Halloween Costume ideas 2015

Informasi baru islam masa kini.

Latest Post

Bahaya Meniup Makanan Minuman Panas , Sunah Rosul



Meniup makanan atau minuman saat masih panas semoga dapat segera dimakan yaitu sesuatu yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat. Alasan lain semoga gigi tidak mudah rusak alasannya yaitu makanan panas. Orang bau tanah kita atau orang disekitar kita juga sering menganjurkan hal ini bukan?
Tahukah kamu, bahwa meniup makanan atau minuman panas sebelum makan itu tidak dianjurkan oleh Rosul. Bukan hanya itu, Jika dilihat dari sisi kesehatan,  meniup makanan sebelum makan juga merupakan sesuatu yang tidak baik bahkan mampu berbahaya.
Hadist Larangan Meniup Makanan Minuman Panas
Dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada baskom minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
Dari Asma binti Abu Bakr, sesunguhnya ia jikalau ia membuat roti tsarid wadahnya ia ditutupi hingga panasnya hilang kemudian ia mengatakan, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya”. [HR Hakim no 7124. Hakim mengatakan, “Hadits sahih sesuai dengan kriteria Muslim”. Pernyataan ia ini disetujui oleh adz Dzahabi. Hadits di atas dimasukkan oleh al Albani dalam Silsilah Shahihah jilid 1 bag 2 no hadits 392].

Dalam Silsilah Shahihah jilid 1 bag 2 hal 748, al Albani mengatakan, “Terdapat riwayat yang sahih dari Abu Hurairah, ia mengatakan “Makanan itu belum boleh dinikmati sehingga asap panasnya hilang”. Diriwayatkan oleh al Baihaqi dengan sanad yang sahih sebagaimana kujelaskan dalam Irwa’ Ghalil no 2038”.
Dari beberapa hadits di atas terang menyatakan bahwa meniup makanan panas dan memakan makanan panas tidak dianjurkan oleh Rosulullah SAW.
Lalu bagaimana penjelasan ancaman meniup makanan atau minuman dari sisi kesehatan ? Silahkan simak penjelasannya di bawah ini yang disandur dari forum kompas
Penjelasan Bahaya Meniup Makanan dan Minuman Panas
Semua yang telah mengenyam kursi sekolah pasti memahami, insan bernapas menghirup oksigen atau O2, dan menghembuskan karbondioksida atau CO2. Ketika kita meniup makanan, tentunya yang kita keluarkan yaitu gas CO2. Sementara itu makanan panas tadi masih mengeluarkan uap air (H2O). Menurut reaksi kimia, apabila uap air bereaksi dengan karbondioksida akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang bersifat asam.
H2O + CO2 => H2CO3
Perlu kita tahu bahwa didalam darah itu terdapat H2CO3 yang berkhasiat untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah yaitu Buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa H2CO3 dan dengan basa konjugasinya berupa HCO3- sehingga darah memiliki pH sebesar 7,35 – 7,45 dengan reaksi sebagai berikut:
CO2 + H20 HCO3- + H+
Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Adanya kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, mampu mengakibatkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis.
Asidosis yaitu suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering mengakibatkan menurunnya pH darah.
Sedangkan Alkalosis yaitu suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang mengakibatkan meningkatnya pH darah.
Kembali lagi ke permasalahan awal, dimana makanan kita tiup, lalu karbondioksida dari verbal kita akan berikatan dengan uap air dari makanan dan menghasilkan asam karbonat yang akan mensugesti tingkat keasaman dalam darah kita sehingga akan mengakibatkan suatu keadaan dimana darah kita akan menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini lebih dikenal dengan istilah asidosis.

Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha badan untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida.
Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.Tetapi kedua mekanisme tersebut tidak akan berkhasiat jikalau badan terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat. Sejalan dengan memburuknya asidosis, penderita mulai mencicipi kelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, semakin mual dan mengalami kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun, mengakibatkan syok, koma dan bahkan kematian.

Wallahua’lam..



Sunnah yaitu segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan. Sunnat pula berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya. Di antara perbuatan sunnah yang jarang dilakukan kaum muslimin yaitu sebagai berikut:

1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jikalau melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu

Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Tuhan berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan yaitu shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Siwak dapat membersihkan lisan dan sarana untuk menerima ridha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya saya memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bersiwak disunnahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi dikala hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, dikala bacin lisan berubah, baik dikala berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, dikala bangkit tidur, dan hendak memasuki rumah.

Bersiwak merupakan perbuatan sunnah yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang, kecuali yang menerima rahmat dari Allah. Untuk itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga kalian mampu menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya kalian akan menerima pahala yang sangat besar.

4. Shalat Istikharah

Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana ia mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)

Oleh sebab itu, lakukanlah shalat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam shalat istikharah.

5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak Tangan Ketika Berwudhu

Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan

Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kau hendak tidur, maka berwudhulah ibarat hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, saya serahkan semua urusanku kepada-Mu, saya lindungkan punggungku kepada-Mu, sebab cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada kawasan berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, saya beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai selesai perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

7. Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka ia hanya meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana

Sujud ini hanya sekali dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menerima sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka ia pribadi sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

9. Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya`

Hal ini berlaku jikalau tidak ada keperluan dikala begadang. Tetapi jikalau ada keperluan, ibarat belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan. Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`.

10. Mengikuti Bacaan Muadzin

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah ibarat yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Tuhan akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.Kemudian mintakan wasilah untukku, sebab wasilah merupakan kawasan di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Tuhan dan saya berharap semoga akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan menerima syafaatku (di darul abadi kelak).” (HR. Muslim)

11. Berlomba-Lomba Untuk Mengumandangkan Adzan, Bersegera Menuju Shalat, Serta Berupaya Untuk Mendapatkan ShafPertama.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Andaikata umat insan mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak menerima adegan kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melaksanakan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu

Jika tidak menerima izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya anda harus pergi. Namun, berbagai orang yang marah-marah jikalau mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk. Mereka tidak mampu memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak mampu memberi izin. Tuhan Ta’ala berfirman, “Dan jikalau dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kau kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Tuhan Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jikalau tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

13. Mengibaskan Seprai Saat Hendak Tidur

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, sebab dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu saya merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula saya mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jikalau Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)

14. Meruqyah Diri Dan Keluarga

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa ia berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa pemberian ketika sakit, yaitu pada sakit yang menimbulkan wafatnya beliau. Saat ia kritis, akulah yang meruqyah ia dengan doa tersebut, lalu saya mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, sebab tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari)

15. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jikalau mengenakan pakaian baru, maka ia menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian ia membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua kebanggaan itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka saya mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan saya berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

16. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu menunjukkan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan orang yang tidak kau kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu ia mengucapkan salam kepada mereka semua.” (HR. Muslim)

17. Berwudhu Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka ia membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu ibarat hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke airdan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua adegan tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

18. Membaca ‘Amin’ Dengan Suara Keras Saat Menjadi Makmum

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika imam membaca “Amin” maka kalian juga harus membaca “Amin” sebab barangsiapa yang bacaan Amin-nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan “Amin” sehingga masjid bergemuruh.

19. Mengeraskan Suara Saat Membaca Zikir Setelah Shalat

Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan, “Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan, mengeraskan bunyi dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat wajib telah ada semenjak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat sebab mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Disunnahkan mengeraskan bunyi dikala membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.”

Sunnah ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak dapat dibedakan apakah imam sudah salam atau belum, sebab suasananya sepi dan hening. Caranya yaitu imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar) secara sendiri-sendiri, bukan satu komando dan satu suara. Adapun mengeraskan bunyi ketika berzikir dengan satu komando, satu bunyi dan dipimpin oleh imam maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak, ada yang memandang sunnah dengan syarat-syarat tertentu dan ada pula yang mengatakan bahwa zikir berjamaah yaitu perbuatan bid’ah.

20. Membuat Pembatas Saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah

Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya sebab orang itu yaitu setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang tongkat itu.” (HR. Al-Bukhari)

Sunnah ini sering diabaikan, terutama dikala melaksanakan shalat sunnah.

Wahai saudaraku! Jadilah ibarat orang yang diungkapkan oleh Abdurrahman bin Mahdi, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Tiada satu hadits pun yang hingga kepadaku kecuali saya mengamalkannya meskipun hanya sekali.”

Muslim bin Yasar mengatakan, “Aku pernah melaksanakan shalat dengan memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku melaksanakan itu hanya ingin menjalankan sunnah Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam.”
Semoga kita dapat mengamalkannya dalam kehidpan sehari-hari amin..


Orang-orang yang Dijamin Masuk Surga



Keinginan menjadi penghuni surga tidak cukup hanya berdo’a, tapi kita harus berusaha memiliki sifat dan amal calon penghuninya dan usaha itu sekarang dalam kehidupan kita di dunia ini.
1. Memberi Makan.
Makan dan minum merupakan kebutuhan insan yang harus dipenuhi oleh masing-masing orang, namun karena banyak sekali duduk perkara dalam kehidupan manusia, maka banyak orang yang tidak bisa memenuhinya atau bisa memenuhi tapi tidak sesuai dengan standar kesehatan, karena itu, bila kita ingin mendapat jaminan masuk surga, salah satu yang harus kita lakukan dalam hidup ini ialah memberi makan kepada orang yang membutuhkannya.
Rasulullah saw bersabda: “Sembahlah Tuhan Yang Maha Rahman, berikanlah makan, tebarkanlah salam, niscaya kau masuk surga dengan selamat ” (HR. Tirmidzi)
Di dalam hadits lain, Rasulullah saw juga bersabda: “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang luamya dapat dilihat dari dalamnya dan dalamnya dapat dilihat dari luarnya, Tuhan menyediakannya bagi orang yang memberi makan, menebarkan salam dan shalat malam sementara orang-orang tidur ” (HR. Ibnu Hibban).
Terdapat pula hadits senada soal ini yang perlu kita perhatikan: “Di surga terdapat kamar-kamar yang luarnya dapat dilihat dari dalamnya dan dalamnya dapat dilihat dari luarnya”. Abu Malik Al Asy’ari berkata: “buat siapa wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Bagi orang yang berucap baik, memberi makan, dan di melalui malam dengan shalat sementara orang-orang tidur” (HR. Thabrani, Hakim, Bukhari dan Muslim).
Bahkan teman Abdullah bin Salam mendengar pesan Nabi kepada para teman yang berbunyi: “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah kekerabatan silaturrahim, shalatlah diwaktu malam sementara orang-orang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat ” (HR. Tirmidzi, ibnu Majah dan Hakim).
2. Menyambung Silaturrahim.
Hubungan antar sesama insan harus dijalin dengan sebaik-baiknya, antara sesama saudara dalam iman, terutama yang berasal dari rahim ibu yang sama yang kemudian disebut dengan saudara dalam nasab.
Bila ini selalu kita perkokoh, maka di dalam hadits di atas, kita mendapatkan jaminan surga dari Rasulullah saw, sedangkan bila kita memutuskannya, maka kitapun terancam tidak masuk surga.
Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka memutuskan, Sufyan berkata dalam riwayatnya: yakni memutuskan tali persaudaraan ” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Ketika Rasulullah saw bertanya kepada pada teman perihal maukah saya beritahukan kepada kalian perihal orang yang akan menjadi penghuni surga? diantaranya dia menjawab: Seorang laki-laki yang mengunjungi saudaranya di penjuru kota dengan nrimo karena Allah ” (HR. Ibnu Asakir, Abu Na’im dan Nasa’i).
3. Shalat Malam
Tempat terpuji di sisi Tuhan swt ialah surga yang penuh dengan kenikmatan yang tiada terkira, hasilnya salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk bisa diberi kawasan yang terpuji itu ialah dengan melaksanakan shalat tahajjud ketika banyak insan yang tertidur lelap, Tuhan swt berfirman: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kau sebagai suatu ibadah perhiasan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kau ke kawasan yang Terpuji ” (QS Al Isra [17]:79).
Manakala seseorang sudah rajin melaksanakan shalat tahajjud, ia merasa menjadi seorang yang begitu erat dengan Tuhan swt dan bukti kedekatannya itu ialah dengan tidak melaksanakan penyimpangan dari ketentuan Tuhan swt meskipun peluang untuk menyimpang sangat besar dan bisa jadi ia mendapatkan keuntungan duniawi yang banyak.
4. Memudahkan Orang Lain.
Dalam hidupnya, ada ketika insan mengalami kesenangan hidup dengan segala kemudahannya, namun pada ketika lain bisa jadi ia mengalami kesulitan dan kesengsaraan.
Karena itu, sesama insan idealnya bisa saling memudahkan, termasuk dalam jual beli. Manakala kita sudah bisa memudahkan orang lain, maka salah satu faktor yang membuat insan mendapat jaminan surga telah diraihnya.
Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya seorang lelaki masuk surga. Dia ditanya: “Apa yang dulu kau kerjakan?”. Dia menjawab, dia ingat atau diingatkan, dia menjawab: “Aku berjual beli dengan insan lalu saya memberi tempo kepada orang yang dalam kesulitan dan mempermudah urusan dengan pembayaran dengan dinar atau dirham”. Maka dia diampuni (HR. Muslim dan Ibnu Majah)
Apabila dalam hidup ini kita suka memudahkan kesulitan yang dialami orang lain, maka kitapun akan mendapatkan fasilitas dalam kehidupan di dunia ini maupun di alam abadi kelak.
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, Tuhan memudahkannya di dunia dan akhirat ” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).
5. Berjihad.
Islam merupakan agama yang harus disebarkan dan ditegakkan dalam kehidupan di dunia ini, bahkan ketika dengan karena disebarkan dan ditegakkan itu ada pihak-pihak yang tidak menyukainya, lalu mereka memerangi kaum muslimin, maka setiap umat Islam harus memiliki semangat dan tanggungjawab untuk berjihad dengan pengorbanan harta dan jiwa sekalipun.
Manakala kaum muslimin mau berjihad, maka Tuhan swt menyediakan surga untuk siapa saja yang berjihad di jalan-Nya, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: “Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama Dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. dan mereka Itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. Tuhan telah menyediakan bagimereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (QS At Taubah [9]:88-89).
Di dalam hadits, Rasulullah saw juga bersabda perihal jaminan Tuhan swt kepada orang yang berjihad dengan surga: Ada tiga orang yang semuanya dijamin Tuhan azza wajalla, yaitu: seorang lelaki yang pergi untuk berperang dijalan Allah, maka ia dijamin oleh Tuhan hingga Tuhan mewafatkannya, lalu memasukkannya ke surga dengan segala pahala atau harta rampasan perang yang diperolehnya. Dan seseorang yang pergi ke masjid, maka dia dijamin oleh Tuhan hingga Tuhan mewafatkannya lalu memasukkannya ke surga atau mengembalikannya dengan pahala atau harta yang diperolehnya; dan seseorang yang masuk ke rumahnya dengan mengucapkan salam, maka dia dijamin olehAllah azza wajalla (HR. Abu Daud).
Bahkan orang yang berjihad dan mati syahid meskipun dahulunya ia kafir dan pernah membunuh kaum muslimin dijamin masuk surga, Rasulullah saw bersabda: Allah tertawa kepada dua orang yang saling membunuh yang keduanya masuk surga. Para teman bertanya: “Bagaimana yang Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Yang satu (muslim) terbunuh (dalam peperangan) lalu masuk surga. Kemudian yang satunya lagi (kafir) taubatnya diterima oleh Tuhan ke dalam Islam, kemudian dia berjihad dijalan Tuhan lalu mati syahid (HR. Muslim dah Abu Hurairah ra).
6. Tidak Sombong.
Takabbur atau sombong ialah menganggap dirinya lebih dengan meremehkan orang lain, hasilnya orang yang takabbur itu seringkali menolak kebenaran, apalagi bila kebenaran itu datang dari orang yang kedudukannya lebih rendah dari dirinya.
Oleh karena itu, bila kita mati dalam keadaan terbebas dari kesombongan amat mendapatkan jaminan masuk surga, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mati dan ia terbebas dari tiga hal, yakni sombong, fanatisme dan utang, maka ia akan masuk surga ” (HR. Tirmidzi).
Takabbur merupakan salah sifat yang diwariskan oleh iblis laknatullah, dengan karena itulah ia divonis berdosa dan akan dimasukkan ke neraka, Tuhan swt berfirman: Sesungguhnya Kami telah menciptakan kau (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “bersujudlah kau kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang sujud. Tuhan berfirman: Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu Aku menyuruhmu?. Iblis menjawab: saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. Tuhan berfirman: turunlah kau dari syurga itu, karena kau tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, bekerjsama kau termasuk orang-orang yang hina (QS Al A’raf[7]: 11-13, lihat pula QS Mukmin [40]: 60).
Manakala seseorang berlaku sombong, sangat kecil peluang baginya untuk bisa masuk ke dalam surga, di dalam hadits, Rasulullah saw bersabda:”Tidak masuk syurga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari sifat kesombongan ” (HR. Muslim).
7. Tidak Memiliki Fanatisme Yang Berlebihan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa insan termasuk kaum muslimin hidup dengan latar belakang yang berbeda-beda, termasuk latar belakang kelompok, baik karena kesukuan, kebangsaan maupun golongan-golongan ber-dasarkan organisasi maupun paham keagamaan dan partai politik, hal ini disebut dengan ashabiyah.
Para saha-bat seringkali dikelompokkan menjadi dua golongan, yakni Muhajirin (orang yang berhijrah dari Makkah ke Madinah) dan Anshar (orang Madinah yang memberi pertolongan kepada orang Makkah yang berhijrah). Pada dasarnya golongan-golongan itu tidak masalah selama tidak hingga pada fanatisme yang berlebihan sehingga tidak mengukur kemuliaan seseorang berdasarkan golongan.
Manakala seseorang memiliki fanatisme yang berlebihan terhadap golongan sehingga segala pertimbangan dan penilaian terhadap sesuatu berdasarkan golongannya, bukan berdasarkan nilai-nilai kebenaran, maka hal ini sudah tidak bisa dibenarkan, inilah yang disebut dengan ashabiyah yang sangat dilarang di dalam Islam.
Bila kita mati terbebas dari hal ini, dijamin masuk surga oleh Rasulullah saw dalam hadits di atas, namun tidak masuk surga seseorang yang mati dalam keadaan demikian, karena Rasulullah saw tidak mau mengakui orang yang demikian itu sebagai umatnya.
Hal ini terdapat dalam hadits Nabi saw: “Bukan golongan kau orang yang menyeru kepada ashabiyah, bukan golongan kami orang yang berperang atas ashabiyah dan bukan golongan kami orang yang mati atas ashabiyah ” (HR. Abu Daud)
8. Terbebas Dari Utang.
Dalam hidup ini, insan seringkali melaksanakan kekerabatan muamalah dengan sesamanya, salah satunya ialah transaksi jual beli. Namun dalam proses jual beli tidak selalu hal itu dilakukan secara tunai atau seseorang tidak punya uang padahal ia sangat membutuhkannya, maka iapun meminjam uang untuk bisa memenuhi kebutuhannya, inilah yang kemudian disebut dengan utang.
Sebagai manusia, apalagi sebagai muslim yang memiliki harga diri, sedapat mungkin utang itu tidak dilakukan, apalagi kalau tidak bisa membayarnya, kecuali memang sangat darurat, karena itu seorang muslim harus hati-hati dalam masalah utang.
Rasulullah saw bersabda: “Berhati-hatilah dalam berutang, bekerjsama berutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) pada siang hari ” (HR. Baihaki)
Namun apabila insan yang berutang tidak mau memperhatikan atau tidak mau membayarnya, maka hal itu akan membawa keburukan bagi dirinya, apalagi dalam kehidupan di alam abadi nanti.
Hal ini karena utang yang tidak dibayar akan menggerogoti nilai kebaikan seseorang yang dikakukannya di dunia, kecuali bila ia memang tidak mempunyai kemampuan untuk membayarnya.
Rasulullah saw bersabda: “Utang itu ada dua macam, barangsiapa yang mati meninggalkan utang, sedangkan ia berniat akan membayarnya, maka saya yang akan mengurusnya, dan barangsiapa yang mati, sedangkan ia tidak berniat akan membayarnya, maka pembayarannya akan diambil dari kebaikannya, karena di waktu itu tidak ada emas dan perak ” (HR. Thabrani).
9. Peka Terhadap Peringatan.
Peka terhadap peringatan membuat seseorang mudah mendapatkan segala peringatan dan pesan yang tersirat dari siapapun supaya waspada terhadap segala ancaman dalam kehidupan di dunia dan akhirat, sikap ini merupakan sesuatu yang amat penting karena setiap insan amat membutuhkan peringatan dari orang lain, hasilnya orang menyerupai itu akan mudah menempuh jalan hidup yang benar sehingga mendapat jaminan akan masuk ke dalam surga.
Orang menyerupai ini digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai orang yang berhati menyerupai burung sebagaimana disebutkan dalam sabdanya: “Akan masuk surga kelak kaum-kaum yang hati mereka menyerupai hati burung ” (HR. Ahmad dan Muslim).
10. Menahan Amarah
Al ghadhab atau marah merupakan salah satu sifat yang sangat berbahaya sehingga ia telah menghancurkan manusia, baik secara langsung maupun kelompok. Ada beberapa ancaman dari sifat marah yang harus diwaspadai.
Pertama, merusak iman, karena semestinya bila seseorang sudah beriman dia akan memiliki adab yang mulia yang salah satunya ialah bisa mengendalikan dirinya sehingga tidak mudah marah kepada orang lain.
Rasulullah saw bersabda: “Marah itu dapat merusak keyakinan menyerupai pahitnya jadam merusak manisnya madu ” (HR. Baihaki).
Kedua, mudah mendapatkan murka dari Tuhan swt terutama pada hari kiamat, karena itu pada ketika kita hendak marah kepada orang lain mestinya kita segera mengingat Tuhan sehingga tidak melampiaskan kemarahan dengan hal-hal yang tidak benar.
Allah swt berfirman sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Qudsi:
“Wahai anak Adam, ingatlah kepada-Ku ketika kau marah. Maka Aku akan mengingatmu bila Aku sedang marah (pada hari akhir) “.
Ketiga, mudah marah juga akan mudah menyulut kemarahan orang lain sehingga kekerabatan kita kepada orang lain bisa menjadi renggang bahkan terputus sama sekali. Oleh karena itu, seseorang gres disebut sebagai orang yang berpengaruh ketika ia bisa mengendalikan dirinya pada ketika marah sehingga kemarahan itu dalam rangka kebenaran bukan dalam rangka kebathilan.
Rasulullah saw bersabda: “Orang berpengaruh bukanlah yang dapat mengalahkan musuh, namun orang yang berpengaruh ialah orang yang dapat mengontrol dirinya ketika marah ” (HR. Bukhari dan Muslim).
Apabila seseorang bisa menahan amarahnya, maka dia akan mendapatkan nilai keutamaan yang sangat besar dari Tuhan swt, dalam hal ini Rasulullah saw menyebutkan jaminan surga untuknya: “Janganlah engkau marah dan surga bagimu ” (HR. Ibnu Abid Dunya dan Thabrani).
11. Ikhlas Menerima Kematian Anak dan OrangYangDicintai.
Setiap orang yang berumah tangga pasti mendambakan punya anak, karena anak itu menjadi cita-cita masa depan dan kesinambungan keluarga. Karenanya bahagia sekali seseorang bila dikaruniai anak, baik laki maupun perempuan.
Karena itu ketika anak lagi disayang dan amat diharapkan untuk mencapai masa depan yang baik tapi tiba-tiba meninggal dunia, maka banyak orang bau tanah yang tidak nrimo mendapatkan kenyataan itu. Bila sebagai orang bau tanah kita nrimo mendapatkan kematian anak, maka hal ini bisa memberi jaminan kepada kita untuk bisa masuk surga.
Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah mati tiga anak seseorang, lalu dia merelakannya (karena Allah) kecuali dia rnasuk surga”. Seorang wanita bertanya: “atau dua orang anak juga, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “atau dua anak” (HR. Muslim).
Meskipun demikian, sedih atas kematian anak tetap boleh dirasakan karena tidak mungkin rasanya kematian anggota keluarga tanpa kesedihan, Rasulullah saw sendiri amat sedih atas kematian anaknya, namun kesedihan yang tidak boleh berlebihan menyerupai meratap.
Dalam suatu hadits dijelaskan: Anas ra berkata: Ketika Rasulullah saw masuk melihat Ibrahim (puteranya) yang sedang menghembuskan nafasnya yang terakhir, maka kedua mata Rasulullah saw bertinang-linang ketika ia wafat, sehingga tampak air mata mengalir di muka beliau. Abdurrahman bin Auf berkata: “Engkau demikianjuga ya Rasulullah?”. Jawab Nabi: “Sesungguhnya ini sebagai tanda rahmat dan belas kasihan”, Lalu beliaubersabda: “Mata berlinang dan hati merasa sedih, tapi kami tidak berkata kecuali yang diridhai Tuhan dan kami sungguh berduka cita karena berpisah denganmu hai Ibrahim (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Di dalam hadits lain, jaminan surga juga diberikan Tuhan swt kepada orang yang ridha mendapatkan kematian orang yang dicintainya dalam kehidupan di dunia ini.
Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda dalam hadits qudsi: “Tidak ada pembalasan dari bagi seorang hamba-Ku yang percaya, bila Aku mengambil kekasihnya di dunia, kemudian ia ridha dan berserah kepada-Ku, melainkan surga ” (HR. Bukhari).
12. Bersaksi Atas Kebenaran Al-Qur’an.
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya oleh setiap muslim, namun kenyataan menunjukkan tidak semua muslim mau bersaksi dalam arti menjadi pembela kebenaran Al-Qur’an dari orang yang menentang dan meragukannya, bahkan tidak sedikit muslim yang akhimya larut dengan upaya kalangan non muslim yang berusaha meragukan kebenaran mutlak Al-Qur’an.
Bersaksi atas kebenaran Al-Qur’an juga harus ditunjukkan dengan penyebaran nilai-nilainya dalam kehidupan masyarakat dan yang lebih penting lagi ialah kebenaran Al-Qur’an itu ditunjukkan dalam sikap dan prilakunya sehari-hari.
Orang menyerupai inilah yang mendapat jaminan masuk surga oleh Tuhan swt sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: Dan apabila mereka mende-ngarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kau lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari Kitab-Kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah beriman, Maka catatlah Kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Ouran dan kenabian Muhammad saw). Mengapa Kami tidak akan beriman kepada Tuhan dan kepada kebenaran yang datang kepada Kami, Padahal Kami sangat ingin supaya Tuhan Kami memasukkan Kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh ?”. Maka Tuhan memberi mereka pahala terhadap Perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah jawaban (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang nrimo keimanannya).(QS. Al-Maidah: 5]: 83-85).
13. Berbagi Kepada Orang Lain.
Banyak kebaikan yang harus kita lakukan dalam hidup ini sehingga kebaikan-kebaikan yang kita laksanakan itu membuat kita menjadi insan yang dirasakan manfaat eksistensi kita bagi orang lain sehingga apapun yang kita miliki memberi manfaat yang besar bagi orang lain apalagi bila hal itu memang amat dibutuhkan oleh manusia.
Salah satunya ialah bila seseorang memperlihatkan binatang ternak yang dimiliki menyerupai kambing untuk kemudian dinikmati susu-nya oleh banyak orang. Bila ini dilakukan, jaminan surga dijanjikan oleh Tuhan swt
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah saw: “Empat puluh kebaikan yang paling tinggi ialah derma seekor kambing yang diperah susunya. Tidak seorangpun yang melaksanakan salah satu darinya dengan mengharapkan pahala dan membenarkan apa yang dijanjikan karenanya, kecuali Tuhan memasukkannya ke dalam surga ” (HR. Bukhari).
14. Hakim Yang Benar.
Dalam hidup ini banyak sekali perkara antar insan yang harus diselesaikan secara hukum sehingga diharapkan pengadilan yang bisa memutuskan perkara secara adil, untuk itu diharapkan hakim yang adil dan bijaksana sehingga ia bisa memutuskan perkara dengan sebaik-baiknya. Bila ada hakim yang baik, maka ia akan mendapat jaminan bisa masuk ke dalam surga.
Rasulullah saw bersabda: Hakim-hakim itu ada tiga golongan, dua golongan di neraka dan satu golongan di surga: Orang yang mengetahui yang benar lalu memutus dengannya, maka dia di surga. Orang yang memperlihatkan keputusan kepada orang-orang di atas kebodohan, maka dia itu di neraka dan orang yang mengetahui yang benar lalu dia menyeleweng dalam memperlihatkan keputusan, maka dia di neraka (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’l, Ibnu Majah dan Hakim).
Oleh karena itu, ketika seorang muslim menjadi hakim, maka ia harus menjadi hakim yang benar, yakni hakim yang tahu perihal kebenaran dan ia memutuskan perkara secara benar.



Syurga di ujung borneo
Wisata Pantai Temajuk di Daerah Kecamatan Paloh


Wisata Pantai Temajuk di Daerah Kecamatan Paloh , Pantai Temajuk terletak di ujung utara bab barat Kalimantan Barat yaitu tempat yang paling diminati para penggemar wisata pantai. Pantai Temajuk terletak di Desa Temajuk Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas merupakan salah satu tempat wisata di Kalimantan Barat yang tidak boleh anda lewatkan karena daerah Paloh terkenal dengan wisata pantai, salah satu tempat wisata yang terkenal akan keindahan pantainya yaitu Temajuk dan Pulau Selimpai. Mengenal pantai Temajuk sekarang lebih mudah di susukan walaupun sedikit extreme tetapi masih banyak orang berbondong-bondong untuk melihat keindahan pantai Temajuk karena sangat memuaskan bagi orang yang berwisata di sana, dan yang lebih menarik lagi daerah Temajuk berbatasan dengan Teluk Melano, Malaysia. Biasanya kita mampu masuk dan berfoto-foto di luar negeri sekalian dengan batas waktu yang telah disepakati tentunya.



Pantai Temajuk memiliki garis pantai yang cukup panjang yaitu kurang lebih 60 kilometer, keseruan di Temajuk bukan hanya keindahan pantainya bila anda beruntung anda mampu melihat salah satu hewan yang tergolong langka dan dilindungi yaitu Penyu yang biasanya datang ke pesisir pantai pada malam hari. Tak heran kalau banyak orang yang mengincar tempat ini hanya karena ingin melihat hewan penyu tersebut, karena memang susah untuk ditemukan di tempat lain di Kalimantan Barat khususnya. Saya hampir setiap liburan berencana pergi ke tempat ini, namun seringkali tidak jadi karena ada kendala setiap kali ingin kesana. Jalur susukan untuk pergi ke Temajuk ada dua yaitu jalur darat dan laut. Dengan menggunakan jalur darat lebih banyak lagi keseruan untuk para penggemar wisata tentunya.

allah swt berfirman dalm [ Q. S. Fushshilat : 53 ]
“Kami akan menawarkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga terperinci bagi mereka bahwa Al Alquran itu yaitu benar. Tiadakah cukup bahwa bekerjsama Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”
Seorang mukmin akan melihat segala apa yg diciptakan oleh Yang Mahakuasa dengan penuh takjub. Jika kita bertemu dengan hal yg merusak iman. Maka kita segera berpaling.
            

Fasilitas Penginapan Pantai Temajuk
Bagi wisatawan yang berasal dari tempat jauh, jangan bimbang ingin pergi ke sini, karena di Desa Temajuk juga terdapat villa yang unik, sehingga mampu membuat anda betah berada di sini. Pembangunan Villa hasil kerjasama pemerintah Daerah Kabupaten Sambas bersama warga sekitar tersebut merupakan salah satu bukti bahwa Pantai Temajuk sangat digemari pengunjung dengan harga yang termasuk murah sekitar Rp.150.000,00 rupiah hingga dengan Rp.300,00,00 rupiah. Apalagi dengan menghadap eksklusif ke tempat pantai, sehingga anda mampu juga menikmati keindahan pantai dari villa tersebut.

Bagaimana? anda tertarik untuk berlibur kesini? cukup memuaskan loh kalau menurut saya, tidak bakalan rugi karena tempat ini sangat indah. Saya juga punya niat dan pasti akan ke sana nantinya. 

Namun tak kalah menarik yaitu villa yang didirikan oleh pemerintah Kabupaten Sambas bersama warga sekitar yang sangat menarik yaitu bentuk dan tempatnya yang sangat strategis untuk menikmati Indahnya Pantai Temajuk ini. Mari kita lihat hasil jepret-jepret dari foto salah satu akun instagram dari Kalimantan Barat juga. Villa ini diberi nama Villa Kelapa Dua.


Saya jamin anda pasti betah berada di sana, desain villa kelapa dua yang unik dan tempat yang strategis untuk menikmati keindahan pantai temajuk ini akan memanjakan anda hingga lupa untuk pulang ke rumah he he. Apalagi kalau aktivitas malamnya di isi dengan menunggu kedatangan penyu datang ke pesisir pantai Temajuk, Pasti akan lebih seru kan. Mungkin hanya hingga di sini saja penjelasan saya tentang wisata Pantai Temajuk di Daerah Kecamatan Paloh.

Subhnallah ..

Wisata Menarik di Danau Sebedang Kalimantan Barat

Wisata Menarik di Danau Sebedang, sudah tidak abnormal lagi bagi masyarakat kabupaten Sambas daerah wisata satu ini cukup populer oleh alasannya yaitu itu saya sebagai salah satu penduduk asli Sambas ingin mempublikasikan kepada masyarakat Indonesia semoga mampu melirik keindahan daerah wisata di Kalimantan Barat. Seperti yang kita ketahui bahwa keindahan alam di Kalbar masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia apalagi hingga ke luar Negeri, hal tersebut membuat saya merasa tertarik untuk membangun sebuah berita yang mungkin bermanfaat bagi kita semua, salah satunya yang akan saya bagikan yaitu daerah wisata di Danau Sebedang.


Keberadaan Danau Sebedang terletak di desa Sebedang kabupaten Sambas, provinsi Kalimantan Barat, danau ini memang cukup jauh dari ibukota namun bagi pecinta wisata tentu jarak tempuh tidak kuat bagi mereka, keindahan alam yang alami dan pengalaman di banyak sekali daerah wisata cukup untuk membayar jarak dan biaya yang dikeluarkan oleh pecinta wisata. Oleh alasannya yaitu itu danau ini sering di datangi pengunjung dari banyak sekali daerah apalagi penduduk lokal menikmati liburan di danau ini menjadi pilihan utama bagi mereka. Hal ini menunjukan bahwa Keindahan Danau Sebedang sangat menarik dan banyak diminati bagi masyarakat, hal tersebut cukup untuk menggelitik saya untuk mempublikasikan keindahan danau ini.


Gambar di atas merupakan salah satu penampakan dari keindahan danau dan akan lebih bagus lagi kalau anda melihat pribadi ketika berada di sana. Lihatlah air yang jernih dan luasnya danau yang dikelilingi bukit-bukit pastinya suasana di danau akan menawarkan anda kenyamanan yang cukup memuaskan bagi para pengunjung, di sisi kanan danau ini terdapat hutan lindung yang dikenal dengan gunung Majau. Danau ini juga memiliki daerah berteduh yang memang dibuat khusus untuk pengunjung, konon katanya pada zaman dahulu danau ini pernah dijadikan tempat pemandian raja Sambas mungkin karena air yang jernih dan pemandangan yang bagus membuat raja Sambas tertarik untuk mengakibatkan danau ini sebagai daerah pemandian.

Indahnya Danau Sebedang
Jika anda ingin menikmati indahnya Danau Sebedang tentunya masuk ke Danau ini tidaklah gratis anda harus bayar kalau ingin menikmati keindahan danau ini dengan harga yang sangat bersahabat. Anda juga mampu menyewa banyak sekali perlengkapan menyerupai alat pancing, perahu, perlengkapan selam dan masih banyak lagi yang mampu anda lakukan disini. Menikmati keindahan danau dengan menggunakan perahu maupun memancing yaitu cara yang sangat digemari pengunjung. Tapi ada juga pengunjung yang suka menikmati dengan cara yang lebih extreme lagi yaitu dengan naik ke bukit-bukit yang berada di pinggiran danau tersebut.
Kalau kita membaca Alquran salah, memasang kancing terbalik, Utk hal-hal yg kurang sempurna, maka ucapkanlah subhanallah. Dan ketika melihat kebesaran Tuhan maka ucapkanlah masya Allah.

Perlu diketahui juga bahwa Sebedang memiliki sejarah yang dipercaya pada dari zaman dahulu hingga sekarang yaitu kisah rakyat yang sangat dikenal yaitu cerita Bujang Nadi dan Dare Nangdung cerita ini merupakan kisah Legenda masyarakat Sambas dan sekitarnya, anda juga mampu berkunjung di makam mereka yang tidak jauh dari Danau Sebedang.

Tips Wisata di Danau Sebedang, rute yang akan anda tempuh kalau memulai perjalanan dari ibukota Pontianak anda akan melewati rute kota Singkawang - Sambas. Jika anda ingin pergi kesini pastikan memiliki perlengkapan pancing kalau ingin memancing, selam dan tentunya membawa uang :). Bawalah sahabat atau keluarga semoga anda mampu menikmati keindahan alam bersama mereka dan sempatkan untuk mengambil gambar danau sebedang semoga mampu menyimpang pengalaman ketika berada di sana. Ada satu hal lagi yang terpenting yaitu taatilah peraturan yang berlaku di sana demi kenyamanan bersama kata pepatah "dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung".



"MUNGKINKAH MENJADI KENANGAN"


yang dulu ku tak mengenal sosok kalian
sosok yang tak mungkin pernah ku temui pada sosok orang lain
 yang kurindukan ialah kelucuan kalian
kepedulian, kekocakkan, dan tawa yang pernah kita buat bersama..
agar selama tiga tahun kisah yang pernah luka  ukirkan selaalu mengabdi
di pikiran dan memori di hati..
ingatkah kalian hari-hari yang kita lalui bersama banyak terekam kenangan -kenangan yang indah..
mulai dari kalian yang menciptakan tawa dan seyum yang tulus


ku tau kalian yaitu sahabat yang terbaik 
terbaik untuk mengisi kejenuhan 
dan kebahagiaan bersama yaitu kalian..
kalian yang kujumapi sekarang..

kangen kalian I LOVE YOU SAHABAT KU....

Cara Berbakti Kepada Ibu Yang Sudah Meninggal


Terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ada yang bertanya kepada beliau,
يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا
“Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adakah tersisa perbuatan bakti kepada orang renta yang masih mampu saya lakukan sepeninggal mereka ? RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : ‘Berdoa untuk mereka, memohonkan ampunan, melakukan komitmen mereka, menyambung tali silaturahim yang hanya terhubung melalui mereka serta memuliakan teman-teman mereka‘” (HR. Ahmad 3/279, Bukhari dalam kitab “Adabul Mufrad”, Abu Daud no. 5142)
Ini semuanya merupakan berbakti kepada orang renta setelah keduanya meninggal. Kami menasehatkan supaya engkau berdoa dan memohon ampun bagi ibumu, melakukan wasiatnya, memuliakan sahabat-sahabatnya, menyambung silaturahmi dengan kerabat-kerabatnya. Semoga Yang Mahakuasa mampu memberi taufik kepadamu dan memudahkan urusannya. Semoga Yang Mahakuasa mendapatkan amal kita, amin. 
Wallahua’lam..




MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget