Halloween Costume ideas 2015

Informasi baru islam masa kini.

Latest Post

Setan merupakan salah satu makhluk ciptaan Yang Mahakuasa SWT yang diciptakan dari api dan memiliki misi untuk menyesatkan insan sehingga menjadi temannya ketika di neraka kelak. Tipu daya setan sungguh licik sehingga bisa mengelabui manusia, bahkan setan bisa membungkus keburukan menjadi seperti kebaikan sehingga bisa menipu manusia. Bahaya akan muslihat setan ini dapat diminimalisir dengan mengamalkan amalan yang telah diajarkan oleh Rosulullah SAW.


Cukup Dengan 1 Bacaan Ini Anda Bisa Membuat Puluhan Iblis Kocar Kacir Ketakutan... Silahkan di Coba...!!!

Dalam Islam terdapat banyak amalan yang memiliki banyak manfaat untuk setiap muslim amalkan. Masing-masing amalan yang diajarkan dalam Islam memiliki kelebihan dan manfaat masing-masing, salah satunya yakni untuk mengalahkan setan yang selalu mengganggu manusia. Amalan apakah yang dapat mengalahkan setan?

Rosulullah selalu mengajarkan banyak sekali amalan yang dapat membawa kebaikan bagi setiap muslim, selain itu amalan tersebut juga bisa mengalahkan setan yang akan menarik hati kita. Amalan apa yang dapat mengalahkan 70 setan? Ternyata amalan sederhana yang bisa mengalahkan 70 setan yakni berzakat dan menjalankan semua perintah Yang Mahakuasa SWT serta menjauhi segala larangan-Nya. Makara kalahkan 70 setan dengan satu amalan ini ya…

Amalan ini memang merupakan amalan yang sangat sederhana, tetapi masih banyak umat Islam yang belum menjalankannya dan bahkan berat untuk melaksanakannya. Bersedekah tidak hanya dapat mengalahkan setan saja tetapi juga membawa banyak manfaat bagi setiap muslim yaitu sebagai pembuka pintu rejeki, pelindung dari segala bencana alam dan penyakit, serta sebagai rasa syukur atas segala rejeki yang telah Yang Mahakuasa SWT berikan dengan banyak sekali cara kepada orang yang membutuhkan.

Rosulullah selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berzakat sesuai dengan kemampuannya untuk membantu orang lain dan meningkatkan kesadaran akan hidup bersosialisasi dan tolong menolong dengan sesama. Bersedekah dapat dilakukan meskipun hanya dengan sebiji kurma tetapi yang harus ditekankan bahwa sedekah dilakukan dengan tulus tanpa mengharap kebanggaan dari orang lain. Sudahkah Anda siap mengalahkan 70 setan dengan amalan ini?

Menurut pendapat ulama besar syeikh Ibnu bahwa insan selalu diganggu oleh 70 jenis setan setiap harinya. Setan-setan tersebut mengerubungi seluruh anggota badan insan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki biar insan melaksanakan hal yang dilarang oleh aliran Islam.

Maka tak heran jikalau kekuatan muslihat setan sangat besar dan dikala ini banyak sekali insan yang telah terjebak dengan tipuan setan dan bahkan telah melaksanakan banyak sekali hal larangan Islam secara terang-terangan tanpa memperdulikan bahaya yang telah Yang Mahakuasa SWT jelaskan dalam Al-Quran yaitu neraka.

Setiap orang masih merasa berat untuk berzakat alasannya yakni mereka selalu berpikir masih dalam kekurangan, padahal sedekah tidak harus dilakukan dalam jumlah yang besar tetapi sesuai dengan kemampuan masing-masing orang.

Jika sampai dikala ini kita masih berat untuk melaksanakan amalan sederhana untuk kalahkan 70 setan yaitu bersedekah, belum terlambat untuk memperbaikinya. Kebiasaan berzakat dapat ditanamkan dalam diri dengan melaksanakan latihan yaitu mulailah berzakat dengan hal kecil secara rutin misalnya sebulan sekali mengeluarkan sedekah sepuluh ribu rupiah. Jika hal ini telah rutin dilakukan maka tingkatkan frekuensinya yaitu seminggu sekali, dan akan lebih baik lagi jikalau ditingkatkan setiap hari meskipun hanya seribu rupiah saja.

Jika dipikirkan dengan seksama, kita bisa membeli barang mahal tetapi mengapa kita tidak bisa mengeluarkan sedekah yang jumlahnya tidak sebanding dengan barang mewah yang kita beli. Padahal semua kemewahan yang kita dapatkan di dunia ini bersifat sementara dan tidak dibawa mati tetapi malah justru harus dipertanggungjawabkan dihadapan Yang Mahakuasa SWT kelak di akhirat.

Demikian gosip seputar amalan sederhana berzakat dan jikalau amalkan 1 amalan ini maka Anda bisa kalahkan 70 setan.

Inilah Ciri Orang yang Menjadi Sahabat dan Dicintai Malaikat

Malaikat merupakan makhluk mulia yang diciptakan oleh Yang Mahakuasa SWT. Mereka yakni bangsa yang senantiasa patuh akan perintah-Nya dan tidak pernah melaksanakan perbuatan dosa.. Yang Mahakuasa menugaskan para malaikat untuk mendampingi kehidupan insan selama hidup di dunia.

Tidak hanya itu, ada pula malaikat yang bertugas di dalam surga dan neraka. Dalam kesehariannya, para malaikat ini tidak makan, minum apalagi menikah. Hal ini dikarenakan mereka tidak diberikan karunia berupa nafsu ataupun pikiran.


Akan tetapi, banyak orang yang belum tahu bahwa ternyata para malaikat ini memilih insan untuk dijadikan sobat untuk mereka. Namun, sudah pasti mereka yakni orang pilihan dari Yang Mahakuasa SWT. Lantas, siapakah orang yang dijadikan sobat serta dicintai oleh para malaikat ini? Berikut gosip selengkapnya.

Orang pilihan yang menjadi sobat dan dicintai oleh para malaikat Yang Mahakuasa yakni orang yang beriman. Yang Mahakuasa SWT menugaskan kepada para malaikay untuk senantiasa melimpahkan rasa aman ke dalam hati orang yang beriman.

Tidak cukup hingga di situ, para malaikat ini juga diperintahkan untuk memberikan kabar besar hati wacana surga kepada kaum beriman serta loyal kepada mereka di dalam kehidupan dunia ataupun akhirat.
Allah SWTberfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kau takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Yang Mahakuasa kepadamu”. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kau memperoleh apa yang kau inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kau minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Fushshilat: 30-32)

Beriman di sini dalam artian bukan hanya sekedar perkataan “Tuhan kami yakni Allah. Namun lebih dari itu, hal terpenting yakni konsistensi dari perkatan tersebut. Selain ia beriman dengan perkataan, keimanan tersebut juga harus berasal dari hati nuraninya serta perilaku selama orang tersebut hidup di dunia.

Orang-orang yang konsisten dengan keimanannya serta tabah dalam menghadapi cobaan dan tidak mudah terlena dengan kenikmatan yang diberikan Yang Mahakuasa inilah yang berhak menerima kenikmatan abadi di sisi Yang Mahakuasa SWT. Bahkan orang yang memiliki ciri ini juga berhak menerima persahabatan dengan para malaikat dan cinta dari mereka.

Apabila sudah merasa memiliki keimanan kepada Yang Mahakuasa SWT dengan hati, ekspresi dan perbuatannya, maka ia tidak perlu takut dan bersedih hati perihal kehidupannya di ahirat kelak. alasannya Yang Mahakuasa SWT akan senantiasa melindungi mereka ketika berada di dunia ataupun kehidupan setelahnya.

Tidak cukup hingga di situ, orang yang beriman juga dijanjikan akan menerima surga dikala di alam abadi kelak. Di dalam surga inilah orang yang termasuk ke dalam golongan ini akan menerima apapun yang ia inginkan. Yang Mahakuasa SWT juga akan menunjukkan kenikmatan yang tiada terkira kepada mereka yang bertakwa.

biar kita semua termasuk golongan tersebut...amin amin ya robballalamin..


Inilah Dosa yang 1000 Kali Lebih Besar dari Berzina


Perilaku zina merupakan salah satu perbuatan dosa besar yang sangat dibenci Allah. Begitu banyak ayat dalam Quran menjelaskan wacana hukuman yang akan diterima para pelakunya  baik ketika di dunia maupun ketika di akhirat.

Jika dilakukan oleh orang yang belum menikah, maka pelaku zina harus dirajam di hadapan penduduk sebanyak seratus kali. Sementara bagi yang sudah menikah namun melaksanakan zina dengan yang bukan muhrimnya, maka hukumannya dirajam hingga mati.

Bahkan dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nabi Musa as tidak memaafkan pelaku zina alasannya yakni dianggap sangat hina. Ia mengusir wanita pelaku zina yang ingin bertaubat dan  meminta petunjuk darinya. Hal ini mengambarkan bahwa zina merupakan dosa besar yang sulit diampuni.

Meski demikian besar bahaya dosa yang akan diterima oleh pelaku zina, namun ternyata ada dosa yang besarnya 1000 kali lebih besar dari dosa ini. Ancaman bagi pelaku dosa tersebut yakni hukuman dan kemurkaan Tuhan serta menerima kehinaan di dunia dan akhirat. Apakah dosa yang 1000 kali lebih besar dibanding zina? Berikut ulasannya.

Ternyata dosa yang sedemikian besar tersebut yakni dosa orang yang sengaja meninggalkan salat lima waktu. Salat merupakan kewajiban utama umat Islam yang menjadi pondasi dasar agama Tuhan ini. Meninggalkannya sama dengan meruntuhkan tiang agama dan membuat Tuhan SWT menjadi murka. Tidak hanya ketika di dunia, hukuman bagi orang yang meninggalkan salat, di darul abadi juga sangat pedih.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja yakni dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Tuhan serta menerima kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)

“Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menimbulkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).

Dalam riwayat yang lain juga dijelaskan bagaiamana kejamnya siksaan bagi mereka yang meninggalkan shalat. Ibnu Abbas r.a. berkata Jika langit sudah terbuka, maka malaikat akan datang dengan membawa rantai sepanjang 7 hasta. Rantai ini akan digantungkan kepada orang yang tidak melaksanakan shalat. Kemudian dimasukkan dalam mulutnya dan akan keluar dari duburnya. Kemudian malaikat mengumumkan, “ini yakni jawaban orang yang menyepelekan perintah Allah.” (Ibnu Abbas r.a).

Nisbah dosa yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat yakni antara lain yakni sebagai berikut:

Jika satu kali meninggalkan shalat subuh, maka hukumannya yakni masuk neraka selama 30 tahun, sedangkan satu hari di neraka sama dengan  60.000 tahun di dunia. Artinya satu kali tidak melaksanakan salat subuh, maka kita akan mendekam 60 ribu tahun di neraka.
Meninggalkan satu kali salat zuhur, sama dosanya dengan dosa membunuh  1.000 umat Islam
Dosa satu kali meninggalkan shalat ashar sama dengan dosa meruntuhkan Ka’bah
Dosa satu kali meninggalkan shalat maghrib sama dengan dosa berzina dengan ibunya (jika laki-laki) atau berzina dengan ayahnya (jika perempuan)
Satu kali meninggalkan shalat isya, tidak akan di-ridhoi oleh Tuhan untuk tinggal di Bumi dan akan didesak mencari bumi atau kawasan hidup yang lain.


Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa mendirikan salat, melaksanakannya sempurna waktu, biar sholat kita diterima oleh allah swt ,,amin amin yarobballalamin...

Kisah Tentang Keajaiban Istighfar yang Menggetarkan

Lafadz Istighfar merupakan salah satu dzikir untuk memohon ampun kepada Allah. Biasanya setelah salat, umat muslim tidak akan melewatkan untuk mengucapkan kalimat Astagfirullah Hal Adzim tersebut.

Harapannya, Istighfar bisa menghapuskan dosa-dosa yang diperbuat. Ternyata, tidak hanya untuk memohon ampunan, kalimat dzikir yang sering diucapkan Nabi Muhammad ini juga memiliki banyak keutamaan lain kalau diamalkan.


Kisah-kisah berikut menceritakan bagaimana ajaibnya amalan Istighfar dalam kehidupan. Mulai dari kisah pedagang roti yang ingin bertemu dengan Imam Ahmad, hingga nenek bau tanah renta yang mengharapkan pertolongan dokter untuk menyembuhkan cucunya. Bagaimana lengkapnya? Berikut ulasannya.

1. Kisah Ajaib Pedagang Roti
Imam Ahmad rahimahullah merupakan salah satu ulama madzhab 4 yang namanya mahsyur hingga dikala ini. Pada zamannya, Ia begitu dielu-elukan oleh banyak orang. Dalam sebuah kisah yang ditulis Imam al Jauzi rahimahullah dalam buku wacana Imam Ahmad dikisahkan bahwa dikala sang Imam memasuki usia senja dia begitu ingin pergi ke Negeri Syam.

Namun anehnya Imam Ahmad sama sekali tidak memiliki tujuan yang terperinci kenapa Ia ingin pergi ke kawasan itu. Padahal Ia harus menempuh perjalanan jauh dari kediamannya di Baghdad menuju Syam. Sesampainya di Syam, Imam Ahmad berhenti untuk menunaikan salat dzuhur. Tidak ada yang mengenalinya, mengingat zaman dahulu teknologi tidak secanggih dikala ini.

Ia menunggu di masjid tersebut hingga menjelang salat Ashar. Setelah Ashar, sang Imam membaca Quran untuk menunggu waktu Magrib dan Isya. Setelah habis malam, Imam Ahmad kemudian ingin tidur dan beristirahat di masjid tersebut.

Namun penjaga masjid tidak mengizinkan Ia tidur disana.

“Wahai syekh, anda tidak boleh tidur disini, ini peraturan silahkan pergi,” kata penjaga

Namun Imam Ahmad menolak, “Saya musafir, saya ingin istirahat disini” jawab sang Imam.

Namun sang penjaga tetap menolak dan memintanya untuk keluar lalu kemudian mengunci pintu masjid. Setelah penjaga tersebut pergi, Imam Ahmad kembali beristirahat di pelataran masjid.

Tapi, sang penjaga kembali datang dan lagi-lagi mengusirnya hingga mendorongnya menuju ke jalanan. Lalu ada tukang roti yang rumahnya tidak jauh dari masjid melihat kondisi tersebut. Tukang Roti tersebut memanggilnya

“Hai syekh, kemarilah beristirahatlah di toko ku, ”

Kemudian Iman Ahmad masuk ke toko roti tersebut. “Rumahku tidak jauh dari sini, ini toko roti ku, dibelakang sana, ada ruangan  untuk beristirahat. Beristirahatlah malam ini dan besok pagi engkau bisa melanjutkan perjalanan lagi”

Setelah masuk ke toko tersebut, Imam Ahmad kemudian memperhatikan acara sang penjual roti. Dan ada satu hal yang paling menarik perhatian dia dari lelaki ini. Yakni ucapan dzikir dan doa istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus semenjak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.

Imam Ahmad yang kagum lalu bertanya “Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti menyerupai ini?”

Ia menjawab, “Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi.”

Lalu Imam Ahmad bertanya lagi “Lantas apa hasilnya”

“Ya, Tuhan mengabulkan semua undangan ku” Jawabnya.

“Lalu apa permintaanmu yang belum dikabulkan Allah?” tanya Sang Imam.

Si lelaki saleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata, “Sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Tuhan untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau yaitu Imam Ahmad bin Hanbal!”

“Allahu Akbar! karena  Istighfarmu lah Tuhan SWT mendatangkan saya datang ke kota mu ini tanpa alasan yang jelas, alasannya yaitu Istighfarmu lah Marbot Masjid melarang saya tidur di Masjid, alasannya yaitu Istighfarmulah engkau menunjukkan saya istirahat ditempatmu. Saya lah Ahmad bin Hanbal…

Masya Allah, Tuhan SWT mendatangkan Imam Ahmad ke rumahnya alasannya yaitu Istighfarnya.

2. Ajaibnya Istighfar Seorang Ibu
Kisah selanjutnya belum lama terjadi yang bercerita wacana seorang ibu yang berada di tinggal wilayah Khasmir. Ibu ini memiliki anak perempuan yang memiliki penyakit tulang. Si Ibu selalu berdoa kepada Tuhan SWT sambil beristighfar. Pasalnya dia sudah membawa anaknya ke dokter di sekitar wilayahnya namun tidak mendapatkan hasil.

Mereka hanya bilang bahwa hanya ada satu dokter yang bisa menangani penyakit ini. Dokter tersebut seorang muslim shli seorang jago tulang, namun sayangnya Ia tinggal sangat jauh yakni di India.

Sang Ibu mengetahui kalau dirinya tidak memiliki kemampuan untuk pergi ke India membeli tiket pesawat, makan selama di sana dan biaya berobatnya. Maka ibu ini hanya memperbanyak doa dan Istighfar.

Ringkas cerita, dokter yang menjadi target keluar dari India untuk mengisi sebuah program dan melewati wilayah Khasmir.

Tiba-tiba pilotnya bilang tidak bisa terbang alasannya yaitu ada hujan tornado dan harus turun di wilayah ini. Setelah turun tiba-tiba berkata “saya harus menghadiri seminar, berapa jauh lagi wilayah ini dari kawasan tujuan”

Ternyata waktu yang diperlukan untuk hingga sekitar empat jam, sehingga sang dokter memilih untuk menyewa kendaraan beroda empat alasannya yaitu waktu untuk seminar sekitar enam jam lagi.

Akhirnya ia meninggalkan Bandara untuk menuju lokasi seminar. Namun sayang, gres sebentar meninggalkan bandar hujan semakin lebat sehingga supir tidak bisa melanjutkan perjalanan. Karena kalau dipaksakan maka mereka akan menghadapi badai.

Akhirnya dokter menyetujui untuk beristirahat dengan mendatangi rumah penduduk setempat. Rumah tersebut tampak bau tanah yang terbuat dari kayu yang reot. Lalu dokternya mengetuk pintu, mengucapkan salam dan meminta pemberian semoga sang pemilik rumah menyampaikan tumpangan.

Lalu sang dokter masuk dan si ibu mengambilkan minuman. Ketika sang dokter berada di ruang tamu, anak si ibu ini menangis kesakitan dikamar. Lalu dokter bertanya

“Kenapa anak ibu menangis” tanya dokter

“Sakit tulang” jawab sang ibu

“Kenapa tidak dibawa ke dokter?”

”Sudah, tapi kata dokter mereka tidak bisa menyembuhkan. Yang bisa menyembuhkan hanya dokter yang berjulukan si Fulan,”

Dokternya lalu berkata segala puji bagi Tuhan yang mendatangkan saya ke rumah ibu. Saya ini dokter yang ibu maksud. Tuhan datangkan ke rumahnya justru hanya dengan Istighfar, tanpa biaya dan gratis. Masya Allah.

3. Berkah Merutinkan Istighfar Selamat dari Fitnah 
Kisah selanjutnya datang dari dokter seorang jago jantung yang berjulukan Dr. Khalid Jubai. Ia mengalami keajaiban Istighfar dalam hidupnya. Pada suatu ketika, Dr. Khalid Jubai mendapat fitnah dari rekan sekantornya. Jika fitnah tersebut berhasil dibuktikan, maka sang dokter ternacam dipensiunkan dini dari rumah sakit.

Hal ini membuatnya gusar hingga begitu tersiksa batin.  Meski demikian, ia berjuang untuk memulihkan nama baik. Tapi upayanya tidak cukup untuk bisa melawan rekan sekantornya yang menebar fitnah. Kondisi ini sempat membuatnya putus asa hingga beberapa saat.

Namun keajaiban mulai terjadi ketika Ia mendatangi masjid. Setelah salat, ia teringat sesuatu yang mengubah pemikirannya.  Selama ini semua orang yang sakit datang kepadaku dengan impian besar semoga saya mengobati mereka, tapi mengapa sekarang saya sendiri justru tidak mampu,” pikir beliau.

Selanjutnya tiba-tiba dia teringat keutamaan istighfar, dan mencicipi adanya dorongan yang sangat berpengaruh untuk melakukannya. Maka sepanjang perjalanan pulang beliaupun mulai mengulang-ulang bacaan istighfar ini:

“Astaghfirullahal-ladzi la ilaha illa Huwal-Hayyul-Qayyum, wa atubu ilaih”

(Aku bersitighfar memohon ampun kepada Allah, Yang tiada dewa yang berhak diibadahi selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Maha Mengurus, dan saya bertobat kepada-Nya) HR. Al-Hakim dari Ibnu Mas’ud dan At-Tirmidzi dari Bilal bin Yasar bin Zaid.

Sesampainya di rumah, ada perasaan lega yang begitu dasyat. Ia mengalami semacam pengalaman spiritual yang merasuk ke dalam hati beliau. Sehingga beliaupun tak henti membaca lafadz istighfar tersebut, setiap dikala dan dalam segala kondisi.

Singkat cerita, hingga pada suatu waktu, semua tuduhan yang menjadi rumor buruk terhadapnya ternyata tidak terbukti. Tentu saja dia terkejut sekaligus bersyukur mengetahui kabar ini. Dengan begitu dia menjadi bebas dari sanksi pemberhentian kerja dan namanya pun menjadi bersih kembali.

Tak cukup hingga disitu, akhir fitnah yang dialamatkan kepada dia tidaklah terbukti, 5 koleganya yang melaporkan dia itu pun turut mendapatkan konsekuensi atas tuduhan yang tidak berdasar tersebut, diantara mereka ada yang dimutasi dari kawasan dan posisi kerjanya semula, ada yang justru dipensiundinikan, ada yang mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada dia dan instansi terkait.

Maka dari itu hendaklah kita selalu ingat sabda Nabi SAW jikalau bersama istighfar ada fasilitas dari permasalahan yang mendera kita. Dan amalan pembuka pintu rezeki yang mujarab dari Al-Qur'an dan Hadist.
Subhanallah...

Semoga kita semua dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari..amin..

Larangan Mencela Penyakit Demam

Semua orang pasti sangat menginginkan jasmani dan rohaninya dalam keadaan sehat. Namun tetap saja, dalam kondisi tertentu insan tidak bisa mengelak dari penyakit tertentu. Kondisi tersebut membuat tubuh lemah dan lesu sehingga tidak bisa melaksanakan kegiatan atau ibadah.

Salah satu penyakit yang pasti pernah dialami oleh insan yakni demam. Kondisi tubuh yang panas membuat pengecap tidak enak menelan sesuatu. Alhasil, dalam beberapa waktu seseorang harus istirahat jikalau menderita sakit ini.




Meski semua rasa makanan pahit, tubuh panas sampai menggigil, namun insan tidak boleh mencela penyakit yang satu ini. Pasalnya ada keistimewaan  yang jarang diketahui dari penyakit demam. Bahkan Rasulullah SAW marah ketika ada orang yang mencela demam. Mengapa demikian?

Manusia memang sulit untuk berbaik sangka terhadap bencana alam yang diberikan Tuhan SWT kepadanya. Seperti misalnya ketika mengalami sakit demam. Memang kondisi ini membuat tubuh begitu tidak enak.

Suhu tubuh tinggi dan menjadikan rasa meriang, rasa makanan tidak enak, serta lemah dan lesu merupakan hal-hal yang dialami ketika mengalami sakit demam. Namun tidak dapat dipungkiri, jikalau insan pasti akan mendapatkan jatah penyakit ini.

“demam yakni adegan jatah seorang mukmin dari neraka” Dari Munad Ibnu Syihab dan dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari

Tidak jarang beberapa diantara kita begitu marah ketika mengalami sakit ini. Misalnya dengan pernyataan-pernyataan berikut ini.

“Kenapalah harus demam, lagi banyak kerjaan, sekarang jadinya tidak bisa apa-apa”

“Ya Tuhan gak enak sekali rasa tubuh ini, gak mau sakit ini lagi ya Allah, ”

Dan masih banyak lagi pernyataan yang diungkapkan ketika mengalami sakit demam. Mungkin hal ini menjadi salah satu ungkapan alasannya yakni sudah cukup stres mencicipi demam.

Namun jikalau kita bisa bersabar, sebetulnya ada begitu banyak kebaikan yang Tuhan berikan pada penyakit ini. Seperti kata Rasulullah SAW dalam hadist riwayat Muslim berikut ini.

Jabir ra. menginformasikan bahwa Nabi Muhammad SAW masuk ke rumah Ummu Saib atau Ummu Musyyab, lalu bertanya . “Mengapa engkau menggigil wahai Ummu Saib?”

“Sakit pnas, ya Rasulullah” Jawab Ummu Saib. Lalu katanya “Semoga Allag tidak memberkahinya”

“Janganlah engkau mencela penyakit demam,” cegah Rasul “Sebab sesungguhnya penyakit itu dapat menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tiupan api pande (tukang las) dapat menghilangkan karat-karat besi” (HR Muslim).

Berdasarkan pendapat ulama, hadist ini terang mengatakan bahwa demam yakni penggugur dosa. Sehingga sangat sombong sekali insan jikalau mencela penyakit ini. Namun demikian, kita tidak diharuskan pasrah begitu saja tanpa ikhtiar untuk berobat. Rasul juga  menunjukkan obat atau penawar ketika insan mengalami demam.

"Demam berasal dari kepanasan api neraka yang mendidih, maka padamkanlah ia dengan air". (Hadith riwayat Bukhari dan Muslim)

Jika sudah ditakdirkan sembuh, Tuhan pasti akan mengangkat penyakit tersebut serta mengangkat dosa-dosa kita. Secara medis, demam juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Dan telah terbukti secara ilmiah bahwa ketika demam kadar zat interferon meningkat dengan persentase yang besar. Sebagaimana terbukti pula bahwa zat yang diproduksi oleh sel darah putih ini dapat mematikan virus yang menyerang tubuh dan menjadikan tubuh lebih bisa untuk membentuk antibodi yang melindungi tubuh (dari penyakit).

Selain itu, telah terbukti bahwa zat interferon, yang keluar dalam umlah yang berlimpah selama demam tidak hanya membersihkan tubuh dari virus dan kuman saja, akan tetapi ia meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan (meningkatkan) kemampuannya untuk membasmi sel-sel kanker semenjak awal sebelum kemunculannya, yang pada jadinya hal tersebut melindungi tubuh dari munculnya (tumbuhnya) sel-sel kanker yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

Semoga kita selalu berprasangka baik terhadap takdir Tuhan termasuk ketika diberi cobaan dengan penyakit demam.
Semoga bermanfaat untuk kita semua amin
Wallahua’lam...



Shalat Tahajud termasuk salat sunah yang dikerjakan oleh Rasulullah saw. Banyak ulama berpendapat bahwa dasar pelaksanaan salat tahajud adalah 
Surat Al-isra’ Ayat 79

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kau sebagai suatu ibadah embel-embel bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kau ke kawasan yang Terpuji.”(Al-Isra : 79)

Ibnu Katsir dikala menafsirkan ayat tersebut mengatakan bahwa ayat tersebut mengambarkan perintah Yang Mahakuasa kepada kaum muslimin untuk mengerjakan shalat malam yang dikerjakan rutin semoga mendapat derajat yang tinggi di hadapan Allah.


Tata Cara Shalat Tahajud


Adapun tata cara pelaksanaan shalat tahajjud yang dilaksanakan oleh Rasulullah, tergambar di dalam beberapa hadis berikut

Pertama, Hadis yang diriwayatkan oleh Qatadah. Ia menuturkan sebagai berikut,

“Rasulullah salat delapan rakaat, dia tidak duduk, kecuali pada rakaat kedelapan. Beliau duduk sambil berzikir kepada Allah, kemudia dia berdoa, lalu salam hingga kami dapat mendengar salamnya. Kemudian dia salat lagi dua rakaat sambil duduk, kemudian salam, lalu dia salat satu rakaat sehingga jumlahnya menjadi sebelas rakaat” (HR Abu Daud)

Hadis ini memperlihatkan bahwa Rasulullah saw menunaikan salat malam (Tahajjud) delapan rakaat sekaligus dengan sekali salam pada rakaat yang kedelapan dan Rasulullah saw duduk pada rakaat yang kedelapan dan diakhiri salam. Kemudian Rasulullah saw melanjutkan salat dua rakaat sambil duduk. Setelah salam, Rasulullah saw melaksanakan salat satu rakaat sehingga jumlahnya menjadi sebelas rakaat.

Kedua, Hadis riwayat Abdullah bin Abi Qais, yaitu tatkala ia bertanya kepada Aisyah perihal salat malam Rasulullah saw, Aisyah menjelaskan,

“Rasulullah saw salat witir empat rakaat dan tiga rakaat atau enam rakaat dan tiga rakaat atau delapan rakaat dan tiga rakaat atau sepuluh rakaat dan tiga rakaat. Rasulullah saw tidak pernah salat witir kurang dari tujuh rakaat dan tidak tidak pernah lebih dari tiga
Advertisement
belas rakaat” (HR Abu Daud)

Ketiga, Hadis riwayat Aisyah. Ia menuturkan,

“Rasulullah saw salat malam tiga belas rakaat, dia salat witir lima rakaat dengan tidak duduk dalam rakaat manapun, kecuali pada rakaat yang terakhir” (HR Bukhari dan Musllim)

Keempat, Hadis Abu Salamah yang mengatakan,

“Rasulullah saw salat tiga belas rakaat, dia salat delapan rakaat, kemudian salat witir satu rakaat, kemudian salat lagi dua rakaat sambil duduk. Jika dia hendak ruku’, dia berdiri dan ruku, kemudian dia salat lagi dua rakaat di antara azan dan iqamah salat subuh” (HR Bukhari dan Muslim)

Beberapa Hadis Aisyah,

“Ketika Rasulullah saw bertambah berat badannya alasannya yaitu sakit, dia mengerjakan salat witir itu tujuh rakaat, dia tidak duduk kecuali pada rakaat yang keenam (tasyahud awal) dan pada rakaat tang ketujuh (untuk tasyahud akhir) dan tidak salam, kecuali pada rakaat yang ketujuh. Kemudian dia salat lagi dua rakaat sambil duduk, maka jadilah sembilan rakaat” (HR Abu Daud)

“Maka dia telah berusia lanjut dan lemah, dia salat witir tujuh rakaat, tidak duduk kecuali pada rakaat yang keenam kemudian bangun dan tidak salam, kemudian dia salat lagi untuk rakaat yang ketujuh, kemudian salam. Lalu dia salat lagi dua rakaat sambil duduk” (HR Nasa’i)

“Dan dia salat sembilan rakaat tidak duduk, kecuali pada rakaat yang kedelapan, dia berzikir kepada Allah, memuji-Nya dan berdoa, kemudian dia bangun tidak salam, kemudian dia berdiri untuk melaksanakan rakaat yang kesembilan. Kemudian dia duduk berzikir kepada Allah, memuji-Nya, dan berdoa, lalu salam hingga kami mendengar salamnya, kemudian dia salat dua rakaat sambil duduk sehingga semuanya menjadi sebelas rakaat” (HR Muslim)


Semoga kita dapat mengamalkannya amin..…


Hukum Memanjangkan Kuku dalam Islam

Kuku yang cantik dan terawat tentu menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Keberadaannya semakin mencuri perhatian dengan banyaknya bentuk perawatan yang mampu dilakukan.

Semakin panjang, kuku yang terawat semakin memperindah lentik ruas-ruas jari. Tidak heran, baik wanita maupun pria banyak yang memanjangkan kuku-kukunya. Tujuannya yakni untuk menunjang penampilan dan menambah rasa percaya diri.


Namun bagi Umat Islam, ada baiknya mencermati terlebih dahulu sebelum ikut memanjangkan kuku dan menghiasnya. Karena apapun hukum yang diterapkan, memiliki alasan tersendiri untuk diikuti. Lantas apa hukum memanjangkan kuku dalam Islam?
Agama Islam sangat memperhatikan kebersihan umatnya. Termasuk kuku pun, tidak luput dari perhatian agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW ini.  Ternyata memanjangkan kuku bertentangan dengan Agama Islam.

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa hukum memanjangkan kuku yakni makruh. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Ada lima macam fitrah , yaitu : khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258)

Dari hadist di atas dapat diketahui bahwa memotong kuku merupakan fatwa para nabi. Hal ini sesuai dengan fitrah insan yang dijelaskan dalam hadist di atas.

Sebagai bentuk penekanan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan pernah memberi batas waktu kepada para sobat untuk memotong kuku mereka. Jika lebih dari waktu tersebut, menurut Imam Asy Syaukani dalam Nailul Author maka hukumnya menjadi haram. Hal ini berdasarkan hadist berikut:

Sahabat Anas bin Malik mengatakan, “Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, biar tidak tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.” (HR. Muslim 258).

Menurut Imam Nawawi kuku yang panjang berpotensi menjadi sarang penyakit. Tidak hanya itu, meski bersih, kuku juga berpotensi menghalangi air wudhu masuk ke sela-sela kuku sehingga wudhu menjadi tidak sempurna. Namun jikalau kuku pendek, potensi air wudhu mampu membersihkan bab jari akan semakin besar. Akan tetapi, semalas-malasnya orang, maksimal kukunya harus dipotong dalam 40 hari.

Semoga bermanfaat untuk kita semua amin..

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget