imam An-Nawawi mengatakan: 
“An-Namishah yaitu orang yang menghilangkan rambut wajah. Sedangkan Al-Mutanammishaah yaitu orang yang meminta dicabutkan rambut wajahnya. Hukum An-Namsh adalah haram, kecuali apabila terdapat jenggot atau kumis pada wanita itu, maka tidak mengapa dihilangkan, bahkan sunnah”
[Syarah Shahih Muslim: 14/106].
Syekh Ibnu Utsaimin berkata:
 “Perbuatan ini (Mencabut alis) termasuk dosa besar, terutama bagi kaum wanita, alasannya yaitu wanitalah yang sebagian besar melakukannya untuk mempercantik diri, akan tetapi, jikalau laki-laki melakukannya , maka mereka pun akan tetap di laknat, meskipun caranya tidak dengan di cabut, akan tetapi dengan gunting (di cukur) atau pisau cukur (dikerok), alasannya yaitu sebagian Ulama berpendapat bahwa hal itu sama dengan dicabut, itu semua termasuk merubah ciptaan Allah.”
 [Fatawa As-Syekh Ibnu Utsaimin: 2/ 830-831].
D. Kesimpulan
Melihat dalil-dalil dan pendapat para Ulama di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum mencukur, mencabut, ataupun mengerok alis hukumnya haram, entah itu bagi laki-laki ataupun wanita, sebagaimana anutan dari Syekh Ibnu Utsaimin, bahkan Syekh Ibnu Utsamin mengatakan bahwa mencukur,mencabut, ataupun mengerok alis yaitu sebagian dari dosa besar, karena itu termasuk dari merubah ciptaan Allah (taghyirulkhalqi), yang mana itu (taghyirulkhalqi) merupakan dosa besar.
Demikianlah sedikit artikel yang membahas ihwal hukum mencukur alis dalam Islam, semoga bermanfaat, untuk kita semua..
Silahkan di baca dan di share kan keteman2 ..!!!


MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget